Tadabur QS. Al Ma’uun : 1-7


Assalamualaikum wr.wb.
Hallo adi-adik yang manis, apa kabar ? semoga kalian semua berada didalam lindungan Allah swt (Amiiin).Bagaimana, apakah akalian siap untuk mendengarkan materi kali ini ? Jika belum maka kalian harus lebih dahulu mempersiapakan hati, pikiran dan jiwa kalian agar dapat berkonsentrasi pada materi kali ini. Ok ! sudah siap.
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya pantas kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, yang telah memberikan kepada kita semua rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat melangkahkan kaki kita ke majelis yang di penuh oleh para malaikat- malaikat Allah, yang berdoa untuk kebaikan kita Dan tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita, sauri teladan kita Nabi Besar Muhammad saw serta para sahabatnya dan orang-orang yang selalu senantiasa berada di jalan-Nya. Untuk memulai alangkah baiknya kita bersama-sama membaca Basmallah .Bismillahirahmannirahim.
Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu dari surat cinta yang Allah berikan untuk umat manusia yang dIsampaikan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril. Begitu besar rasa sayang dan cintanya Allah kepada umat manusia sehingga Dia menurunkan wahyu ini sebagai petunjuk dan peringatan kepada manusia agar tidak tergelincir kedalam api neraka. Wahyu Allah yang berupa surat cinta ini tidaklah sama dengan surat cinta seseorang yang sedang jatuh cinta.Kalau surat cinta orang yang jatuh cinta itukan biasanya berisi tentang seribu rayuan dan janji –janji gombal, yang ditulis diatas kertas surat berwarna pink, begitu kan ?? ayo siapa yang sudah pernah membuatnya ??.
Namun surat cinta dari Allah ini bukan seperti itu, yang bertuliskan rayuan-rayuan gombal yang memabukan, melainkan berisi tentang pentunjuk-petunjuk untuk menjalani hidup, sejarah-sejarah dahulu, bahkan kejadian-kejadian yang akan terjadi dimasa mendatang. Selain itu ada pula janji-janji Allah bagi mereka yang beriman dan tidak beriman kepada Allah,, semuanya itu pasti Allah tepati karena Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa. Surat Cinta ini pun berbahasa yang indah sekali hingga tidak ada seorang penyair atau pujangga sehebat apapun sanggup menandinginya. Ayo siapa yang bisa menebak, sebenarnya apa sih surat cinta dari Allah ini ? ya . benar surat cinta yang dimaksud di sini adalah Al Quran.
Dari sekian banyak surat cinta yang Allah berikan, pada kesempatan kali ini kita akan membahas Al Quran surat yang ke 107, yaitu surat Al –Maa’uun.Adakah diantara kalian yang hafal isi dari Al Quran surat Al-Maa’uun ini ? Masa tidak ada yang hafal sih, surat cinta dari kekasih saja hafal sampai titik dan komanya, masa surat cinta dari Allah tidak ada yang hafal satu pun ? Ayo !!. Subhanallah ternyata adik –adik sudah hafal, nanti harus tahu ya arti disetiap ayat pada surat ini. OK!

SEJARAH
Sebelum kita mentadaburi isi dari ayat-ayat yang terdapat dalam Al Quran Surat Al-Maa’uun ini, maka kita harus mengetahaui sejarah dari surat ini dan sebab-sebab mengapa Allah mengirimkan surat cinta ini ? pasti ada penyebabnya kan ? Baiklah ! sekarang dengarkan dengan seksama ya!.
Qur’an surat ke 107 ini terdiri dari tujuh ayat dan digolongkan kedalam surat-surat Makiyyah ( penjelasan : Surat Makiyyah adalah surat yang diturunkan di kota Mekah, pada umumnya ayat-ayatnya pendek dan berisi mengenai ke Tauhidan. Selain dari surat Makiyyah maka ada pula surat Madaniah). Surat Al-Mauun ini diturunkan setelah surat At-Takatsur. Nama dari surat ini yaitu Al-Maa’uun diambil dari kata “Al-Mauun” yang terdapat dalam ayat ke tujuh dari surat itu sendiri, yang berbunyi “Wayam nauu nal maa’uun”. Arti Al –Maa’uun itu sendiri adalah barang-barang yang berguna.
Setiap wahyu Allah ini turun selalu diikuti oleh sebuah peristiwa atau yang lebih dikenal dengan kata “Asbabun nuzul”, begitu juga dengan Al Qur’an surat Al-Maa’uun ini : “Pada zaman Rasullah dulu ada sekelompok kaum munafik yang rajin ibadah, dalam hal ini mengejarakan sholat. Namun patut disayangkan bahwa setiap mereka sholat itu tidak diniatkan karena Allah, melainkan karena ingin dilihat oleh orang lain.
Ketika ada orang yang melihat mereka sholat maka mereka akan sholat dengn khusuyunya tetapi jika tidak ada orang yang melihatnya maka mereka sholat dengan seenaknya bahkan mereka tidak mengerjakannya. Apa yang dikerjakan selalu ingin mendapatkan pujian dari orang lain atau dengan kata lain riya selain itu kaum munafik ini enggan untuk memeberikan barang-barang berguna yang dimikinya kepda orang yang membutuhkannya dengan kata lain kaum munafik ini enggan untuk megeluarkan zakat.Allah tidak menyukai kaum seperti ini oleh karena itu
Allah menurunkan Wahyu Nya kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril, sebagai ancaman kepada kaum munafik tersebut dan menggolongkan mereka kedalam orang-orang yang mendustakan agama Allah.” Itu lah yang melatari turunnya wahyu Allah Al Quran surat Al – Maa’uun ini.

POKOK-POKOK Al QURAN SURAT AL-MAA’UUN
Dilihat dari setiap ayat yang terdapat didalam surat Al-Maa’uun menjelaskan isi pokok dari surat ini , yang secara garis besar adalah menjelaskan tentang beberapa sifat manusia yang di pandang sebagai mendustakan agama Allah dan sekaligus merupakan ancaman yang ditunjukan Allah kepada orang-orang yang melalaikan sholat dan berbuat riya atau sifat seseorang yang melakukan amal perbuatan bukan karena Allah dan ingin mendapatkan pujian dari masyarakat.
Sifat-sifat yang di pandang sebagai mendustakan agama Allah ada 5 antara lain :
ü Orang yang menghardik anak Yatim
ü Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
ü Orang yang melalaikan sholat
ü Orang yang berbuat riya
ü Orang yang tidak mau memberikan barang-barang yang berguna, yang dimilikinya (tidak mau untuk mengeluarkan zakat )
Kelima sifat ini merupakan sifat-sifat buruk yang seharusnya dihindari oleh kita semua karena sifat seoperti ini akan membawa kita kedalam kesengsaraan.
Sekarang kita akan membahas lebih rinci mengenai lima sifat buruk yang tergolong dalam mendustakan agama secara satu persatu agar lebih jelas lagi :

A. Orang yang meghardik anak Yatim.
Allah sangat membenci orang-orang yang menghardik anak yatim, hal ini dijelaskan di Surat Al Mauun ini dan Allah menempatkannya pada urutan pertama sebagai orang-orang yang mendustakan agama dibandingkan ciri-ciri yang lainya.Dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa Nabi besar kita Muhammad saw telah menjadi anak yatim ketika beliau masih berada didalam kandungan ibunya, dan kemudian pada usia 6 tahun beliau menjadi anak yatim piatu karena ditinggalkan oleh ibunda tercinta. Maksud dari anak yatim disini bukan saja berarti anak yang tidak mempunyai ayah saja, tapi didalam termasuk anak piatu bahkan anak yatim piatu.
Oleh karena itu kita yang masih mempunyai kedua orang tua seharusnya lebih bersyukur karena kita masih mendapatkan kasih sayang dari orang tua, sedangkan mereka anak yatim tidak mendapatkan sepenuhnya.Kewajiban kita jugalah untuk membagi kasih sayang kita miliki kepada mereka.
Allah memerintahkan kepada kita semua untuk memelihara mereka dengan kasih sayang, terdapat didalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 220, artinya : “Tentang dunia dan akhirat .Dan mereka bertanya kepada mu tentang anak yatim, katakanlah : “mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka maka mereka adalah saudara mu dan Allah mengetahui siapa yang membuta kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Jadi wajib bagi kita semua untuk memelihara anak yatim bukan malah menghardiknya bahkan menyia-nyiakannya.

B. Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
Maksud dari point yang kedua ini adalah Ciri kedua dari oang yang mendustakan agama adalah orang yang melarang orang lain memberi makan kepada orang miskin. Secara moral ini bukan merupakan tindakan yang baik dan Allah membenci perbuatan seperti ini.
Pada Al Quran surat Al Baqarah ayat 215 yang artiya : “Mereka bertanya kepada mu tentang apa yang mereka nafkahkan .Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak,kaum kerabat,anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”
Ayat ini jelas bukan !! dan seharusnya kita jangan terlalu khawatir degan harta yang kita miliki hilang atau kita jatuh miskin karena kita menafkahkan orang lain.Rezeki, umur, dan jodoh Allah yang mengatur semuanya, jika Allah menghendaki kita miskin mudah bagi Allah untuk melakukanya.
Sekarang yang perlu kita lakukan adalah bersyukur atas segala yang nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dan jangan lah terbesit dalam diri rasa iri dan sombong karena hal itu adalah tanda orang yang tidak mau bersyukur sesuai dengan jajni Allah dalam Alquran surat Ibrahim ayat 7 yang artinya :
Dan (ingatlah juga),tatkala Tuhanmu mema’lumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur ,pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih”.ini merupakan janji Allah yang pasti akan ditepati oleh Allah.
Ada satu hal lagi yang perlu ditekankan pada point yang kedua ini, janganlah kita membeda-bedakan orang karena harta kekayaan yang dimilikinya baikk yang kaya atau pun miskin.Di mata Allah kekayaan tidak ada artinya, hanya tingkat ketakwaanlah yang membedakan kita .Semakin tinggi ketakwaan kita maka semakin tinggi derajat kita dihadapan Allah, dan sebaliknya.Dan ingat lah prinsip bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah, maksudnya lebih baik kita memberi daripada menerima atau meminta sekali pun kita miskin berusahalah untuk tidak menunggu bantuan orang lain.
Allah pulalah yang menentukan kadar rezeki hambanya ini dijelaskan didalam Al Quran surat Az-zumar ayat 52, artinya : “Dan tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki dan menyempitkan bagi siapa yang yang dikehendaki-Nya ?.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.” Jadi jangan pernah protes atas rezeki yang Allah berikan untuk kita, percuma saja karena Allah yang menentukan.

C.    Orang yang melalaikan sholat
Ciri yang ketiga dari orang yang mendustakan agama adalah oarng yang melalaikan sholatnya. Ayo, siapa diantara adik-adik yang sholatnya masih bolong-bolong ? Subuh kesiangan, Dzuhur kesibukan, Ashar kealpaan, Maghrib kecapaian, Isya ketiduran lalu kapan mau sholatnya ???.Ayat ke empat dan kelima dari surat Al Mauun ini merupakan peringatan bagi mereka yang melalaikan sholat tergolong kedalam orang yang mendustakan agama. Apa jadinya ! bagai orang yang tidak melaksanakan sholat, jika oarang yang melalaikan sholat saja sudah dikategorikan sebagai orang yang mendustakan agama ?? Semoga kita semua tidak termasuk kedalamnya .Amiin.
Jika kita sudah mengaku bahwa diri kita adalah seorang muslim maka ada lima kewajiban yang harus kita kerjakan yaitu ; pertama mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan kesaksian bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.
Kita yang ketika dilahirkan sudah berada dalam keluarga yang islami maka tidak perlu lagi kita mengikrarkannya cukup dibaca didalam sholat atau pun do’a sedangkan untuk orang yang baru masuk kedalam islam maka wajib diikrarkan dan dIsaksikan oleh beberapa orang, karena pada hakekatnya semua manusia sebelum dilahirkan kedunia dirahim mereka sudah bersaksi dan terlahirdalam keadaan yang suci, kedua orang tuanya lah yang menjadikannya seorang nasrani atau pun majusi.
Kewajiban kedua adalah sholat, dimana sholat yang wajib kita kerjakan adalah sholat yang lima waktu yaitu subuh, dzuhur, ashar, magrib, isya. Kelima sholat ini jangan sampai dilalaikan apalagi ditinggalkan dalam keadaan apapun kecuali bagi wanita yang sedang haid ,orang gila, orang yang bukan muslim alangkah baiknya jika sholat-sholat sunahnya pun dilaksanakan. Jadi sangat jelas sekali jika kalian sedang tidak haid bagi wanita, tetapi kalian muslim tidak melaksanakan sholat maka dapat dikatakan kalian adalah orang gila ! Mau disebut orang gila ??.
Ada sebuah cerita menarik yang mungkin bisa menjadi motivasi bagi kita untuk dapat meningkatkan ibadah sholat kita. Begini ceritanya, ada seseorang hamba Allah yang telah meninggal, ketika di alam kubur digambarkan surga yang indah sebagai tempatnya nanti, di dalam surga tersebut terdapat banyak pintu yang menunggu orang-orang yang sholeh dan sholehah.
Namun ada satu kejanggalan yang terjadi pada hamba Allah yang tadi, semua pintu yang ada di surga tersebut memanggil untuk masuk kedalammnya. Hamba Allah itu bebas untuk memilih surga yang mana saja. Subhanallah. Sebenarnya apa yang terjadi hingga semuanya seperti itu? Ternyata selama hidupnya ia tidak pernah meninggalkan sholat bahkan melalaikannya saja tak pernah. Ia selalu berusah untuk sholat tepat pada waktunya, ketika adzan belum sampai dikumandangkan namun telah masuk waktunya sholat maka ia akan meninggalkan aktivitas yang dilakukannya untuk mengerjakan sholat. Bisakah kita seperti itu ?? insya Allah jika kita mau terus berusaha dan berlatih sholat tepat pada waktunya.
Kewajiban ketiga sebagai seorang muslim yaitu menjalankan puasa, terutama puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh. Kakak yakin untuk kewajiban yang satu ini adik-adik sudah secara penuh melaksanakannya walau pun ada sebagian diantara kalian yang puasa hanya karena perintah orang tua, ikut-ikutan, atau mengharapkan baju baru keika lebaran nanti , benarkan ???.
Tapi tiadak apa-apa, namun untuk kedepannya harus diniatkan untuk mendapatkan ridha dari Allah, dan niat karena Allah ini tidak hanya dilakukan ketika puasa saja tetapi diseluruh aktivitas kita kerjakan.
Dan yang ke empat adalah membayar zakat, untuk point yang ini akan kita bahas diakhir nanti karena terkait dengan point kelima dari ciri-ciri orang yang mendustakan agama. Kewajiban kelima adalah melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu, yang tidak mampu jangan memaksakan diri.
Itu tadi adalah lima kewajiban yang harus kita kerjakan sebagai seorang muslim sekarang kita kembali kepada pokok pembahasan orang-orang yang melalaikan sholat. Pada hakekatnya Allah tidak butuh akan semua amal yang kiat lakukan karean Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa, Dia mempunyai segala-Nya, kitalah yang justru perlu akan amal-amal tersebut sebagai bekal di hari akhir nanti.
Ada yang perlu direnungkan, bahwa kita hidup di dunia ini tidak pernah tahu sampai kapan, mungkin saja sejam lagi kita akan meninggal, atau sebulan lagi, atau bahkan entah beberapa tahun lagi. Kalau kita selalu menunda-menunda ibadah atau melalaikan kewajiban kita sebagai muslim, lalu apa yang akan kita bawa sebagai bekal dihari akhir nanti ?.Mulai sekarang kita azamkan dalam hati kita untuk tidak menunda kewajiban kita sebagai muslim.jadi kalau sudah waktunya sholat langsung kita mengerjakannya jangan ditunda lagi karena kita tidak tahu apa yang terjadi setelah ini.
Bahkan alangkah baiknya jika sesaat sebelum waktu sholat dimulai kita sudah berwudhu bersiap-siap untuk menanti melaksanakan sholat. Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang seperti ini. Sekarang pertanyaannya bisa kah kita seperti ini ??? Insya Allah.

D. Orang berbuat Riya
Riya adalah melakukan suat amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah swt akan tetapi hanya sekedar untuk mencari pujian atau kemansyhuran dimasyarakat semata. Riya ini termasuk kedalam penyakit hati (bukan liver) yang terkadang kita sendiri tidak pernah menyadarinya. Sifat inilah yang terbesit di dalam hati kaum munafik disetiap amal ibadah yang dilakukannya.
Ada yang sholatnya ingin mendapatkan pujian dari calon mertua sehingga sholatnya dilamakan,bacaanya dipanjang-panjangkan hingga terlihat fasih dan khusu, ada yang sholatnya ingin mendapatkan pria idamannya, karena pria itu rajin sholatnya, dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya yang tersembunyi ketika sholat.
Sedikit saja terlintas dalam hati kita, ketika melakukan amal perbuatan bukan dilandasi karena ridha dari Allah maka amal perbuatan yang kita lakukan akan percuma saja.Oleh karena itu hati-hatilah disetiap melakukan pekerjaan jagalah selalu niat kita, jangan sampai melenceng kemana-mana hingga akhir pekerjaan itu. Sesuai dengan hadit yang diriwayatkan oleh Imam Buhkrori dan Muslim “Bahwa segala sesuatu itu tergantun nitanya” (kurang lebih bunyinya seperti itu). Memang niat itu spele kelihatannya namun niatlah yang menentukan hasil dari segala amal perbuatan kita.
Sebenarnanya masih banyak penyakit hati lainnya, yang setiap saat dapat mengtori hati kita, seperti sombong, angkuh, Ri’a. Oh ya! Bedakan antara Riya dan ri’a, kalau Ri’a itu pengertianya sombung, angkuh. Sedangkan Riya adalah yang tadi melakukan pekerjaan bukan karena mencari keridhaan Allah swt. Untuk mencegah agar penyakit hati tidak merusak keimanan kita maka banyak-banyaklah berdzikir atau sering mengingat Allah, insya Allah hati kita akan tejaga.Menurut Imam Al-ghazaly “berdikir yang baik adalah lima menit sekali” namun kalau bisa setiap menit yang kita miliki hendaklah berdzikir kepada Allah.

E. Orang yang enggan (menolong dengan) barang-barang berguna
Sebagian mufassirin mengartikan enggan menolong dengan barang–barang berguna adalah enggan untuk mengeluarkan zakat.Pada hal seperti yang kita ketahui bahwa membayarzakat adalah asalah satu kewajiban yang harus kita kerjakan, apabila orang itu tidak mampu untuk membayar zakat maka Islam telah mengatur semuanya, ada keringan-keringan bagi orang seperti itu.
Zakat yang wajib dibayar adalah zakat fitrah, biasanya dikeluarkan menjelang Idul Fitri karena dengan zakat ini dapat mensucikan diri kita dari dosa-dosa dan menyempurnakan puasa yang telah kita lakukan selama satu bulan penuh. Selain zakat fitrah ada zakat harta, zakat ini di tujukan kepada mereka yang memiliki kekayaan baik berupa perkebuna, peternakan, perikanan, harta benda dan yang lainnya, apabila telah sampai batas yang telah ditentukan (atau nisabnya) .
Dengan adanya zakat ini dapat menumbuhkan kasih sayang sesama manusia karena orang-orang kaya dan saling berbagi dengan si miskin , dan orang miskin dapat tertolong. Sehingga lama kelamaan perbedaan kaya dan miskin tidak nampak. Masih banyak manfaat lainnya dari zakat , semua itu akan terwujud apabila dilakasanakan sesuai dengan aturan islam dan yang berhak mendapatkan zakat benar-benar terpenuhi. Didalam Islam dijelaskan siapa saja yang berhak mendapatkan zakat, ada 8 golongan dijelaskan didalam Al Quran surat At-Taubah ayat 60 yaitu :
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,orang-orang miskin, pengurus –pengurus zakat, para muallaf, yang dibujuk hatinya untuk (memerdekan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Dan besarnya zakat yang akan dikeluarkan, baik zakat harta atau pun zakat fitrah besarnya telah diatur semuanya.
Kesimpulanya jika kita memiliki harta benda yang berlebih dan sudah sampai batasnya alangkah baiknya kita sisihkan dahulu untuk zakat karena khawatir di dalam harta yang kita miliki ada hak nya orang lain, takut jika harta itu termakan oleh kita maka kita sama saja memakan harta yang bukan menjadi hak kita, oleh karena itu kita wajib membersihkan harta kita.

KESIMPULAN
Kita tidak pernah tahu sampai kapan umur kita akan berakhir, Jangan samapai umur yang sedikit ini kita habiskan untuk kesenangan duniawi semata, tanpa sedikit pun memikirkan hari akhir. Berlomba-lobalah didalam melakukan kebaikan dan awali lah setiap amal perbuatan dengan niat karena Allah hingga pekerjaan itu selesai, serta jangan lalaikan apa pun yang sudah menjadi kewajiban kita semua.
Berdoalah semoga Allah melindungi kita selalau dan tidak menggolongkan diri kita kedalam orang-orang yang mendustakan Agama Allah (Naudzubillahiminzalik).

PENUTUP
Mungkin cukup sekian materi kali ini, semoga adik-adik tidak merasa puas dengan apa yang telah diberikan sehingga ada keinginan untuk mencari ilmu yang lebih dalam, Pada materi ini kita memang hanya mengabil garis besarnya, karena kita hanya mentadaburinya saja bukan menafsirkan, sehingga ini saja yang dapat di berikan .
Apabila ada kesalahan atau pun kehilapan maka tolong dimaafkan, karena kebodohan, kesalahan dan kehilapan itu datangnya dari hamba Allah yang bodoh ini. Dan bila ada suatu kebenaran maka itu datangnya dari Allah swt, Dzat Yang Maha Agung akan Kekuasaan-Nya. Kita tutup mentoring ini dengan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah).

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
By Anonim Bogoriense (Kumpulan Materi Mentoring Islam SMP)

About these ads

4 Tanggapan to “Tadabur QS. Al Ma’uun : 1-7”

  1. Hamba Allah Says:

    Alhamdulillah. Trimakasih saudaraku. Smoga kita smua slalu dalam bimbinganNYA. Amin

  2. Sholehah Says:

    Alhamdulillah, karena ada layanan internet ini, bisa menambah ilmu pengetahuan juga mendekatkan diri pada Allah Swt.

  3. shofi sumari Says:

    afwan saya ikut makai materi ini

  4. ivany Says:

    terima kasih atas informasinya,,,tapi,,,bisakah anda menjelaskan azbabun nuzul surah AL MA’UN ini dengan menyimpulkan pendapat beberapa ahli


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: