Sakitnya Tuh di Sini #sakitnyatuhdisini


sakitSiapa di antara kamu yang nggak ngeh dengan istilah ini? Ada? Nggak masalah. Pada ngeh semua? Ok. Kamu rajin update info, Bro en Sis. Oya, sengaja lho saya tulis judulnya dengan hashtag #sakitnyatuhdisini dengan alasan supaya unik dan kali aja jadi trending topic di twitter (*ngarepdotnet). Yups, istilah ini pasti sudah sangat familiar di telinga kita. Bisa jadi bahkan di antara kamu ada yang suka banget sama penggalan lirik lagu ini? Waduh, jangan-jangan kamu hobi sakit-sakitan setelah demen dengerin lagu yang dipopulerkan Cita Citata ini. Hati-hati lho! Sakitnya jangan sampai kebablasan jadi sakit jiwa. Hadeeeuh! Baca entri selengkapnya »

Mengatasi Kecanduan Pornografi


pornografiUNTUK mengatasi pornografi, apalagi yang sudah kecanduan memang tidak mudah karena kecanduan pornografi adalah penyakit yang paling susah untuk diobati. Namun, jika sudah niat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan pornografi tersebut.

Mengapa kecanduan pornografi sangat sulit untuk diobati, ini dikarenakan kecanduan pornografi merupakan kecanduan yang menyerang “jantung” manusia.  Seksualitas adalah pendorong utama yang merupakan kebutuhan dari setiap manusia.

Layaknya kecanduan bahan kimia, kecanduan akan pornografi juga cenderung menggantikan sesuatu yang penting dalam seks atau bentuk lain dalam pornografi, karena orang yang sudah kecanduan ponografi biasanya menggunakan media seperti majalah, video, atau mengakses internet. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Suplemen. Tag: . Leave a Comment »

Dapat Kartu Kuning Bersihkan Toilet, Kartu merah Bersihkan Masjid


gutemAPA jadinya jika para da’i yang selama ini sibuk ceramah dan berdakwah tiba-tiba beralih saling beradu tangkas mengolah si kulit bundar di tengah lapangan? Kejadian menarik yang langsung menyedot banyak penonton ini setidaknya tersaji dalam Gutem Cup yang digelar beberapa waktu lalu di lingkungan Pesantren Hidayatullah Kampus Gunung Tembak, Balikpapan. Gutem, singkatan dari Gunung Tembak, merupakan istilah yang populer di kalangan pesantren tersebut.

Gutem Cup digagas oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) ar-Riyadh, Balikpapan, Kalimantan Timur. Awalnya, selain bernilai refreshing dan olahraga, turnamen ini hanya diniatkan sebagai media silaturahim antara seluruh warga pesantren dan para santri.

“Turnamen ini hanya untuk refreshing dan ajang menjalin kebersamaan saja antara warga dan santri di kampus Gunung Tembak,” ujar Muhammad Arfan, Ketua DKM ar-Riyadh. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Wawasan. Leave a Comment »

Lee Woon-Jae, Kiper Muslim dari Negeri Ginseng


leeREPUBLIKA.CO.ID, SEOUL–Nama Lee Woon-Jae mungkin terdengar asing di telinga kita. Tapi, mungkin tidak demikian bagi penggemar sepakbola di Asia, terutama di negara asalnya Korea Selatan (Korsel). Korea Selatan sempat lolos dari laga penyisihan dalam ajang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan beberapa waktu lalu. Di babak 16 Besar, tim Negeri Ginseng ini bertemu dengan Uruguay. Tentu, semua pemain Korsel saat itu berharap bisa maju ke babak final. Termasuk kiper nomor satu, Lee Woon-Jae. Ya, Lee termasuk pemain senior di tim nasional sepak bola Korsel.

Sebelum diminta untuk memperkuat lagi skuad Korsel untuk Piala Dunia 2010, Lee pernah mengikuti Piala Dunia 1994, 2002 dan 2006. Pria kelahiran Cheongju, Chungbuk, Korea Selatan tanggal 26 April 1973 ini memang selalu dipercaya menjadi kiper nomor satu di timnas Korsel.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tokoh Islam. Tag: . Leave a Comment »

Sinopsis Film KCB -Ketika Cinta Bertasbih- 1 dan 2


kcbSutradara :  Chaerul Umam
Produser : 1. Mitzy Christina
2. Cindy Christina
Penulis Cerita:  Habiburrahman El Shirazy
Skenario:  Imam Tantowi
Pemain kcb 1
Pemain kcb 2
Pemain Peran
Kholidi Asadil Alam Abdullah KhoirulAzzam
 Oki Setiana Dewi           AnnaAlthafunnisa
 Alice Norin             Eliana Pramesty Alam
Andi Arsyil Rahman       Furqon Andi Hasan
Meyda Sefira                        Ayatul Husna
Rahmi Nurullina                     Lia Humaira
Deddy Mizwar               KH. Luthfi Hakim
Niniek L. Karim                   bu Malikatun
 Didi Petet                                  Pak Ali
Habiburrahman El Shirazy   Ustadz Mujab
Aspar Paturusi     Pak Hasan (ayah Furqon)
Din Syamsudin                        Cameo
Slamet Rahardjo   Pak Alam (Dubes RI untuk   Mesir)
 El Manik   Pak Junaedi (Dubes RI untuk Turki)
 Cut Yanti             Ibu Maylaf (Ny. Hasan)
Pemain Peran
Kholidi Asadil Alam            Khoirul Azzam
Oki Setiana Dewi          Anna Althafunnisa
 Andi Arsyil Rahman      Furqon Andi Hasan
Alice Norin            Elliana Pramesti Alam
Meyda Sefira                       Ayatul Husna
Deddy Mizwar               KH. Luthfi Hakim
Niniek L. Karim                    bu Malikatun
Dude Herlino       Ustadz Muhammad Ilyas
Asmirandah                               dr. Vivi
Aspar Paturusi    Ayah Furqon (pak Hasan
Neno Warisman                      Bu Fadilah
Nungki Kusumastuti                       Bu Edi
Meidiana Hutomo                       Bu Nyai
Ditulis dalam Suplemen. Tag: . Leave a Comment »

Fatimah Az-Zahra, Teladan Para Ibu dan Muslimah


blusukandakwatuna.com – Dalam sejarah Islam tercatat pula nama Fatimah Az-Zahra sebagai sosok ibu yang pantas diteladani. Putri Rasulullah SAW ini adalah poros bagi kehidupan rumah tangga dan keluarga yang baik serta ideal.

Hal yang paling menonjol dalam kehidupan Fatimah adalah kemampuannya menyeimbangkan kehidupan individu, sosial, dan keluarga. Beliau pun tampil sebagai sosok pekerja keras, rela berkorban, dan pejuang sejati. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tokoh Islam. Tag: . Leave a Comment »

Tips Antispasi Pergaulan Bebas


blusukanKami dengar sendiri di salah satu sekolah kejuruan di daerah kami telah semakin maraknya remaja yang putus sekolah karena hamil di luar nikah. Bahkan ada yang sebenarnya sisa menjalankan satu semester lagi bahkan beberapa bulan lagi, namun karena sudah terkumpul malu dengan perut si wanita yang membesar karena ‘sex before marriage’ akhirnya harapan masa depannya jadi sirna dengan ‘putus sekolah’. Semua bermula dari pacaran dan kedekatan hubungan dengan lawan jenis. Ditambah lagi kurangnya pengawasan terhadap anak oleh orang tua.

Berikut beberapa antisipasi fenomena zina di atas: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Wawasan. Tag: . Leave a Comment »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.