Sombong


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adik-adik sekarang kakak punya cerita yang seruuuu…banget. Mau dengerin nggak?
Mau dong yah. Nah ceritanya tentang contoh manusia yang sombong. Ada yang tahu nggak manusia yang sombong pada zaman Nabi Musa? (tanya) Ya betul yaitu Raja Firaun yang terkenal kesombongannya itu. Nah mau tahu kan ceritanya?
Ceritanya, pada waktu itu Nabi Musa yang ditemani saudaranya Nabi Harun mendapat tugas dari Allah untuk menyampaikan risalah agar manusia menyembah Allah sebagai Tuhan semesta alam. Tugas ini terutama harus disampaikan kepada Firaun (yang mengasuh Nabi Musa di masa kecil) dan raknyatnya di Mesir.
Musa memasuki istana Firaun dan mulai mengajak Firaun untuk sadar, “Sesungguhnya engkau bukanlah Tuhan seperti katamu, dan bebaskanlah rakyatmu dari perbudakan”. Merah padam wajah Firaun dan berkata “Musa, sungguh engkau tidak tahu membalas budi. Aku asuh dan aku didik engkau sampai besar. Sekarang inikah balasanmu?”
Nabi Musa menjelaskan, “Sekarang ini Allah tuhan semesta alam telah mengangkat aku menjadi salah seorang diantara utusan-utusan-Nya”. Firaun tidak mau mendengar Nabi Musa dan bertanya, “Siapa itu Tuhan semesta alam?” Kemudian Musa berkata Dialah Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya”. Malah Firaun berkata, “Orang ini sudah gila”.
Kemudian Firaun memerintahkan para ahli tukang sihir untuk mengadu kekuatan dengan maksud untuk menghukum Nabi Musa dan Harun. Langsung saja tukang sihir melempar segala benda yang ada di tangan mereka dan berubah menjadi ular yang dengan cepat menghampiri Musa dan Harun. Pada saat itu kemudian Allah menyuruh Musa untuk melempar tongkatnya dan berubah menjadi ular yang besar dan memakan ular-ular tukang sihir. Kini para tukang sihir yang ketakutan luar biasa, “Ini bukan sihir” bisik mereka. Akhirnya mereka mengakui bahwa setinggi apapun kekuatan sihir mereka pasti akan dikalahkan oleh kekuatan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa. “Kami beriman kepada Tuhan Musa dan Harun”, para ahli sihir bersujud. Betapa marah Firaun melihat pembangkangan para tukang sihir, dengan geram ia berteriak “Memalukan! Pengecut! Kalian sungguh-sungguh telah menghinaku. Apakah kalian berani beriman kepada Tuahan Musa dan Harun tanpa izinku?” Firaun tetap sombong dan malah akan menghukum tukang sihirnya. Para ahli sihir itu pada akhirnya disiksa oleh Firaun sampai meninggal.
Firaun yang kejam terus mengancam para pengikut Musa dan Harun dengan hukuman dan siksaan. Dengan perintah Allah akhirnya Musa dan pengikutnya dari Bani Israel meninggalkan Mesir menuju Palestina. Setelah rencana disusun, pada suatu malam mereka berangkat dengan hati-hati takut diketahui oleh Firaun. Benar saja! Tak lama mereka pergi, kalangan istana mengetahui perjalanan mereka. Segeralah Firaun memburu disertai tentaranya. Orang-orang Bani Israel ketakutan karena mereka dikejar Firaun, di depan mata mereka tampak Laut Merah yang luas membentang. Kemudian Musa mendapat wahyu dari Allah agar memukulkan tongkatnya ke laut. Apa yang terjadi? Laut Merah terbelah dan membentang jalan. “Ayu cepat menyebrang! Perintah Musa. Mereka pun berlarian sampai ke ujung jalan, tetapi Firaun juga mulai mendekati mereka. Kemudian Musa diperintah Allah untuk memukulkan tongkatnya lagi ke lautan, dan jalan terbentang menjadi air laut kembali.
“Tolong….toloong!” dari tengah lautan terdengar jeritan orang-orang yang tengelam. Itulah Firaun dan para pengikutnya tak ingat lagi pada istana dan kekayaan yang mereka banggakan. Firaun yang selalu merasa dirinya Tuhan yang tidak bisa celaka atau mati, sekarang tak berdaya. Firaun berteriak memohon ampun, “Aku sekarang beriman kepada Allah. Tolonglah aku Musa! …Aku percaya engkau utusan-Mu …” suara Firaun timbul tenggelam ditelan ombak. Tetapi semuanya telah terlambat, Firaun tidak tertolong lagi.
Sebagai pelajaran untuk umat yang akan datang, Allah sengaja membuat jasad Firaun tetap utuh. Menurut QS. Yunus:92, jasad Firaun akan menjadi pelajaran bagi orang-orang agar tidak sombong dan takabur. Jasadnya telah dibalsem dan kini disimpan di Musium Mesir.
Iiih…sereem yah ceritanya, makanya kita jangan menjadi orang yang sombong seperti Firaun dan sampai tidak percaya adanya Tuhan. Sekarang tahu dong apa sih sombong itu?
Sombong merupakan arti dari takabur, dan dapat pula disebut congkak, angkuh, ujub, dan sebagainya yang mempunyai makna menolak apa-apa yang benar (haq) dan merendahkan orang banyak.
Penyebab orang berbuat sombong bisa bermacam-macam, contohnya karena:

1. Keturunan orang yang berderajat tinggi (anak raja, bangsawan, anak presiden, dan lain-lain)
2. Kelebihan fisik, kecantikan, ketampanan, kekuatan, dan sebagainya
3. Harta yang berlimpah (contohnya Qarun)
4. Kekuasaan
5. Merasa dirinya sorang yang alim atau berilmu
6. Merasa dirinya banyak melakukan kebajikan

Dari semua hal di atas jika tidak diiringi dengan rasa syukur kepada Allah, akan menjadikan pelakunya menjadi sombong karena penyakit di dalam hatinya dan keimanannya yang tidak sempurna. Sifat orang takabur adalah tidak mau menerima nasihat, menganggap perkataannya paling benar, tersesat jalannya, karena meniru kelakuan syaithan (QS. 2:34)
Dari cerita tadi dah jelas yah, kenapa kita tidak boleh sombong. Tahu nggak, kalau orang yang sombong/takabur itu berbahaya, gini nih bahayanya:

1. Akan dijauhi dan tidak disenangi oleh orang lain.
2. Mendapat murka dari Allah karena hanya Allah-lah yang berhak untuk itu.
3. Seperti keadaan orang kafir dan munafik yang tidak mau beriman kepada Allah


Hadist tentang takabur:
Dari Ibnu Ma`ud, Nabi saw bersabda, “Tidak dapat naik surga, orang yang isi hatinya ada seberat zarrah dari sombong”. (HR Muslim)
Dari Abu hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga macam manusia kelak di hari kiamat, Allah tidak akan mengampuni dosanya, tidak akan merahmatinya, bagi mereka disediakan siksa yang amat pedih, yaitu (1) tua bangka yang berbuat zina, (2) penguasa yang mendustakan rakyatnya, dan (3) orang miskin yang sombong”. (HR Muslim)

Referensi

· Hadori Noor. 1986. 25 Dosa dan Larangan dalam Islam. Bandung: PT Al Ma`arif.
· Moh. Abdai Rathomi. 1976. 3 Serangkai Sendi Agama. Bandung: PT Al Ma`arif.
· Terjemah Riyadush Sholihin. Penerbit Mahkota Surabaya.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Shalat Berjamaah


Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Adik-adik, pernah ‘nggak merasa enaknya makan bareng-bareng dibandingkan dengan makan sendirian. Pernah khan…? Pasti pernah donk. Yap,..menurut survey dilapangan makan bareng-bareng itu lebih enak daripada makan sendiri. Kita bisa kumpul bareng, tukeran lauk pauk dan masih banyak laagi. Sama halnya dengan shalat, shalat juga laebih baik dikerjakan dengan bareng-bareng yang biasanya kita sebut dengan…..?. Apa coba…? Iya pinter. Shalat berjamaaah.
Shalat berjamaah itu hukumnya sunat mu’akad, artinya jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak disiksa. Hukum ini berlaku dalam shalat fardhu, adik-adik.. tahu khan yang termasuk shalat fardhu itu apa aja…? Betul sekali, yaitu shalat subuh, dzuhur, ashar magrib dan isya. Lain halnya dengan shalat-shalat yang lain, hukum shalat berjamaah itu ada yang fardhu kifayah, jika sebagian orang yang mengerjakan maka gugurlah fardhu itu bagi orang lain misalnya pada shalat jenazah. Selain itu ada juga yang fardhu ‘ain, artinya diberi pahala jika dikerjakan dan disiksa jika ditinggalkan, misalnya shalat jum’at. Dan sebagainya.
Rasulullah bersabda, “Tidak ada tiga orangpun dalam suatu kampung atau gurun yang tidak didirikan shalat berjamaah diantara mereka itu, kecuali mereka itu telah dipengaruhi oleh syaitan. Maka berjamaahlah kamu, karena sesungguhnya serigala itu hanya memakan kambing yang terpencil dari kelompoknya”. (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai dan Al Hakim)
Ihh… seraam yach adik-adik…, kalau misalkan kambing kita lagi sendirian serigala akan mudah menangkap kambing kita. Coba kalau kambingnya banyak serigala akan takut dech,..! (wallahualam) Lho.. kok jadi cerita serigala.
Adik-adik,..shalat berjamaah itu punya banyak keutamaan, beberapa diantaranya bisa kita tahu lewat cerita-cerita ini:
J Dari Ubay bin Kaab ra, pada suatu hari Rasulullah mengimami shalat subuh, kemudian beliau bertanya, “Apakah si fulan datang?” Para sahabat menjawab, “Tidak”. Nabi saw berkata lagi, “Apakah si fulan datang?” Para sahabat menjawab, “Tidak”. Nabi saw bersabda, ” Sesungguhnya dua (rakaat) shalat ini merupakan shalat yang paling berat bagi orang munafik, sekiranya kalian mengetahui keutamaan yang ada pada keduanya niscaya kalian akan menghadirinya sekalipun dengan merangkak. Dan sesungguhnya barisan pertama seperti barisan para malaikat dan sekiranya kalian mengetahui apa keutamaannya niscaya kalian segera mendatanginya dan sesungguhnya shalat seseorang bersama satu orang lebih baik dari shalatnya sendirian dan shalatnya bersama dua orang lebih baik dari shalatnya bersama satu orang dan semakin banyak maka semakin dicinta Allah azza wajalla”. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Nasa”i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hitban)
Subhanallah yach, adik-adik …. ternyata semakin sering kita shalat berjamaah, Allahpun akan semakin mencintai kita. Ayo…siapa yang pengen lebih dicintai oleh Allah? …semuanya pengen khan! Yuk,… kita berlomba–lomba shalat berjamaah.

J Berkata Ibnu Mas’ud ra, “Kami memandang bahwa orang yag tidak suka shalat berjamaah itu adalah orang munafik yang nyata kemunafikannya. Sungguh pernah terjadi seorang laki-laki dipapah oleh dua orang sehingga orang itu dimasukkan ke dalam syaf”. (HR Muslim)

J Aku mendengar Itban Ibnu Malik Al Anshari mengatakan:
“Nabi saw meminta izni (masuk rumahku) lalu akupun meminta izin beliau. Maka kata beliau, ” Tempat manakah dari rumahmu yang engkau suka aku shalat di dalamnya?” Lalu aku tunjukkan kepada beliau tempat yang aku sukai. Maka berdirilah beliau dan kamipun berbaris di belakang beliau. Lalu beliau shalat dua rakaat, kemudian salam dan kamipun salam”. (HR Al Bukhari)

J Rasulullah saw bersabda, “Shalat seseorang dengan berjamaah itu melebihi shalatnya di rumah atau di pasar sebanyak 25 kali lipat. Sebabnya ialah bila ia berwudhu dilakukan dengan baik lalu pergi ke mesjid sedang kepergiannya itu tidak lain hendak shalat semata-mata, maka setiap langkah yang dilangkahkannya diangkatkanlah kedudukannya satu derajat dan dihapuskan dosanya sebuah. Dan jika ia sedang shalat maka para malaikat mamohonkan untuknya rahmat selama ia masih ditempat shalat itu selagi ia belum berhadast, kata mereka, “Ya Allah, berilah orang ini rahmat, Ya Allah, belas kasihilah ia! Dan orang yang dianggap sedang bershalat, semenjak ia mulai menantikannya. (Diriwayatkan olah Bukhari dan Muslim)

Adik-adik..tadi kita udah denger khan semuanya. Sebenarnya masih banyak lagi lho..! Sampai disini ada yang mau ditanyakan? Alhamdulillah tidak ada yang mau bertanya, berarti semuanya udah pada ngerti khan ? Tapi jangan-jangan……..pura-pura ngerti atau….karena malu. Khusus buat yang malu, coba dech …jangan malu-malu nanti malu-maluin (he..he.. becanda kok )

Ok…kita lanjutkan yuk! Jadi apa coba yang dapat kita peroleh dari shalat berjamaah, tapi selain yang udah disebutkan sebelumnya lho..! Iya betul..! Shalat berjamaah itu merupakan sarana perkenalan yang paling menonjol diantara kaum muslimin, disamping itu merupakan salah satu bentuk persaudaraan insani dan persamaan. Orang-orang yang shalat itu, yang putih berdiri disamping yang hitam, yang kaya berdiri disamping yang fakir, pemimpin berdiri disamping yang dipimpin, semuanya tunduk beribadah kepada Allah dan memohon dirinya petunjuk ke jalan yang lurus. Lalu yang tadinya disibuki dengan aktivitas yang padat dan jarang sekali bertemu dengan tetangga dapat saling bertemu. Oleh karena itu melalui shalat berjamaah (tentunya dengan shalat berjamaah di Mesjid donk!) kita dapat bertemu dengan tetangga kita, bisa lebih kenal. Kalau sudah begitu kita atau tetangga kita jika mendapat masalah ataupun kesulitan, kita bisa saling membantu dan tolong menolong sehingga Ukhuwah Islamiyah akan lebih maju.
Nah…adik-adik mungkin itu saja yang dapat kakak sampaikan. Mudah-mudahan pertemuan kali ini dan pertemuan-pertemuan selanjutnya menjadi saran intropeksi bagi kita semua untuk menjadi yang lebih baik (Amiiin). Dan jangan lupa ……SHALAT BERJAMAAH……OK….!!!!!!!!
Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Sedekah … Siapa Takut


Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hallo adik-adik yang manis, apa kabar …. ? Semoga kalian semua berada di dalam lindungan Allah swt (Amiiin ). Bagaimana, apakah kalian siap untuk mendengarkan materi kali ini ? Jika belum maka kalian harus lebih dahulu mempersiapkan hati, pikiran dan jiwa kalian agar dapat berkonsentrasi pada materi kali ini. Ok ! Sudah siap??!
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya pantas kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, yang telah memberikan kepada kita semua rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat melangkahkan kaki kita ke majelis yang dipenuhi oleh para malaikat-malaikat Allah, yang berdoa untuk kebaikan kita. Tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita, suri teladan kita Nabi Besar Muhammad saw serta para sahabatnya dan orang-orang yang selalu senantiasa berada di jalan-Nya. Untuk memulai alangkah baiknya kita bersama-sama membaca Basmallah. Bismillahirahmannirahim.
Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu hal yang akan nemenin kita kalo kita udah di liang kubur, yaitu sedekah jahriyah.
Adik-adik tahu ‘nggak kalau Islam itu mengajarkan kita supaya menyayangi sesama. Terutama si kaya supaya memperhatikan nasib si miskin. Nah realisasinya yang konkrit yaitu dengan membayar zakat dan sedekah. Sebenarnya zakat dan sedekah ini memiliki makna yang sama, yaitu penyantunan. Bedanya itu, zakat adalah kewajiban yang harus dibayar dalam satu tahun, sedangkan sedekah yaitu bantuan yang diberikan oleh siapa saja, kapan saja, berapa saja, tergantung dengan kemampuan orang tersebut.
Bersedekah itu didalam Islam sangat dianjurkan, sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya: “Bersedekahlah kamu, karena sedekah dapat membebaskan kamu dari api neraka “. (HR. Ath Thabrani).
“Barangsiapa yang diminta dengan ridho Allah lalu dia memberi, maka dituliskan baginya 70 kebaikan.” (HR. Ibnu Addiy dari Jabir)

Subhanallah yach, dengan bersedekah bisa membebaskan kita dari api neraka. Tentunya sedekah itu harus disertai dengan niat yang tulus dan ikhlas Lillahi ta’ala., agar sedekah kita tidak sia-sia. Ada beberapa kisah tentang sedekah pada zaman Rasulullah.
1.   Banyak cara bersedekah
Abu Dzar ra mengatakan, beberapa orang sahabat Nabi Muhammad saw pernah bertanya kepada beliau, “Kaum hartawan dapat memperoleh harta yang lebih banyak, mereka shalat seperti kami shalat. Mereka puasa seperti kami berpuasa, dan dapat bersedekah dengan sisa harta mereka”.
Mendengar keluhan para sahabat, Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah swt telah memberi berbagai macam cara untuk bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah. Setiap kalimat takbir adalah sedekah. Setiap kalimat tahmid adalah sedekah. Setiap kalimat tahlil adalah sedekah. Mengajak kepada kebaikan dan melarang kejahatan (amar ma’ruf dan nahi munkar) adalah sedekah”.
Wah ternyata sedekah itu tidak sulit yach, sedekah itu tidak memberatkan kita sama sekali. Jadi kita tidak perlu mengeluh jika tidak punya sesuatu untuk disedekahkan, karena setiap amal yang baik dan berguna juga tidak sulit dilakukan oleh kita. Semua hal baik bisa menjadi sedekah.
2.   Sedekah tidak mengurangi kekayaan
Abu Hurairah ra, memberitahukan, bahwa Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Allah berfirman kepadaku, berinfaklah kamu maka Aku akan berinfak kepadamu”. Selanjutnya Rasullah saw bersabda, “Pemberian Allah selalu cukup dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam”. Pernahkah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang dinafkahkan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ditangan Allah tidak akan berkurang karenanya Arsyinya diatas air, sedangkan ditangannya yang lain maut yang selalu naik turun (HR. Muslim)
3.   Sedekah membuka pintu surga
Pada zaman Nabi Isa, tersebutlah seseorang dengan julukan Mal`um yang terkenal dengan kikirnya. Suatu hari datanglah kepadanya pejuang yang akan pergi perang.”Berilah aku senjata untuk berperang demi keselamatanmu dari api neraka”, ujar sang pejuang.
Mal’um tidak memperhatikan permintaan tersebut. Setelah pejuang itu pergi, pejuang itu bertemu dengan Nabi Isa bersama seorang Abid (ahli ibadah selama 70 tahun). “Hai, pejuang”, tegur Nabi Isa as. “Dari mana kau dapatkan pedang itu?” “Dari Mal’um”, jawabnya.
Nabi Isa gembira mendengarnya, bertepatan dengan itu Mal`um sedang duduk di depan pintu rumahnya. Seketika ia berdiri menyambut Nabi Isa bersama Abid itu.
“Aku akan segera pergi (menjauhinya) sebelum terbakar dengan api”, kata si Abid. Saat itu turunlah wahyu, “Hai Isa katakanlah kapada hambaku (Mal’um) bahwa aku sudah mengampuni dosanya karena sedekah pedangnya itu dan karena dia senang kepadamu. Juga sampaikan kepada Abid tersebut bahwa dia adalah kawanmu kelak di surga”. Mendengar berita dari Nabi Isa, si Abid menjawab, “Aku tidak rela berkawan dia di surga “. Lalu turun wahyu, “Hai Isa, katakan kepada Abid itu karena dia tidak rela atas keputusan-Ku dan menghina orang, maka mulai saat ini kujadikan dia penghuni neraka kelak. Dan orang yang semula disebut Mal’um (orang yang sangat kikir) kini menggantikan tempat si Abid di surga kelak”
4.    Sedekah mendatangkan berkah
Suatu saat, sepulang dari rumah Rasulullah saw, Ali menemui Fatimah istrinya “Wahai wanita mulia, apakah kamu punya makanan untuk suamimu?”.”Demi Allah aku tidak punya sesuatu”, jawab Fatimah. “Ini ada enam dirham dari Salman ketika aku memintal. Akan kubelikan makanan untuk Hasan dan Husein. “Biar aku saja yang beli, mana uang itu ?”. Fatimah segera menyerahkan enam dirham kepada Ali, sesaat kemudian Ali kembali untuk membeli makanan. Di tengah jalan, Ali bertemu seorang laki-laki yang mengatakan, “Siapa yang mau meminjami Tuhan Yang Maha Pengasih dan selalu menepati janji?” Tanpa berfikir panjang Ali menyerahkan uangnya yang enam dirham kepada laki-laki itu lalu ia pulang dengan tangan hampa Fatimah yang mengetahui hal ini hanya menangis.
” Wahai wanita mulia kenapa menangis?”
“Wahai Ali, engkau pulang tanpa membawa sesuatu?”
“Wanita mulia aku telah meminjamkannya kepada Allah.”
“Kalau begitu, sunguh aku mendukung perbuatanmu”.
Ali kemudian keluar rumah lagi, berniat menemui Rasulullah saw. Di tengah jalan ia dihampiri seorang Badui yang menuntun seekor unta. “Hai Abu Hasan, belilah unta ini”.
“Aku tidak punya uang ” jawab Ali
“Engkau bisa membayarnya kapan saja”.
“Berapa?”. Tanya Ali berminat
“Tidak mahal, 100 dirham”.
“Baiklah aku beli”, kata Ali yang kemudian melanjutkan perjalannya sambil menuntun unta. Baru beberapa langkah ia berjalan kaki seorang Badui lain menghampirinya.
“Hai Abu Hasan”, tegur badui itu. “Apakah unta ini engkau jual?”
“Ya”
“Berapa?”
“300 dirham”.
“Baiklah aku beli”, Badui itu mengambil alih tali unta dan membayarnya kontan 300 dirham. Selanjutnya Ali segera pulang mengabarkan peristiwa yang baru dialaminya kepada Fatimah.
“Apakah yang kau bawa itu, wahai Abu Hasan?”sambut Fatimah.
“Wahai putri Rasul, kubayarkan unta dengan lain waktu seharga 100 dirham lalu kujual unta itu 300 dirham kontan”.
“Aku setuju”, komentar Fatimah.
Selanjutnya Ali segera menemui Nabi Muhammad di Mesjid. Melihat Ali memasuki Mesjid, Rasulullah tersenyum.
“Abu Hasan, tahukah engkau, siapa Badui yang menjual unta dan Badui yang membeli unta tadi?”tanya Rasulullah saw.
“Tidak”, Ali menggeleng .”Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”.
“Berbahagialah kamu. Kamu telah meminjamkan enam dirham kepada Allah. Allah memberimu 300 dirham tiap satu dirham,” papar Rasulullah saw. Selanjutnya beliau menceritakan, “Badui yang pertama menemuimu itu ialah Jibril dan yang terakhir Mikail”.
Nah, setelah mengetahui kisah-kisah ini, semoga kita tergugah untuk memperhatikan nasib sesama. Serta membantu saudara-saudara kita seiman yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Sebab siapa lagi yang sudi mengulurkan tangan kepada meraka kalau bukan kita? Dan semua itu hendaklah kita lakukan semata mata untuk menyempurnakan iman kita kepada Allah swt. Tul ‘nggak……!
Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By Anonim Bogoriense

Rasulullah Idolaku


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tahu gak siapa Muhammad itu? Yang jelas Muhammad yang ini pasti bukan tukang cendol di depan sekolah atau tukang sol sepatu yang ngider di kompleks rumah kamu. Muhammad yang ini adalah Rasul dan Nabi kita, yang udah Allah jadiin sebagai suri teladan buat seluruh manusia, termasuk kamu!!! Muhammad tuh bukan Malaikat, apalagi hanya seorang Songoku. Yang jelas, beliau itu cuma manusia biasa, bedanya beliau itu utusan Allah (Nabi) yang panggilannya ‘Rasulullah’.
Kata para sahabat, Rasul itu lebih indah dari bulan purnama dan jalannya itu cepet!! Bahkan ada sahabat yang sampe kecape’an ngikutin jalannya Rasul, padahal Rasulullah sendiri masih tenang-tenang aza saat itu, cuman cepetnya beliau itu bukannya cepet yang terburu-buru kayak ada yang ngejar.
Nah, kan ada pepatah yang bilang bahwa tak kenal maka tak sayang. Sekarang kita simak sekelumit sifat-sifat beliau, cuman sekelumit looh! Kalo semuanya bisa-bisa mentoringnya seharian atau mungkin ratusan… (leebih!!!) O..k deh, kita mulai aza supaya cepet bisa kita contoh dan terapin.
Sifat Rasul yang pertama adalah :

A. Kesabaran

Waktu perang Uhud (tau khan perang Uhud yang mana?) ada cerita, kaya’ gini ceritanya.
Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah berada di antara tujuh orang Anshar dan dua orang Muhajirin pada waktu perang Uhud. Orang-orang musyrik menekan sampai mendekati Nabi. Salah satu di antara mereka melemparkan sebuah batu yang menimpuk hidung dan gigi serta melukai wajah beliau. Darah segar berleleran dari luka-luka itu. Orang musyrik yang menimpuk beliau berkoar-koar bahwa Rasulullah sudah terbunuh. Orang-orang Islam menjadi kacau-balau. Sebagian ada yang kembali ke Madinah. Sisa orang yang berjaga di atas bukit berbaur dengan para sahabat. Mereka tidak tahu apa yang mesti mereka lakukan.
Rasulullah segera mencabut anak panah dari sarungnya lalu diberikan kepada Sa’ad bin Abi Waqash seraya berkata, “Dengan tebusan ayah dan ibuku, tembaklah!” Abu Thalhah Al-Anshary yang berperang di samping Rasulullah SAW adalah seorang penembah jitu. Setiap ia menembakkan anak panah, beliau memandang ke mana anak panah itu mencari mangsa.
Pada situasi yang kritis seperti ini, ada sebagian orang-orang Islam (dari kelompok munafiqin) yang lari menghindar. Sehingga yang bersama Rasulullah tinggal beberapa orang dalam jumlah yang kecil. Beliau tetap sabar dan memimpin pasukannya menghadapi musuh yang jumlahnya jauh lebih besar, yaitu sebanyak 3000 personil.
Kenyataannya, Rasulullah tidak kalah. Dengan mengerahkan segenap keberanian, beliau dan orang-orang Islam tetap terus bangkit. Hingga akhirnya orang-orang musyrik baru menyadari bahwa kerugian mereka lebih besar daripada keuntungan yang diimpikan. Kesabaran macam apakah ini?
Perlu pula ditambahkan bahwa orang-orang musyrik yang mengumumkan kematian beliau, berkoar-koar ke sana ke mari. Beliau tidak tahu persis siapa yang berbuat seperti itu. Itulah gambaran kesabaran dalam menghadapi suasana kritis, dan tidak membuat pelakunya melalaikan tanggung jawab.
Coba bayangin, Rasulullah waktu itu kan udah luka-luka tuh… pasukannya juga udah ‘gak imbang lagi lawan jumlah tentara musuh. Kalo diibaratin maen bola mungkin keadaannya kayak 11 orang vs 5 orang kali (ka..li???! bener lagi…) Bayangin deh kalo maen bola posisi kita kayak gitu banyak yang kena kartu merah, bisa-bisa nangis deh (kalo gak nyerah itu juga…). But what had happen back then, Rasulullah tetap istiqamah, sampe Allah menentukan. Maka begitu pula kita… kita harus sabaran, jangan cepet marah kalo lagi emosi, jangan cepet putus asa kalo ngadepin kesulitan, pokoknya sabar deh… asal jangan sabar terus tapi gak pernah berusaha, itu mah dodol!!!

Terus sifat beliau yang kedua adalah :

B. Kasih sayang

Setelah merasakan berbagai siksaan dan penderitaan yang dilancarkan kaum Quraisy, Rasulullah berangkat ke Tha’if, mencari dukungan dan perlindungan dari Bani Tsaqif, dan mengharap agar mereka dapat menerima ajaran yang dibawanya dari Allah. Setibanya di Tha’if, beliau menuju tempat para pemuka Bani Tsaqif, sebagai orang-orang yang berkuasa di daerah. Beliau berbicara tentang Islam dan mengajak mereka supaya beriman kepada Allah. Tapi ajakan beliau itu ditolak mentah-mentah dan dijawab secara kasar. Kemudian Rasulullah bangkit meninggalkan mereka seraya mengharap supaya mereka menyembunyikan kedatangan ini dari kaum Quraisy, tetapi mereka pun menolaknya.
Mereka lalu mengerahkan kaum penjahat dan para budak untuk mencerca dan melemparinya dengan batu sehingga mengakibatkan cedera pada kedua kaki Rasulullah. Zaid bin Haritsah berusaha keras melindungi beliau, tetapi kewalahan, sehingga ia sendiri terluka pada kepalanya. Rasulullah kembali dengan perasaan tidak menentu sehingga baru tersentak dan tersadar ketika sampai di Qarnu’ts-Tsa’alib. Lalu Rasulullah mengangkat kepalanya, dan tiba-tiba melihat awan menaunginya. Kemudian beliau pandang dan tiba-tiba muncul Jibril, memanggilnya seraya berkata “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan dan jawaban kaummu terhadapmu, dan Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan sesukamu.” Kemudian malaikat penjaga gunung memanggil Rasulullah dan mengucapkan salam kepadanya, lalu berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu; jika engkau suka aku bisa membalikkan gunung.Akhsyabin di atas mereka.” Rasulullah menjawab, “Bahkan aku menginginkan semoga Allah berkenan mengeluarkan dari anak keturunan mereka yang menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”
Bisa bayangin ‘gak, ada orang yang ditimpukin ama batu sampe berdarah-darah, malah ngedoain kebaikan buat orang nimpukin.!!? (bisa ‘gak ngebayanginnya…). Padahal waktu itu Malaikat Jibril udah nawarin jasanya buat ngegencet orang-orang Tha’if pake gunung!! Tinggal minta doang…, tapi itulah kasih sayang Rasulullah, bahkan sama orang-orang jahat sekalipun beliau masih menunjukkannya. Dan ternyata apa yang dido’akan Rasulullah terwujud, dengan banyaknya para pembela Islam dilahirkan di Tha’if.

And the third is…

C. Kelembutan

Salah satu sifat Rasulullah adalah… sifatnya yang lembut, tapi lembutnya bukan yang lemah gemulai. K’lo itu mah penari kali yah… Nah, ada cerita lagi mengenai gimana sih lembutnya Rasulullah. Gini nih ceritanya…
Ahmad meriwayatkan dari Aisyah R.A., ia berkata, “Satu kali pun Rasulullah tidak pernah memukul pembantu dengan tangannya, tidak pula memukul wanita dengan tangannya kecuali untuk berjihad di jalan Allah. Tidak ada yang lebih baik antara dua hal kecuali yang paling disenanginya melainkan yang paling mudah. Kalau menjadi perbuatan dosa, maka beliau adalah yang paling jauh dari perbuatan dosa. Beliau juga tidak mendendam untuk dirinya dari sesuatu yang diberikan kepadanya sehingga melanggar larangan-larangan Allah. Kalaupun mendendam hanya karena Allah semata. Abu Nu’aim meriwayatkan dari Aisyah R.A., ia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah sedang bersama para sahabat. Aku membuat makanan untuknya, begitu pula Hafsah. Namun Hafsah lebih terampil dariku, sehingga ia lebih cepat selesai dariku. Aku berkata kepada budak perempuan, “Segeralah kau pergi, dan tumpahkan mangkuk Hafsah!”
Ketika Hafsah hendak meletakkan mangkuknya di tangan Rasul, budak yang kusuruh segera menumpahkan mangkuk sehingga makanan di dalamnya berserakan di tanah. Beliau mengumpulkan makanan yang berserakan di tanah, lalu mereka pun memakan bersama. Aku bangkit menyodorkan mangkukku, lalu disodorkan Nabi kepada Hafsah seraya berkata, “Ambillah satu bejana untuk digantikan dengan bejanamu, lalu makanlah apa yang ada di dalamnya.”
“Aku tidak melihat sesuatu yang ganjil di wajah Rasulullah karena peristiwa ini.”
Nah itulah kelembutan Rasulullah, bayangin seorang majikan yang ‘gak pernah mukul pembantunya, seorang pemimpin yang tidak mendendam untuk dirinya, seorang suami yang baek bener sama istrinya.

Yang keempat adalah…

D. Kedermawanan

Rasulullah adalah seorang dermawan. Bahkan dalam catatan sejarah, beliau tidak pernah nolak ketika dimintain sesuatu. Ada juga ceritanya, gini nih ceritanya…
Ahmad meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah tidak pernah menolak suatu permintaan yang atas dasar Islam. Ia berkata, “Ada seorang laki-laki datang kepada beliau lalu meminta untuk memberikan sekumpulan domba yang sangat banyak jumlahnya yang memenuhi dua bukit dari domba-domba shadaqah. Orang itu kembali kepada kaumnya lalu berkata kepada mereka, “Wahai kaumku, masuklah Islam! Sesungguhnya Muhammad memberi suatu pemberian dan tidak takut miskin.”
Kita bisa melihat bagaimana dermawannya Rasulullah dan beliau tidak takut akan miskin, seandainya bila Rasul mau, beliau dapat minta kepada Allah agar diberikan harta yang banyak, dan pasti akan dikabulkan oleh Allah. Tetapi Rasul lebih menyukai kesederhanaan, dan dapat merasakan penderitaan orang-orang yang tidak mampu.

Dan yang kelima ialah :

E. Kerendahan Hati

Beliau ‘gak pernah sombong, bahkan sama orang yang musuhin dia sekalipun, walaupun ia seorang Nabi. Ada cerita kayak gini… Ady bin Hatim, seorang pemimpin kabilah yang beragama Nashrani bercerita ketika akan menghadap Rasulullah, ia menggambarkan akan bertemu dengan seorang raja di Madinah, ia menuturkan :
“Aku menemui Muhammad yang saat itu sedang berada dalam mesjid. Setelah kuucapkan salam, beliau bertanya, “Siapa?” “Ady bin Hatim,” jawabku. Beliau bangun dan mengajakku ke rumahnya. Demi Allah, aku benar-benar dibuatnya tercengang. Di tengah jalan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sudah tua dan lemah. Wanita itu memintanya berhenti. Maka beliau pun berhenti cukup lama menanyakan keperluannya.
“Demi Allah, ini bukan layaknya seorang raja,” kataku dalam hati. Rasulullah membawaku berjalan dan ketika sudah masuk ke rumahnya, beliau menyodorkan sebuah bantal dari kulit yang diisi kapas. Beliau memberikannya kepadaku seraya bersabda,
“Duduklah di atas bantal ini!”
“Engkau saja yang duduk di atasnya,” kataku.
“Engkau saja,” sabda beliau.
Maka aku pun duduk di atas bantal, sedangkan beliau duduk di atas tanah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, ini bukan layaknya seorang raja.”
Itulah karakteristik Muhammad SAW, tanpa embel-embel. Ady bin Hatim datang kepada beliau, dan di antara keluarganya sebelum itu menjadi tawanan pasukan tentara Islam. Ia datang kepada beliau sebagai orang yang kalah. Namun ia didudukkan di atas bantal, sementara beliau sendiri duduk di atas tanah.


Sampai di sini dulu ya .. adik-adik! Kita insya Allah ketemu lagi di pertemuan selanjutnya…

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mus’ab Bin Umair


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Si Tampan Yang Manja
Dia salah satu sahabat Rasulullah. Usianya masih sangat muda. Pada mulanya dia anak seorang yang saaa…angat kaya. Pakaiannya bagus dan potongan rambutnya tertata rapi. Dia juga sangat terkenal kerena memiliki wajah yang saa…angat tampan. Siapakah pemuda tampan ini? (tanya). Ya benar pemuda ini bernama Mush`ab bin Umair.
Dia mendengar perihal Nabi Muhammad saw. Saat itu dia bersama orang tuanya adalah penganut agama jahiliyah, penyembah berhala. Dia mendengar Nabi Muhammad saw mengajarkan agama yang berbeda dengan agama orang Mekah umumnya. Seperti apa gerangan agama itu? Mush`ab sangat penasaran lalu diselidikinya apa gerangan Islam itu? Apa Islam lebih baik dari agama jahiliyah?
Dia bertanya kepada beberapa orang tentang Nabi Muhammad saw. Saat itu Nabi melakukan dakwah agamanya dengan diam-diam untuk menghindari kaum musyrikin yang memusuhinya. “Muhammad sering pergi ke Bukit Shafa”, kata seorang temannya. “Ke Bukit Shafa? Di mana tepatnya?” tanya Mush`ab. “Aku tidak tahu”.
Mush`ab harus melakukan penyelidikan lagi. Dia pergi ke Bukit Shafa untuk mengintai. Dia melihat Nabi memasuki rumah Al Arqam bin Al Arqam. “Itu dia!” seru Mush`ab gembira. “Aku mau ikut ke sana!”
Mush`ab pemuda yang cerdas. Karena itu dia tahu Nabi melakukan dakwahnya secara diam-diam. Semuanya dilakukan dengan sangat rahasia. Mush`ab pun menoleh ke sana kemari. Melihat kalau-kalau ada orang. Ketika dia yakin tidak ada orang yang melihatnya, dia bergegas menuju ke rumah Al Arqam bin Al Arqam.
Ayat-ayat suci Al Quran terdengar dari dalam rumah itu. Diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. Mush`ab memasuki rumah itu lalu duduk terpaku mendengar alunan ayat-ayat suci. Inikah ajaran Islam itu? Bergetar dada Mush`ab. Ayat-ayat suci yang dibacakan oleh Nabi telah mengguncangkan jiwanya. Tercetus dalam hatinya, niatan beriman kepada Rasulullah.
Itulah awalnya Mush`ab bin Umair masuk Islam. Selanjutnya dia selalu datang ke tempat itu. Tentu saja dilakukan diam-diam. Dia belajar langsung kepada Nabi utusan Allah. Kecerdasan otaknya membuatnya bisa dengan cepat memahami ajaran-ajaran yang diterimanya.
Pada suatu hari, ketika matahari sudah condong ke Barat. Mush`ab sedang menuju ke rumah Al Arqam bin Al Arqam. Ia merasa tidak ada orang yang melihatnya, tetapi sebenarnya ada seorang lelaki mengintainya.
“Apa yang dilakukan anak Umair itu?” tanya Usman bin Thalhah dalam hatinya. Usman mendekat dan mengintai. Ia menyaksikan Mush`ab sedang shalat bersama Nabi Muhammad saw. “Terkutuklah anak Umair!” dengus Usman, “Dia menghianati agama orang tuanya sendiri, agama kaumnya!”
Usman marah besar. Orang-orang musyrik dan kafir seperti dia pasti akan marah besar menyaksikan kaumnya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Lalu karena marahnya Usman melaporkan hal itu kapada Khunas binti Malik, ibu dari Mus`ab bin Umair. Tentu saja Khunas marah mendengar berita itu. Selain itu Khunas merasa terpukul karena Mus`ab adalah anak yang sangat dimanjakan. Tak bisa dikatakan lagi tentang sayangnya kepada Mush`ab. Dia mengharapkan kelak anaknya itu menjadi penerusnya, juga penerus agamanya, agama nenek moyangnya. Kini tiba-tiba dia menjadi pengikut Muhammad yang mengaku sebagai Nabi itu.
Ketika Mush`ab sampai di rumahnya di sana banyak berkumpul orang-orang Mekah yang cukup terpandang. Khunas menegur anaknya, “Apa yang kau lakukan di luar rumah ini anakku?” Tak lama kemudian Mush`ab sadar, ibunya telah tahu apa yang dilakukannya selama ini. Percuma ia membantah, tak akan ada yang mempercayainya. Pasti sudah ada mata-mata ibunya yang menyaksikannya di rumah Al Arqam bin Al Arqam. Entah siapa, Mush`ab tidak tahu. Tetapi pasti salah seorang diantara orang-orang yang berkumpul itu.
“Aku telah menganut agama Islam,” kata Mush`ab berterus terang. Bagai disambar petir di siang bolong, Khunas binti Malik mendengar pengakuan anaknya. Anaknya telah menjadi penganut aliran sesat, agama ajaran Muhammad!
“Kau telah diracuni ajaran sesat!” jerit Khunas. “Allah Maha Besar! Dalam hatiku telah bersemayam iman kepada-Nya dan kepada rasul-Nya”. Mush`ab lalu membacakan ayat-ayat suci Al Quran yng diajarkan oleh Nabi. Sesaat orang-orang terpana mendengarnya. Tetapi kekafiran mereka segera menolak kebenaran ajaran itu.
Khunas semakin marah dan ia segera menyuruh para pengawalnya untuk memenjarakan Mush`ab. Itulah nasib yang harus dialami Mush`ab. Ujian bagi keimanannya telah dimulai. Ia terkucil di situ. Orang-orang suruhan ibunya menjaga siang malam. Dia diberi makan dan minum sekadarnya. Khunas berharap anaknya sadar karena penderitan itu. Mau meninggalkan ajaran Muhammad dan kembali menyembah Al Latta dan Al Uzza (nama-nama berhala yang mereka sembah).
Tetapi bisakah iman dihati Mush`ab terkikis karena penderitaannya itu? (baca QS 2:2-3) Ajaran-ajarn itulah yang telah melekat dalam hati Mush`ab. Maka sekalipun ia harus menderita dalam penjara buatan ibunya sendiri, ia pantang menyerah.

Jubah Usang Penuh Tambalan
Berbulan-bulan lamanya Mush`ab terpenjara. Terputus hubungan dengan kaum muslimin di luar sana. Mush`ab terus-menerus mencari akal untuk melarikan diri. Dia berlagak tak berdaya dihadapan para penjaganya. Tetapi sebenarnya dia terus berusaha bagaimana bisa meloloskan diri dari penjara itu.
Kesempatan itu tiba. Dia lari sejauh-jauhnya bergabung dengan orang muslimin yang akan pergi ke Habasyah dan bersembunyi. Tak lama setelah kembali ke Mekah, Mush`ab diketahui oleh –orang-orang ibunya. Orang-orang itu melapor kepada Khunas binti Malik. “Bawa kembali dan kurung dia!” seru Khunas. Tetapi apa yang terjadi? Sekali ini Mush`ab melawan. “Aku bersumpah akan membunuh siapa saja yang akan mengembalikanku ke penjara ibuku!” seru Mush`ab. Dia bersungguh-sungguh. Orang-orang suruhan Khunas pun tidak berani mendekatinya.
Khunas sangat kecewa, tapi kasih sayang ibu tidak dapat begitu saja lenyap. Maka ditemuinya anaknya itu. “Anakku”, panggilnya lembut, “Telah banyak kesalahanmu kepada ibu. Telah berulang kali kau mengecewakan dan melukai hati ibu, tetapi biarlah ibu memaafkan semua kesalahanmu”.
Terharu juga hati Mush`ab mendengarnya. Bagaimanapun dia sayang kepada ibunya. “Terima kasih ibu,” bisik Mush`ab dengan air mata bercucuran, “Tetapi aku tetap pada keimanku. Ibu tidak bisa mengubahnya sedikit pun”.
“Lihatlah keadaanmu itu. Pakaianmu compang-caping, tubuhmu kotor, hidupmu terlunta-lunta tak karuan. Semua itu karena kesesatanmu. Kembalilah kepada ibu, kepada keluargamu, kepada agamamu”.
“Hanya Islam agamaku”, tegas Mush`ab.
“Jangan ucapkan itu!”
“Aku bersaksi tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah!”
“Terkutuk!” seru Khunas dengan kalapnya, “Pergilah sesukamu! Pergilah menjadi gelandangan miskin! Sejak saat ini kau bukan lagi anakku!”
Betapa perih hati Mush`ab. Siapa tak perih harus kehilangan ibu dengan cara begitu. Mush`ab pergi membawa luka hatinya. Allah telah menutup hati dan pendengar Khunas binti Malik. Dan azab Tuhanlah baginya (QS 2:7). Berbulan-bulan kemudian Mush`ab pun hilang dari pembicaraan orang. Tak ada yang tahu dia ke mana. Ibunya pun tak mau tahu lagi tentang anaknya yang sesat menurut pandangannya ini.
Pada suatu hari, kaum muslimin sedang berkumpul bersama Nabi Muhammad saw. Mereka duduk di sekeliling Nabi. Ada seseorang lelaki datang bersalam. Kaum muslimin serentak menjawab salam itu. Tetapi siapakah yang bersalam?
Lelaki yang bersalam itu berambut kusut. Warna rambut itu kelabu. Tubuhnya kotor penuh debu. Pakaiannya hanya selembar jubah usang yang penuh tambalan di sana-sini. Dia tampak sangat miskin, lapar dan barangkali dia gelandangan.
Tetapi suaranya masih dikenal kaum muslimin. Hanya suaranya. Wujudnya telah berubah sedemikian rupa sehingga orang tidak mengenalinya lagi. Itulah Mush`ab bin Umair sekarang. Telah hidup terlunta-lunta. Anak manja yang biasa hidup berkecukupan, tak kurang apapun. Kini menjelma menjadi lelaki kumal seperti itu.
Meneteslah air mata beberapa orang yang menyaksikan penampilan Mush`ab. Beberapa orang berdiri dan merangkul Mush`ab. Nabi memandangi Mush`ab sesaat. Lalu bersabda, “Dulu saya lihat Mush`ab ini tidak ada yang mendinginya dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya. Kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya”.
Tetapi Mush`ab tidak merasa sedih. Justru ia sangat gembira karena bisa berkumpul dengan saudara-saudaranya sesama muslim dan bersama Nabi pilihan Allah yang diimaninya.

Pembawa Bendera Muslimin
Setelah Mush`ab dipilih oleh Rasulullah menjadi duta Islam di Madinah. Semakin banyak pengikut Islam di Madinah. Beberapa tahun kemudian Rasulullah dan para sahabat serta pengikutnya berhijrah dari Mekah ke Madinah. Kaum Muhajirin (orang-orang Islam yang Hijrah) dan kaum Anshar (umat Islam di Madinah) bersama-sma menjadi keluarga besar muslim. Mereka bersatu dalam menghadapi kaum musyrikin Quraisy yang menyerang mereka.
Pada suatu saat tibalah masa untuk berjihad bagi mereka dalam perang Uhud. Seluruh strategi telah disusun oleh Rasulullah sebagai panglima perang pada waktu itu. Perang ini sungguh seru karena kekuatan kaum muslimin yang hanya 600 orang harus melawan pasukan kuda yang terlatih dengan jumlah 3000 orang.
Ketika perang berlangsung pada awalnya perang itu dikuasai oleh kaum muslimin, namun karena kelengahan dari para prajurit, maka kaum muslimin pada waktu itu terkepung. Sebagian besar prajurit pada waktu itu terpaksa melindungi Nabi Muhammad saw.
Dengan otak yang cerdas Mush`ab yang pada waktu itu memegang bendera muslimin di barisan depan berpikir dengan cepat. Kemudian beliau berlari ke tempat yang berlawanan arah dengan Nabi Muhammad dengan maksud menarik perhatian lawan. Mush`ab pada waktu itu berhasil menarik perhatian lawan, sehingga hampir semua lawan menuju ke arahnya.
Namun apalah daya Mush`ab. Seorang diri menghadapi musuh sebanyak itu. Datang seorang berkuda menghadapinya, orang itu kemudian mengayungkan pedangnya dan membabat tangan Mush`ab yang memegang bendera. Bendera itu jatuh namun Mush`ab berusaha memegang bendera dengan tangan sebelahnya. Kemudian tangan yang memegang bendera itu pun ditebas oleh lawan. Namun Mush`ab tidak menyerah beliau memegang bendera itu dengn kedua tangannya yang buntung dan berlumuran darah. Diambilnya bendera itu sambil membungkuk.
Mush`ab terus mengamuk dan mengucapkan kalimat tauhid secara berulang-ulang hingga tombak musuh menghujam di seluruh tubuhnya. Gugurlah ia sebagai pahlawan Islam yng membela nabinya dengan sepenuh jiwa raganya.
Ketika perang usai, Nabi meninjau bekas medan laga itu. Betapa pilu hati Nabi ketika melihat jenazah Mush`ab bin Umair. Kemudian beliau menyuruh menutupi jenazah itu dengan selembar kain burdah. Kain itu ditutupkan, tetapi tidak cukup. Bila ditutupkan ke kakinya maka kepalanya tidak tertutup. Bila ditutupkan ke kepalanya maka kakinya kelihatan. Karena tidak cukup maka Nabi menyuruh untuk menutupi kakinya dengan rumput Idzkhir.
Sabda Rasulullah saw, “Ketika Mekah dulu, tak seorangpun ku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada Mush’ab bin Umair. Kini rambutnya kusut masai, hanya tertutup sehelai kain burdah…”

Ibroh:

1. Ketampanan/kecantikan, harta dan jiwa raga yang tidak ada artinya disisi Allah. Karena semua itu bukan milik kita tapi milik Allah. Yang dinilai oleh Allah hanyalah keimana yang kita miliki.
2. Berbakti kepada orang tua memang diwajibkan oleh Allah. Tetapi dalam hal keimanan dan aqidah kita tidak boleh melanggar perintah Allah.
3. Setiap Mukmin pasti akan diuji oleh Allah di dunia ini, untuk melihat sejauh mana kecintaannya kepada Sang Pencipta dan Rasul-Nya.
4. Setiap muslim yang mencintai Allah dan Rasul-Nya berani untuk mengorbankan segala yang dimilikinya termasuk jiwanya sekalipun.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Merenda Ukhuwah di Awal Sekolah


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Adik-adik gimana khabarnya…?? Mudah-mudahan baik-baik aza. Adik-adik…hari-hari kita di sekolah / di rumah pasti lebih asyik kalo punya sahabat. Bisa bagi-bagi cerita (curhat), bisa maen bareng, bisa belajar bareng, bisa pinjem uang kalo ongkos kita ketinggalan, pokoknya asyik deh. Tapi ngomong-ngomong… sebenernya orang kayak gimana sih yang boleh kita jadikan sahabat. Hanya yang rangking 1 ? Hanya orang kaya? Hanya yang cakep aja?? Yah nggak dong..orang yang pantas kita jadikan sahabat adalah yang baik akhlaqnya yaitu orang-orang beriman, sebab dalam Al-Qur’an di surat Al-Hujuraat ayat 10 :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Jadi bukan orang yang kaya saja, bukan orang yang cantik saja, bukan orang yang rangking satu aja tapi yang pasti adalah orang-orang yang berakhlaq baik. Dulu pernah Abu Dzar dan Bilal (kulit hitam) memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. Karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata, “Hai anak (si kulit) hitam!!!” Seketika Nabi saw. menegurnya “Hentikan segerra, hentikan segera…! Sekali-kali tidak ada kelebihannya satu dengan yang lainnya bagi si kulit hitam kecuali dengan amal shaleh.”
Abu Dzar baru sadar setelah kemarahan Nabi saw., ia menyesali perbuatannya dan meletakkan pipinya di atas tanah seraya berkata kepada Bilal, “Bangunlah…maka tempelenglah pipiku.”
Pernah juga suatu hari Suhail bin Amru, Harits bin Hisyam, Abu Shofyan bin Harb dan pembesar-pembesar Quraisy telah berdiri di depan pintu Umar bin Khothob, tetapi..Umar lebih suka mempersilahkan tamu lainnya yaitu Shuhaib Ar-Rumi dan Bilal Al-Habsy yang keduanya adalah tergolong fakir miskin untuk terlebih dahulu diizinkan masuk ke dalam rumahnya.
Nah gitu adik-adik..ternyata dalam agama kita tidak ada perbedaan antara yang miskin dan kaya, yang kulit hitam dan kulit putih. Jika orang miskin dan kulit hitam itu beriman kepada Allah maka ia layak kita jadikan sahabat seperti saudara kita sendiri. Persaudaraan seperti itu namanya ukhuwah islamiyah, apa namanya adik-adik…? Ukhuwah..isla..miyah!!!
Selain dengan tidak membeda-bedakan manusia, kita pun harus mau tolong menolong dengan muslim yang lainnya. Dengan begitu ukhuwah islamiyah kita semakin kuat. Tapi harus diingat, tolong menolongnya dalam kebaikan. Kalau nolongin temen waktu ulangan boleh enggak???
Dulu juga sahabat-sahabat Rasul saw. saling membantu sekalipun baru sekali ketemu, contohnya waktu kaum Muhajirin tiba di Madinah maka Rasulullah saw. segera mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’. Ketika itu Sa’ad berkata kepada Abdurrahman, “Aku termasuk orang Anshar yang banyak kekayaan dan kekayaanku akan kubagi dua. Setengahnya untuk anda dan setengahnya untukkuk. Aku juga punya dua orang istreri, lihatlah mana yang anda suka, sebutkan namanya, maka akan segera kuceraikan dan setelah usai masa iddahnya anda kupersilahkan menikah dengannya.” Subhanallah…hebat banget ya Sa’ad bin Ar-Rabi’ !!! Beliau rela memberikan kekayaan dan isterinya kepada Abdurrahman semata-mata karena menganggap Abdurrahman sebagai saudaranya sendiri. Lalu Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahi keluarga dan kekayaan anda. Tunjukkan saja kepadaku letak pasar di kota anda ?”
Nah bantuan yang kita berikan kepada sahabat kita tentunya harus ikhlas, jujur dan bukan tipuan. Juga kita harus menemaninya dengan akrab tanpa mempermasalahkan cacatnya, kekayaannya, wajahnya atau yang lainnya. Seperti cerita Masruq dan Khaitsamah. Diriwayatkan Masruq dalam keadaan sulit karena harus membayar hutang dan Khaitsamah juga mempunyai hutang. Maka pergilah Masruq dengan maksud hendak membayar hutang Khaitsamah sedang Khaitsamah tidak mengetahui ; dan ternyata … Khaitsamah juga pergi hendak membayarkan hutang Masruq, sedang Masruq tidak mengetahui. Ayo adik-adik…ada yang bisa seperti mereka nggak???
Adik-adik…dari cerita-cerita tadi kira-kira apa sih ukhuwah islamiyah yang tadi pernah disebutin?? Apa ?? ada yang lain..??Jadi ukhuwah islamiyah itu adalah persaudaraan sesama muslim yang dipengaruhi rasa cinta, rasa kasih sayang dan rasa saling menghormati yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah.
Sekarang gimana sih caranya supaya ukhuwah islamiyah itu bisa awet?? Mau tau khan!! Caranya (diantaranya) :

· Memanjatkan doa untuknya dari kejauhan ketika saling berpisah. Karena doa untuk teman kita sebenarnya doa untuk kita juga.
· Jika berjumpa maka berikanlah senyuman dan muka yang manis. Jangan lupa ucapkan salam.
· Berjabat tangan bila bertemu, sesama jenis
· Saling kunjung mengunjungi
· Menyampaikan ucapan selamat berkenaan dengan sukses yang dicapainya
· Memberikan hadiah pada saat-saat tertentu
· Menaruh perhatian terhadap keperluan saudaranya dll.

Nah itu cara-cara supaya persahabatan Islam alias ukhuwah islamiyah kita awet. Adik-adik mau khan punya ukhuwah islamiyah di awal masuk sekolah ini. Kalau mau…coba aja cara-cara di atas dan inget..enggak hanya sama orang kaya, cakep dan pinter aja. Tapi dengan semua muslim, OK !!! Insya Allah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Mensiasati Waktu


Waktu sesungguhnya sesuatu yang sangat berharga

Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Alhamdulillah, Adik-adik, kita kumpul di sini, hari ini, dan mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal ‘afiat, ya? Langsung saja, tema hari ini adalah ‘Mensiasati Waktu’. Sebelumnya Kakak ingin bertanya, Adik-adik tahu ‘gak bahwa dalam Al Qur’an telah muncul lebih dari satu ayat yang menunjukkan betapa waktu itu sangat penting artinya. Coba ada yang tahu ‘gaaak??…..nah ayat-ayat itu banyak berisi mengenai sumpah Allah swt dengan menggunakan kata waktu. Contohnya adalah :
“Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila telah sunyi”
“Demi fajar, dan malam yang genap dan yang ganjil”
“Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran”
Allah swt berhak untuk bersumpah dengan apa saja menurut kehendak-Nya, tapi Ia tidak akan pernah bersumpah kecuali dengan hal-hal yang memang sangat agung. Dengan demikian, betapa agung dan berharganya waktu itu hingga Allah swt bersumpah berkali-kali dengannya. Tapi kenapa kita seringkali menyia-nyiakannya? Coba deh kita renungkan, berapa jam dalam sehari kita buang gitu aja padahal kita bisa mengerjakan amalan yang lebih bermanfaat
Untuk menjadi manusia unggul, yang pertama harus kita lakukan adalah percepatan. Apa tuh maksudnya? Maksudya adalah bagaimana kita berusaha mengisi waktu agar lebih baik daripada yang dilakukan orang lain. Waktu yang diberikan oleh Allah kepada kita dalam sehari kan sama, ya? Yaitu hanya 24 jam, tapi mengapa ada orang yang dengan waktu 24 jam itu dapat melesat prestasi dan karyanya? Dengan waktu yang terbatas dalam sehari ia bisa bermanfaat bagi umat manusia, mengurus ribuan bahkan jutaan orang. Sedangkan ada orang lain yang mengurus dirinya sendiri saja tidak bisa. Subhanallah, sesungguhnya kuncinya adalah bagaimana kita mengisi waktu dengan sesuatu yang berharga agar ia tidak berlalu begitu saja tanpa makna.
Adik-adik, Islam mengajarkan agar kita menggunakan waktu ini dengan empat perkara. Siapa yang tahu…itu lho, suka menyimak nasyid Raihan ‘gak? Yang judulnya ‘Demi Masa’…tahu kan..nah ini ada hubungannya, kakak beritahu saja ya?..yang pertama adalah iman, kemudian amal shaleh, nasihat-menasihati dalam menaati kebenaran dan nasihat-menasihati dalam menetapi kesabaran. Keempat hal tadi difirmankan Allah swt dalam QS. 103: 1-3, maka orang-orang yang tidak mempergunakan waktunya dalam empat perkara tersebut menurut Allah Azza wa Jalla adalah orang yang akan merugi walaupun ia berumur panjang. Jadi sia-sia saja ia pergunakan waktu dalam hidupnya. Sia-sia saja ia mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, mengejar cita-cita setinggi-tingginya atau lain sebagainya, apabila dalam menjalankan hidupnya itu keempat hal tadi tidak diamalkannya.
Adik-adik merasa ‘gak bahwa kita, manusia, diciptakan oleh Allah dengan tabiat yang tidak mungkin untuk duduk berdiam diri tanpa punya kegiatan. Coba kalau kita pas liburan aja, pasti deh kita mencari kegiatan apa aja untuk meluangkan waktu kita, misalnya nonton TV, jalan-jalan, nge-games, dan sebagainya..Rasanya bosen ya, kalau seharian cuma dieem aja…bahkan untuk makan atau minum pun banyak sekali kegiatan yang harus kita lakukan. Ngambil piring, nyendokin nasi, sayur, buka lemari es, nuangin air ke gelas misalnya. Belum lagi waktu kita mengunyah atau menelan, kecuali orang yang diinfus karena sakit dan ‘gak mampu melakukan pekerjaan apa-apa. Udah pernah nanyain orang yang baru sakit lama ‘gak? Minimal jawabannya selain pusing, mual dan sebagainya, mereka rata-rata menjawab “boseeenn…tiduran mulu!!”.
Adik-adik tahu kan bahwa di kanan dan kiri kita ada dua malaikat yang bertugas mencatat amal kita. Malaikat apa hayooo…Hubungannya dengan waktu adalah, dengan mengingat kedua malaikat tersebut kita jadi hati-hati dalam mengisi waktu sehingga kita berusaha untuk disibukkan dengan amal-amal baik. Jika kita lengah memanfaatkan waktu dan tidak menyibukkan diri dengan amalan-amalan baik maka waktu itu akan memberimu kesibukan dengan kekejian-kekejian, maksudnya adalah kegiatan-kegiatan yang mengundang dosa yang pada akhirnya kita, sebagai manusia, akan diminta pertanggungjawabannya di yaumul akhir nanti. Ingat lho, Allah itu Maha Mengetahui dan tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya.
Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu Anhu berkata: “Rasulullah saw bersabda, ‘penghuni surga itu tidak akan merasa menyesal terhadap sesuatu pun kecuali terhadap waktu yang meninggalkan mereka yang tidak mereka isi dengan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla’.” (diriwayatkan Ath-Thabrany dan lain-lainnya, dan dishahihkan oleh Al-Albany). Nah, jika ini yang menjadi alasan mengapa para penghuni surga itu menyesal, yang jelas-jelas adalah orang-orang yang telah dijamin masuk surga karena beberapa hal, yaitu pertama mendapat rahmat Allah, dan selanjutnya karena amal perbuatan mereka yang memang baik dan dengan upaya mereka mengoptimalkan waktu mereka, maka bagaimana dengan kita yang masih jauuh di bawah mereka? Bagaimana, coba?..
Adik-adik nyadar ‘gak? Kalau biasanya hal yang berhubungan dengan penyesalan itu umumnya dikaitkan dengan waktu. Misalnya : kita menyesal karena bangun kesiangan, menyesal ‘gak belajar dari dulu-dulu jauh sebelum ulangan umum. Atau kerasa ‘gak seringkali kita ngomong seperti ini: “Aduh nyesel deh, kenapa ya..waktu itu saya ‘gak hati-hati..jadi aja…”. Naah ..semua itu disebabkan adanya dua karakteristik atau sifat waktu, yaitu :

1.   Waktu tidak bisa kembali.
Maksudnya, kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah apa yang telah kita lakukan. Bener ‘gak? Andaikata kita bisa kembali ke masa lalu dan mengubah apa yang telah kita perbuat, dijamin deh ‘gak bakalan ada yang namanya penyesalan. Tul ‘gaaak…

2.   Waktu tidak dapat diganti
Yang ini hampir sama dengan poin pertama, hanya saja pada poin kedua ini ditekankan pada kejadian yang dapat kita ubah di masa lalu.
Gimana….sampai sini ada yang mau ditanyain…atau ada yang kurang jelas?….

Karakteristik waktu memang sebuah keunikan, bahkan ia suatu misteri kehidupan ini yang terekam dalam tik-tok jam, tercatat dalam buku harian, terhitung dalam kalender tahunan, terukir dalam prasasti-prasasti kehidupan. Walau sebenarnya ukuran-ukuran itu kurang berarti sebab ukuran waktu yang nyata adalah kehidupan kita sendiri. Waktu adalah saksi sejarah yang akan membeberkan segala kehinaan dan kenistaan yang dilakukan oleh siapa pun. Waktu adalah perekam abadi yang akan mengekalkan segala keagungan dan kemuliaan seseorang.
Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menganugerahi kita dengan nikmat-nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Tak ada satu pun makhluk Allah di bumi ini yang luput dari rahmat-Nya. Dari virus sampai kita manusia. Sungguh Allah itu Maha Adil, dan beruntunglah orang yang mau bersyukur. Namun ada lagi golongan orang yang beruntung, Adik-adik mau tahu ‘gak siapakah orang-orang yang beruntung itu? Sebenarnya mereka adalah orang yang pandai memanfaatkan kenikmatan pemberian Allah untuk perbuatan-perbuatan baik sedangkan orang yang merugi iru adalah mereka yang tidak mempergunakan nikmat-nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya. Orang-orang yang merugi itu menurut Al-Imam Al-Ghazaly, dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin, adalah orang-orang yang terlena dengan segala tetek bengek keterlenaannya. Beliau berkata, ” Ketahuilah perumpamaan keterlenaan para penguhi surga itu adalah sebagaimana suatu kaum yang berlayar dengan sebuah kapal dan sampai pada sebuah pulau yang penuh dengan rerumputan ilalang, mereka turun dari kapal untuk sekedar melepas kepenatan mereka. Pada saat itu sebenarnya para awak kapal itu sudah memperingatkan mereka agar tidak terlambat kembali ke kapal dan menganjurkan mereka untuk melepas kepenatan itu sekedarnya saja. Mereka juga diperingatkan untuk tidak keluar dari kapal dan meninggalkannya. Sebagian dari mereka yang keluar memang ada yang kembali secepatnya. Mereka itulah yang kemudian bisa memilih tempat duduk yang paling nyaman dan paling luas untuk perjalanan selanjutnya. Sedangkan sebagaian yang lain, terbagi-bagi yaitu :

Yang pertama adalah yang tenggelam dengan pemandangan bunga-bunga di pulau itu, dengan sungai-sungainya yang mengalir deras, dengan buah-buahannya yang sangat menggiurkan, dengan kandungan-kandungan tanahnya. Namun segera ia tersadar dan secepat-cepatnya kembali ke kapal namun tempatnya telah ditempati orang lain. Tapi Alhamdulillah….ia masih selamat.

Kedua, seperti yang pertama, namun perasaannya, buah-buahannya, bunga-bunganya, yang hatinya tidak enggan meninggalkannya. Maka ia pun memutuskan untuk membawa sekedarnya saja. Ia pun sibuk mengumpulkan dan membawanya kembali ke kapal. Setibanya di kapal tempat yang tersedia sudah sangat sempit. Keadaan itu tidak membuat hatinya berinisiatif untuk membuang apa yang ia bawa itu. Ia dengan susah payah harus membawa barang-barang itu. Tidak lama kemudian bunga-bunga pun layu, buah-buahan pun mengering, dan angin bertiup kencang yang menyulitkannya mendekati kapal. Maka ia pun berinisiatif untuk membuang semua yang ia bawa itu sampai ia bisa menempatkan diri di atas geladak meski pada tempat yang cukup untuk badannya saja.
Ketiga, mereka tenggelam dalam kesenangan yang sedikit saja dan mengabaikan pesan awak kapal. Ketika mendengar panggilan bahwa kapal akan berangkat ia baru bergerak untuk kembali. Namun kapal telah menarik sauhnya, dan ia pun harus tertinggal dengan segala yang dibawanya itu, di pulau itu, sampai tua.

Yang terakhir, yaitu yang keempat, terlalu mengabaikan. Bahkan ketika panggilan bahwa kapal akan segera berangkat, sampai tidak peduli sedikit pun dengan suara kapal yang sedang meninggalkan pantai. Untuk golongan keempat ini masih lagi dapat dibagi-bagi: ada yang mati dimangsa binatang buas, ada yang sangat cemas sehingga mati karenanya, ada yang mati karena lapar, dan ada pula yang mati digigit ular. Inilah perumpamaan penghuni dunia yang terlalu sibuk dengan kepentingan-kepentingan mereka yang sementara, namun mengabaikan akibat dari tindakan mereka itu”.
Adik-adik, selanjutnya Imam Ghazaly meneruskan bahwa sungguh sangat keji orang yang mengaku dirinya sebagai orang yang dapat melihat dan dapat berpikir, namun ternyata tertipu oleh sekedar batu-batuan saja: emas, perak, atau oleh keindahan bunga-bunga dan buah-buahan saja, yang semuanya itu tidak bakal menemaninya setelah kematiannya. Hanya Allah-lah tempat memohon perlindungan.
Dari perumpamaan tadi pasti Adik-adik ngerti apa maksudnya. Yang pertama maksudnya ……….(dst dibahas secara berdiskusi).
Berikut ini ada beberapa kisah teladan beberapa ulama yang sangat memperhatikan waktunya:
1.   Kisah Abu Hatim
Abu Hatim berbicara tentang dirinya dan bagaimana usaha kerasnya ketika menuntut ilmu.
“Aku tingal di Al-Bashrah selama delapan bulan, padahal aku harus tinggal setidaknya setahun penuh. Tapi aku kehabisan bekal, sehingga terpaksa menjual pakaianku sampai habis. Dan setelah itu pun habis, aku sudah tidak punya bekal lagi. Maka aku pun pergi berkeliling bersama seorang teman untuk mencari tempat syaikh untuk mendengar pelajarannya hanya sampai sore. Temanku pun beranjak yang kemudian aku ikuti untuk berkeliling lagi mencari syaikh untuk mendengarkan pelajaran hadits dengan perut yang sudah sangat melilit kelaparan. Setelah itu aku pulang dengan menahan lapar. Pada sore hari berikutnya, temanku itu menghampiriku dan mengajakku. “Temanilah aku pergi belajar kepada syaikh-syaikh itu.” Jawabku, ‘Aku lemas sekali. Tidak mungkin aku pergi.’ Ia bertanya lagi, ‘Mengapa kamu begitu lemas?’ Jawabku, ‘Aku akan berterus terang kepadamu, bahwa aku sudah dua hari ini tidak makan sedikit pun.’ Katanya. ‘Aku ada satu dinar. Setengahnya buat kamu dan setengahnya lagi buat ongkos kita.’ Kami pun pergi meninggalkan Al-Bashrah, dan aku pun jadi mengambil yang setengah dinar itu.” Kisah ini menunjukkan keteladanan yang mulia. Kelaparan, kehabisan bekal, tidak dapat menghalanginya untuk terus mengisi waktunya dengan menimba ilmu. Tapi…..ingat! Jangan sampai menzhalimi diri sendiri ya….Kalau lapar dan masih punya bekal, makanlah karena menjaga kesehatan juga penting lho, ilmu yang kita dapat juga jadi lebih terserap dengan baik.

2.   Kisah ‘Aisyah RA
Ummul-Mukminin ini merupakan tempat kembali para sahabat untuk mendiskusikan setiap permasalahan. Ketika mereka mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan keagamaan, masalah fiqhiyah, pembagian harta warIsan, syair-syair, atau masalah lain, maka ‘Aisyah-lah yang menjadi tempat mereka kembali. Tentu saja ‘Aisyah tidak begitu saja mendapatkan ilmu yang agung itu sehingga ia menjadi salah satu perawi hadits yang paling masyhur, kecuali ia harus menghafalnya dan menggunakan waktunya sebaik-baiknya untuk itu.

3.   Kisah Abdul-Ghany Al-Muqaddasy Al- Jama’ily
Beliau wafat pada abad ketujuh. Adz-Dzahaby bercerita : “Ia tidak menyia-nyiakan sedikit pun waktunya tanpa faedah yang jelas. Ketika shalat fajar, ia juga membaca Al Qur’an. Ia pun kelepasan membaca sepotong hadits dengan suara keras, yang kemudian menggugurkan shalatnya, berwudhu lagi dan shalat lagi hinga tiga ratus sakaat dengan Al Fatihah dan Al Mu’awwidzatain hingga menjelang Dhuhur. Setelah itu ia pun tidur sesaat, kemudian shalat dzuhur, dan pergi menghadiri kelas atau membaca hingga tiba waktu Maghrib. Jika puasa maka ia berbuka, namun jika tidak ia shalat sampai tiba waktu Isya. Selanjutnya shalat Isya dan tidur hingga tengah malam atau lebih sedikit. Setelah itu ia bangun, seakan ada orang yang membangunkannya. Ia mengambil air wudhu dan shalat hingga menjelang fajar. Semalam ia bisa wudhu tujuh sampai delapan kali. Katanya, ‘Shalatku tidak terasa menyenangkan kecuali jika anggota tubuhku terasa segar’, kemudian ia tidur sebentar hingga menjelang fajar. Demikianlah yang ia lakukan tiap harinya.”

4.   Kisah antara Umar bin Abdul Azis dan Abdul Malik, putranya.
Suatu hari Umar bin Abdul Azis masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan badannya sejenak setelah kerja keras yang sangat melelahkan. Tak lama kemudian datanglah Abdul Malik, anaknya yang kala itu baru menginjak usia yang ke tujuh belas. Anaknya bertanya, “Apa yang akan kau lakukan wahai Amirul mukminin?” Sang ayah pun menjawab, “Anakku, Aku ingin istirahat sejenak….tiada lagi tenaga yang tersisa dalam jasadku.”. “Apakah Anda akan istirahat sebelum Anda mengembalikan harta yang diambil secara zhalim kepada yang berhak, wahai Amirul mukminin?” sang anak kembali bertanya. Umar bin Abdul Azis pun kembali menerangkan, “Anakku, semalam suntuk aku tidak tidur mengurus pamanmu Sulaiman……kalau tiba waktu Dhuhur nanti Insya Allah akan aku lakukan hal itu.” Abdul Malik berkata kepada sang Ayah, “Siapakah yang menjamin Anda akan hidup sampai dzuhur wahai Amirul mukminin?” Kalimat itu seakan membakar kembali semangat Umar dan mengusir rasa kantuk dari kedua matanya, menyegarkan kembali kekuatan dan tekadnya pada tubuh yang lunglai itu. Umar pun berkata, “Anakku….mendekatlah…..” Setelah mendekat Umar pun mendekap dan mencium keningnya seraya berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah melahirkan anak keturunan yang membantuku dalam agamaku”. Kemudian beliau beranjak dan memerintahkan untuk menyeru rakyatnya seraya mengumumkan kepada mereka “Ketahuilah…….barang siapa yang hartanya telah diambil secara zhalim, hendaklah ia mengangkat permasalahannya!!”

Beberapa kendala yang dapat menghalangi seseorang untuk tidak menggunakan waktunya secara optimal yaitu:
a.   Angan-angan yang jauh dan kebiasaan menunda-nunda
Angan-angan yang kosong itu hanya akan melahirkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan saja. Ketika orang berniat untuk melakukan suatu pekerjaan, namun angan-angannya terlalu jauh maka ia akan bilang pada dirinya sendiri, ” Ya, nanti sajalah, bulan depan, tahun depan, akan saya lakukan”. Selalu demikian jawabannya sehingga usianya habis dimakan janji yang tak pernah terealIsasi. Inilah sumber kehancuran itu. Tersebutlah suatu kisah, seorang bapak yang sudah berusia lanjut membuka usaha wiraswasta. Atas izin Allah, usahanya maju. Suatu waktu salah seorang tetangganya menyarankan, “Pak mumpung usaha Bapak lagi maju, segeralah tunaikan ibadah Haji” apa jawabannya? Karena usahanya sedang maju-majunya, si Bapak itu belum mau menunaikan ibadah haji. “Sudahlah, istri saya saja dulu”, ujarnya. “Tapi, Pak. Waktu milik Allah, kasempatan milik Allah. Kali ini Bapak dikaruniakan kesempatan itu. Esok atau lusa mungkin sudah tidak sempat lagi,” saran si tetangganya. Ternyata tidak dihiraukannya saran itu. Alkisah, akhirnya si istrilah yang berangkat. Apa yang terjadi kemudian? Ketika istrinya berangkat haji, si Bapak itu tertimpa musibah sakit. Karena sakit, ia tidak bisa mengurus perusahaannya. Usahanya jadi bangkrut seketika sedangkan sakitnya makin keras. Akhirnya sampai pada titik akhir, ia pun meninggal, Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Akibatnya menjalankan ibadah haji tidak sempat, nyawa pun keburu melayang. Artinya, jangan main-main dengan waktu. Oleh sebab itu Allah mengancam orang-orang yang terbiasa menunda-nunda dengan firmanNya:
“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui(akibat perbuatan mereka)” (QS Al Hijr: 3)
Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhu pernah berwasiat, yang juga diungkapkan oleh Al-Bukhari, ” Jika engkau berada dalam waktu pagi janganlah menunggu hingga waktu sore, jika engkau berada dalam waktu sore maka janganlah menunggu hingga pagi tiba, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan waktu hidupmu sebelum kematianmu.
b.   Terlena dengan hal-hal yang tidak berguna, bahkan yang terkadang haram
Beberapa hal yang termasuk ke dalam klafisikasi tidak berguna dan diharamkan, yang banyak menyita waktu adalah sibuk mengurusi kehormatan orang lain dengan mengobral omongan kesana-sini, berghibah dan mengumbar fitnah. Hal ini ditegaskan lagi oleh Nabi Muhammad saw diantaranya adalah hadits tentang orang yang paling bangkrut, ketika Rasulullah berkata pada para sahabat beliau, ” Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab, ” Wahai Rasulullah, orang yang bangkrut itu adalah orang yang tidak punya sedirham pun juga tidak punya apa-apa lagi diantara kita ini.” Rasulullah berkata “Sesungguhnya orang yang bangkrut adalah salah seorang dari umatku yang ketika nanti di hari kiamaat datang membawa shalat malam, puasa, shalat, zakat, dan haji, namum ia datang pula membawa dosa karena telah mencaci si ini, telah menumpahkan darah si ini, telah makan harta si ini, dan telah menerima bagian dari kehormatan si ini maka kebaikannya diambilkan untuk orang yang didosainya itu. Jika kebaikannya habis sebelum terpenuhi hak orang yang didosainya maka kejelekan mereka diambilkan untuk kemudian dialihkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke neraka.

Sampai sini ada pertanyaan, ‘gak?….Nggak ada?…Kalau gitu saya yang mau nanya..Menurut adik-adik bagaimana dengan waktu yang sudah lewat? Yang pernah kita buang percuma?…hayo..gimana coba….
Tentang hal ini jangan berkecil hati, karena seperti apapun masa lalu kita, usahakan untuk meneguhkan hati menatap masa depan dengan optomis. Karena…menyesali apa yang terjadi di masa lalu terkadang bisa mengakibatkan kita kehilangan semangat untuk kegiatan yang akan datang. Contohnya begini, mmm…pernah ‘gak? pingin dapat nilai gede pas ulangan, terus kita udah belajar keras tapi ternyata hasilnya jeblok!! Akhirnya kita merasa putus asa, pundung (tahu ‘kan artinya) terus males deh belajar lagi, yang ada kita jadi kurang memanfaatkan waktu dan bisa ketebak hasilnya seperti apa..: nilai ulangan kita jeblok lagi. Padahal harusnya kan kita bisa mengevaluasi diri. Kira-kira kenapa sih, udah belajar tapi hasilnya ‘gak memuaskan.
Kemurungan karena penyesalan itu bisa menghambat kemampuan untuk berpikir tentang apa yang harus dikerjakan ke depan. Hati-hati dengan kemurungan, karena sifat ini merupakan salah satu jebakan setan. Ia mencoba menghembuskan peristiwa-peristiwa masa lalu untuk membuat kita tidak mengingat lagi apa yang harus kita lakukan sekarang dan ke depan.

Adik-adik tahu’gak? Salah satu cara untuk mengingat masa lalu adalah dengan berbuat baik saat ini dan untuk yang akan datang. Firman Allah swt :
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. (QS Hud : 114)

c.   Teladan yang buruk
Maksudnya di sini kita salah meneladani orang. Contohnya: kalau kita sohiban sama orang lain, kita memiliki kecenderungan untuk meniru sohib kita itu. Ketika ada PR yang harus dikerjakan, dan kita sadar seharusnya kita tidak menunda-nunda untuk menyelesaikannya, kita malah ikut-ikutan sohib kita yang kelihatan nyantai dan justru melakukan hal lain yang prioritasnya kurang penting. Padahal, ada temen kita yang lain yang lebih pantas untuk diteladani karena sifatnya yang tidak menunda-nunda, hal ini kita abaikan hanya gara-gara mau solider dengan sohib kita itu. Naah….kalau begitu pinter-pinter deh nyari temen baik, biar kita bisa ikutan jadi baik. OK!!??

d.   Kepribadian yang lemah dan hawa nafsu
Adik-adik, sekarang kita udah tahu bahwa waktu itu artinya sangat penting, tapi itu ‘gak menjamin bahwa kita jadi termotivasi untuk lebih memanfaatkan waktu itu. Kenapa?….karena adanya kelemahan kepribadian dan kecenderungan yang lebih besar terhadap hawa nafsu. Jadi, akibatnya setiap kali kita mau melakukan amalan baik niat tersebut mundur gara-gara dua hal tadi, dan dengan mudahnya kita dikomporin sama setan dengan memberikan gambaran-gambaran yang sifatnya pesimistis. Contohnya, kita punya uang lebih dan rencanaanya kita mau berinfak (di sini niatnya masih kuat), tapi sebelum niat kita kesampaian, eh….’gak taunya di jalan ada barang yang pengeeen…banget kita beli..apa, ya? Komik terbaru misalnya…..akhirnya setelah menimbang, meninjau ulang, dan akhirnya memutuskan…jiwa kita yang lemah lebih berat buat beli komik karena takut komiknya keburu habis terjual….Hayooo, ada yang ngerasa ‘gak? Sama, saya juga pernah, kok.

e.   Perasaan kurang
Pengennya sih ngebantu temen (si juara kelas) yang sakit buat ngelengkapin catetannya, tapi mau ‘gak ya..orang itu kita bantu, catetan saya ‘kan ‘gak rapih or lengkap, lagian saya masuk sepuluh besar aja ‘gak pernah. Nggak jadi deh, biar yang lain aja minjemin catetannya…
Intinya, dengan perasaan seperti ini kita jadi minder untuk melakukan hal baik tersebut (nggak pede, menganggap dirinya rendah alias meng-underestimate diri sendiri).

Usahakan jangan sampai kita pesimis, justru kita harus menumbuhkan sikap optimis dalam diri tanpa mengabaikan kapasitas yang ada pada diri kita. Ingat! Mereka yang benar-benar berusaha akan mendapatkan imbalannya di sisi Allah Azza wa Jalla.

f.   Tidur
Siapa yang ‘gak suka tiduur….? Suka semua ya. apalagi tidur kan ibadah, tapi eit.. tunggu dulu, kebanyakan tidur juga ‘gak bagus lho. Tidur yang bernilai ibadah itu adalah tidur yang dilakukan dengan tujuan memperoleh kembali stamina agar dapat mengerjakan ibadah secara khusyu, misalnya setelah cape mengerjakan sesuatu sebaiknya kita beristirahat/tidur dulu sebelum shalat supaya shalatnya khusyu. Tapi jangan mentang-mentang lho, yaa..cape sedikit langsung nunda-nunda ibadah. Masih inget kan kisahnya Umar bin Abdul Azis?…..Mu’adz bin Jabal RA pernah berkata : “Sesungguhnya tidurku dihIsab sebagaimana bangunku (untuk shalat) juga dihIsab.”

Sebenarnya gimana sih, cara menyikapi waktu supaya kita memiliki keunggulan dalam hidup ini? Sikap hormat? Istirahat di tempat? (he…he…just kidding :D). Caranya ada dua poin :
1.   Waktu boleh sama tapi isi harus beda
Coba bayangkan, andaikata dalam sebuah perlombaan balap sepeda, dalam satu detik si A berhasil mengayuh satu putaran, si B setengah putaran, dan si C mengayuh dua putaran. Siapa yang jadi juaranya? Maka, dengan meyakinkan si C-lah yang akan berpeluang menjadi juara. Mengapa? Karena pada detik yang sama si C dapat berbuat lebih banyak daripada yang lain. Nah, begitu pun kita semua semakin banyak dan baik hal positif dapat kita lakukan dalam waktu yang sama, insya Allah kita akan lebih dekat pada kesuksesan.
Allah swt berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru-seru, “Wahai anak Adam! aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya karena aku tidak akan kembali lagi hingga hari pengadilan.”
2.   Sekarang harus lebih baik daripada tadi
Kalau hari ini sama dengan hari kemarin maka kecepatan kita sama. Ngerti gak maksudnya? Ya maksudnya tidak ada peningkatan, maka tidak dapat menyusul siapa pun. Kalau orang lain selalu meningkat maka makin lama kita akan jauh tertinggal dan menjadi pecundang.
Sebenarnya ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu :
Orang sukses. Dia selalu menggunakan waktunya dengan optimal dan melakukan sesuatu hal yang tidak diminati oleh orang gagal.
Orang malang. Orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu pada keesokan harinya.
Orang hebat. Orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja suatu kejahatan tapi juga suatu pembunuhan yang kejam.

KIAT PRAKTIS MANAJEMEN WAKTU
A.   Biasakan tertib dan teratur
Coba bayangkan apabila kita selalu sembarangan meletakkan sesuatu, entah itu pulpen, kaus kaki, jam tangan, kaca mata, dll. Dan pada saat kita membutuhkan barang-barang tersebut, kita harus mencari-cari terlebih dahulu. Hitunglah, untuk setiap barang yang kita cari membutuhkan waktu kira-kira berapa menit, dikali seberapa sering mencari barang tersebut dalam sehari, dikali jumlah barang yang hilang. Waah…sudah berapa banyak waktu yang terbuang percuma? Padahal dengan jumlah waktu yang sama kita bisa mengerjakan hal lainnya yang bermanfaat. Supaya bisa tertib dan teratur ada beberapa tips yang bisa diikuti:
Tahu dan taat aturan.
Percayalah bersungguh-sungguh taat kepada peraturan yang benar, akan sangat menghemat waktu, tenaga, emosi dan biaya. Jangan pernah menganggap remeh pelanggaran sekecil apapun, karena selain kita akan terbiasa dalam keburukan kita pun beresiko menerima sanksi yang pasti akan merugikan.
Tertib mengambil dan menyimpan.
Tertib dalam menyimpan barang apa pun hanya memakan waktu yang sedikit, tetapi manfaat di kemudian hari akan berdampak besar sekali.
Selalu rapi dan bersih.
Kebiasaan berantakan, kotor, tidak rapi dan tidak teratur adalah kebiasaan memalukan yang menunjukkan perilaku tidak profesional dan juga kunci pemborosan waktu, serta akan membuat suasana hati pun menjadi runyam.
Segalanya menjadi lebih mudah dikenal.
Kenali situasi ruangan, barang-barang, peralatan, tempat penyimpanan, dan tata letak barang dengan baik.
Lalu lintas lancar.
Atur lalu lintas gerak orang ataupun barang sedemikian rupa sehingga lancar.
B.   Selalu Terencana
Adik-adik, ingat yach motto ini :
“Jika gagal dalam membuat rencana berarti merencanakan untuk gagal”
Sedih rasanya kalau kita menyadari betapa kita telah menjalani hari-hari tanpa rencana yang jelas. Ciri khas orang yang tidak mempunyai rencana a.l.: sibuk tak karuan, jenuh dan bosan, banyak bingung. Waah….ada ‘gak ya? salah satunya yang jadi ciri khas kita? Atau justru semuanya?…. jika kita tidak berencana maka hasil yang didapat pun sangat tidak sebanding dengan waktu yang terkuras.
Ingat, hal yang penting dalam perencanaan adalah :
Harus ada target.
Buat program harian, mingguan, atau bulanan. Harus rasional dari segi ukuran waktu dan target.

Rencana cadangan.
Kadang-kadang kita harus bersiap menghadapi segala kemungkinan yang tak terduga, oleh karena itu kita harus membuat rencana B dan C sebagai rencana cadangan bila rencana utama gagal.
Disiplin dalam rencana.
Sehebat apa pun program kita, tidak akan artinya jika kita tidak disiplin dalam melaksanakannya karena tiada prestasi tanpa disiplin.
C.   Biasa dengan data dan informasi akurat.
Coba apa sih yang kebayang kalo ada informasi seperti ini : ” Nanti akan datang tamu beberapa puluh orang dan akan menginap beberapa malam“, silahkan tebak berapa jumlah orang, kapan mereka datang dan berapa malam mereka menginap? Pusing bukan?! Karena itu berikanlah data yang akurat dan jelas supaya ‘gak pusing.
D.   Sedia peralatan dan perlengkapan memadai.
Yuk, kita bandingkan waktu yang dibutuhkan untuk berdialog dengan sahabat di Amerika lewat alat berupa peSAWat telepon dengan kita mengunjunginya ke Amerika? Setiap peralatan memang berguna namun apakah kita memerlukan semuanya, belilah peralatan sesuai kebutuhan saja.
E.   Jangan menunda dan mengulur waktu
Silahkan kenang sendiri, kesibukan, kerepotan, galaunya perasaan dan akibat yang ditanggung ketika kita gemar menunda mengerjakan PR, laporan praktikum, tugas-tugas gambar, dan juga lihatlah hasil ulangan atau ujian kita akibat dari menunda waktu belajar? Menyedihkan bukan?!!! :(
F.   Selalu tepat waktu
Do it now!! Ingat! Amalan yang paling disukai Allah adalah shalat tepat waktu. Coba deh renungkan sendiri maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
G.   Biar cepat dan ringkas asal selamat
Kita harus awali dengan membuat standar waktu yang dibutuhkan dengan layak dan wajar. Latihlah gerakan kita agar gesit dan tangkas sehingga dapat menghemat waktu.
H.   Biasakan check and recheck
Kata-kata: “Wah, lupa!” “Aduh, tertinggal” dan sejenisnya adalah kata-kata yang sudah berlalu dan harus kita golongan termasuk kata-kata memalukan yang menandakan manajemen pribadi yang masih buruk.
B.   Waspadai pencuri waktu
Dalam keseharian kehidupan kita, terkadang kita ini memang lucu, lebih sibuk menjaga sendal jepit karena takut hilang dicuri orang daripada sibuk menjaga amanah waktu. Sungguh seringkali kita secara sadar atau tidak membiarkan waktu yang sangat berharga dicuri oleh hal-hal, kejadian, atau barang yang remeh tak berharga.

Bekalilah dirimu dengan taqwa
Karena engkau tak ‘kan pernah mengira
Ketika kegelapan malam tiba
Yakinkah engkau hingga fajar esok kau masih ada
Banyak orang sehat mati tanpa sebab
Banyak juga orang sakit hidup menjelang abad
Banyak pemuda yang masih menikmati hidupnya
Tanpa dinyana kain kafannya sedang dirajut untuknya

——–Wallahu a’lam bishshawwab——–
Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Referensi:
Al Audah, Sulaiman bin Hamid. 2000. Bagaimana Muslimah Membagi Waktu?. Jakarta : Darul Falah. 88 hal.
Gymnastiar, A. 1999. Kiat Praktis Manajemen Waktu. Bandung: Daarut Tauhiid Press. 99 hal.

Menebarkan Salam


Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Adik-adik pasti sering mendengar atau mungkin mengucapkan salam kapada orang tua, guru, atau siapa saja yang adik-adik jumpai. Ada yang tahu nggak kenapa sich kita sering kali mengucapakan salam, baik ketika akan memasuki atau keluar dari rumah dan ketika kita berjumpa dengan orang lain di jalan.
Sesungguhnya salam itu adalah salah satu dari asma Allah swt. Maka mengucapkan salam baik kepada teman, guru, orang tua atau bahkan pada orang yang tidak kita kenal mengandung keutamaan-keutamaan dan kebaikan diantaranya; salam dapat memancarkan rasa tentram, menebarkan rasa kasih sayang, menghangatkan hubungan, dan menancapkan kecintaan. Hal ini sesuai dengan arti dari kalimat salam itu sendiri yaitu doa semoga kesejahteraan selalu menyertai orang yang kita beri salam.

Keutamaan Salam
a. Salam adalah kunci kebaikan
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga, hingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amal yang bila dikerjakan, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian”
Dengan hadist tersebut Rasulullah telah menuntun kita pada sutu kunci kebaikan. Mengucapkan atau menjawab salam menggambarkan kedekatan seseorang dengan ruh Islam dan sunnah Nabi dan akan dibalas dengan kebaikan dari Allah swt. Rasulullah dengan tegas telah menyebutkan bahwa menyebarkan salam adalah salah satu amalan yang erat kaitannya dengan keimanan seseorang yang menjadi syarat untuk memasuki surga Allah.

b. Salam mengandung nilai ruh kasih sayang yang dapat memadukan hati
Dari Thufail bin Abi Ka’ab, bahwa ia suatu ketika mendatangi Abdullah bin Umar. Ia berjalan bersama Abdullah ke pasar. Thufail bercerita, tak satu pun orang yang dilewati Abdullah di perjalanan, baik itu penjual, orang miskin, melainkan pasti Abdullah mengucapakan salam atasnya. Suatu ketika aku datang lagi kepada Abdullah bin Umar, dan ia mengajak ke pasar, maka aku tanyakan kepadanya, “Apa yang akan anda lakukan di pasar? Anda tidak berhenti untuk membeli sesuatu, dan tidak tawar-menawar harga barang dan juga tidak duduk-duduk di majelis pasar. Mengapa kita tidak duduk saja di sini berbincang-bincang”. Abdullah bin Umar berkata, “Wahai Abu Bathn (julukan Thufail), bahwasanya kami berpergian adalah untuk salam, maka beri salamlah kepada orang yang kita temui” (diriwayatkan oleh Malik dalam Muwattha’ dengan sanad shahih).
Begitulah, mengucapkan salam di suatu tempat di mana kita tidak mengenal seorang pun, di mana saat itu kita diliputi rasa takut dan khawatir, mencari seorang teman dan penolong, niscaya akan memberi rasa aman dan kesejukan hati serta akan menumbuhkan rasa kasih sayang. Salam juga dapat membuat ikatan hati, yang di dalamnya terkandung perhatian seseorang kepada saudaranya sesama muslim yang akan membuatnya merasa tenteram dan nyaman berada di dekatnya. Rasa kasih sayang yang tumbuh adalah kasih sayang yang dilandasi oleh keimanan kepada Allah swt.

3. Keutamaan sikap mendahului memberi salam
Diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, salah seorang sahabat Rasul bertanya,
“Wahai Rasul, bila ada dua orang bertemu, siapakah diantara keduanya yang mengucapkan salam terlebih dulu?” Rasul bersabda, “Yang lebih dahulu akan mendapat ganjaran dari Allah swt.”
Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah bersabda, “Salam adalah salah satu nama dari asma Allah yang diletakkan di muka bumi. Maka sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Bukhari)

Etika mengucapkan salam
Ada sebagian orang yang mengucapkan salam secara kaku seperti ucapan prajurit kepada komandannya. Padahal sesungguhnya ucapan salam adalah ungkapan kalimat sejahtera. Bila ditinjau dari bunyi lafadznya, salam merupakan panggilan kasih sayang, yaitu berarti damai, rahmat (kasih sayang), dan barakah. Karena itu, mengucapkan salam, pasti dapat melahirkan kesan tersendiri bagi orang yang mampu merasakan nuansanya. Selain itu, akan memberi kesan mulia di dalam hati.

Salam hendaknya diucapkan sesuai dengan adab yang baik;
1)   Diucapkan dengan hati yang ikhlas
2)   Diucapkan dengan suara yang lemah lembut
3)   Menjawab salam dengan jawaban yang lebih baik atau sama, contohnya: ketika orang lain mengucapkan “Assalamualaikum”, kita menjawab “WaalaikuMusalam Warahmatullah” atau cukup “waalaikumussalam”
4)   Salam diucapkan kapada setiap muslim, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal
5)   Berlomba-lomba dalam mengucapkan salam, karena dalam Hadist dijelaskan orang yang mendahului memberi salam akan mendapat ganjaran dari Allah swt
6)   Menjawab salam wajib hukumnya
Nah, adik-adik sekarang telah mengetahui keutamaan dan anjuran untuk menyebarkan salam. Maka kalau kalian bertemu dengan guru, saudara, orang tua, teman, atau siapa saja ucapkanlah salam karena sama saja kalian telah menyebarkan kebaikan dan akan memperoleh ganjaran dari Allah swt.

Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Maroji’ :
Sentuhan Hari Penyeru Dakwah. Abbas As-sisi, penerjemah, M. Lili Nur Aulia, Jakarta : Al Ithisom, 2001

Marhaban Ya Ramadhan


Marhaban Ya Ramadhan……
Marhaban Ya Syahrosh Shabar

Tujuan:

· Pembaca mengetahui keutamaan Bulan Ramadhan yang suci
· Pembaca termotivasi untuk banyak beribadah di Bulan Ramadhan
· Pembaca memahami makna sebenarnya dari ibadah shaum (puasa)
· Pembaca mengetahui dan memahami cara melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan benar

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah…yah…kata itulah yang pantas kita ucapkan dalam setiap aktivitas kita, terlebih pada saat ini. Kenapa coba..???.. Ayo siapa yang bisa jawab??..Ya betul!! Karena sampai detik ini kita masih bisa menghirup udara segar, masih dapat melihat keindahan alam yang sangat indah, masih bisa bersuara dan berkicau (emang burung..), mendengar suara indah dari kakak, adik-adik masih bisa merasakan nikmatnya ujian matematika di sekolah. Juga..tau nggak??.. Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu yang agung. Tau gak siapa??.. Yang jelas tamu ini bukan temen kalian yang datang ke rumah ngajakin maen play station. Juga bukan tukang kredit yang mo nagih utang. Tamu ini adalah sebuah Bulan yang sangat suci..bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada 1000 bulan…bulan yang di dalamnya seluruh umat Islam bersuka ria.. bulan itu adalah bulannnnn Ramadhan. Ya..betul Bulan Ramadhan yang disebut juga Bulan Sabar.
Adik-adik.. sebelum kita lanjutkan… Kakak mo ngasih oleh-oleh buat adik-adik. Oleh-olehnya bukan kue atau roti .. tapi … sebuah nasyid yang kakak persembahkan buat adik-adik dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Ramadhan. Ini dia syairnya..judulnya “Marhaban Ya Ramadhan”Dengerin yach…

Kini t’lah datang Bulan Ramadhan menghampiri kita
Bulan mulia .. barokah dan sejahtera
Allah telah memberikan .. bulan yang penuh pengampunan
Dan Rasul pun telah mengagungkan bulan kerahmatan

Sambutlah kedatangannya .. Tunaikanlah perintah-Nya…
Teguhkanlah hati kita ..
Agar dapat derajat Taqwa…
Ayo kita sama-sama puasa .. di Bulan Ramadhan.

Semoga puasa senantiasa menjaga kita
Walaupun ujian menghadang tetaplah bersabar

Allah telah menjanjikan… Surga yang penuh kenikmatan
Rasa sayangku kepadamu… Nan bertambah selalu
Hindarilah kata dusta..Perangilah nafsu kita… Sucikanlah jiwa raga..
Agar dapat derajat Taqwa…
Sabar dan tawakallah di Bulan Ramadhan.

Adik-adik.. Bulan Ramadhan adalah bulan yang berkah dan mulia, Bulan yang di dalamnya Allah melimpahkan berbagai keutamaan.
Apa aza sich keutamaan Bulan Ramadhan sampai-sampai para shahabat Nabi sangat ceria sekali..bahkan jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ini…??
Apa aza sich keistimewaannya sampai Allah dan Rasul mengagungkan bulan ini..?? Ayo kita bahas satu persatu OK!!

Keutamaan Bulan Ramadhan

1. Bulan Ramadhan sebagai Bulan Al Qur’an

Adik-adik tau Al Qur’an … ?? Yach betul … Al Qur’an adalah kitab suci yang Allah turunkan lewat Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril untuk dijadikan sebagai pedoman hidup umat manusia untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Saya yakin adik-adik masih ingat.. ketika pada suatu hari Nabi Muhammad sedang berkholwat (menyendiri) di sebuah tempat … namanya Gua Hira … disitulah pertama kali Nabi Muhammad saw. mendapat wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril, yaitu Surat Al Alaq 1-5. Adik-adik tau kapan itu terjadi..?? Yah… itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. So.. Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Allah Ta’ala menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia, sebagai obat penenang kepada kaum Mukminin, penyuluh kepada yang benar, yakni pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan yang berkebajikan.
Kalo gak percaya .. ayo kita lihat di Al Qur’an ayat 185. “Pada Bulan Ramadhan yang diturunkan Al Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan dari petunjuk, dan memperbedakan (antara yang hak dan yang batil), maka barangsiapa yang hadir diantara kamu di bulan itu hendaklah ia berpuasa.”

2. Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya Setan Diborgol, Pintu Neraka Ditutup dan Pintu Surga Dibuka

Pada bulan yang berkah ini kejahatan berkurang di muka bumi karena jin ifrit diborgol, tidak diberi kebebasan merusak umat manusia seperti pada bulan-bulan lainnya karena Kaum Muslimin sedang sibuk menunaikan Ibadah Puasa yang merupakan pengekang syahwat, membaca Al Qur’an dan berbagai ibadat lainnya, sebagai pendiik dan pembersih jiwa. Karena itulah pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka, karena amal sholeh pada waktu itu timbul dan kata-kata baik meluap-luap.
Rasulullah saw bersabda, “Apabila tiba Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu api neraka dan diborgollah setan-setan” (HR Asy-Syaikhan).
Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. bersabda,”Pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu jahannam ditutup dan setan-setan dirantai” (HR Muslim).

Diborgolnya setan di sini bukan berarti tak ada setan di sekeliling kita. Yang namanya setan itu ada dua..ada yang dinamakan Jin dan ada yang berbentuk manusia yang memang perilakunya menyerupai setan yakni selalu mengajak kepada kejelekan (jadi…kalo ada temen yang ngajak nyontek atau bolos sekolah .. hati-hati .. dia itu adalah … ???). Kedua jenis setan ini sampai hari kiamat akan ada untuk menjerumuskan manusia ke jurang kemaksiatan. Di Bulan Ramadhan kaum Muslimin sedang melakukan ibadah puasa, sehingga kaum Muslimin sendiri mempunyai daya tahan untuk mencegah masuknya setan ke dalam tubuh kita (aliran makanan yang merupakan jalan masuknya setan jadi sempit). Coba dech … kalo lagi puasa kita khan haus dan lapar … sehingga kita termotivasi untuk sabar dan menahan syahwat dalam diri kita, baik syahwat untuk marah, syahwat untuk berfikiran yang aneh-aneh terhadap lawan jenis, dll. Terlebih lagi memang pada bulan itu kita dianjurkan untuk senantiasa berbuat kebajikan, karena pahalanya berlipat-lipat, kaya’ baca Al Qur’an tiap hari, nolongin temen kita, berkata yang sopan dan baik-baik, bersedekah dan ibadah yang lainnya.

3. Bulan Ramadhan yang didalamnya terdapat Malam Lailatul Qadar

Adik-adik … Al Qur’an mengagungkan kondisi malam Lailatul Qadar dengan kemuliaan. Kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Nilai taat dan ibadah pada malam itu lebih baik dibanding ibadah 1000 bulan. Subhanallah … Masya Allah .. adik-adik tau gak .. ?? 1000 bulan itu = 83 tahun lebih 4 bulan alias 30.000 hari. Tau gak artinya … ??? Artinya 1 malam yang sangat mulia ini disetarakan dengan ibadah selama ± 83 tahun. Bayangkan ..!! Padahal umur manusia khan jarang yang nyampe 83 tahun. Sungguh beruntung orang yang mendapat rahmat Allah pada malam tersebut. Malam itu malaikat turun membawa rahmat Allah, keselamatan berkibar-kibar sampai terbit fajar.
Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berdiri (beribadah) pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Bukhari).”
Pernah Nabi saw. berkata kepada para sahabatnya “Bulan Ramadhan telah menaungimu, bulan yang penuh mulia ini telah datang di tengah-tengah kamu, di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkannya, maka ia telah kehilangan kebaikan, seluruhnya, dan tidak ada orang yang tidak mendapatkannya kecuali orang-orang yang merugi” (HR Ibnu Majah).

· Kapan sich datangnya malam Lailatul Qadar … ???

Lailatul Qadar terjadi dengan pasti di bulan Ramadhan. Dalam berbagai hadits ada yang menjelaskan Lailatul Qadar itu datang pada 10 malam terakhir yang ganjil Ramadhan, ada yang 7 hari terakhir Ramadhan, ada yang tanggal 27 Ramadhan. Tetapi … yang jelas … adik-adik harus meyakini bahwa Allah swt mempunyai hikmah yang sangat besar dalam menyembunyikan (tanggal yang pasti) tentang Lailatul Qadar. Kenapa coba ..?? Coba dech … kalo tanggal turunnya udah dipastiin … mungkin kalian getol sholat dan beribadah pada malam itu .. tapi .. ada kemungkinan besar ibadah pada hari-hari lain akan kendor, tul gak ..??? So, …khan kalo gak ditentuin … kita akan terus termotivasi dan terdorong untuk banyak-banyak beribadah di setiap malam. Ok!!!
Adik-adik … Allah menciptakan manusia bukan tanpa tujuan adik-adik, melainkan agar manusia mengenal dan menyembah-Nya sebagaimana yang difirmankan dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyat ayat 56, “Wamaa kholaqtuljinna wal insa illa liya’buduuniyang artinya “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
Ibadah kepada Allah bermacam-macam jenisnya. Ayo … sebutkan apa aja coba contohnya!!??..? Nach .. diantara ibadah-ibadah tadi ada yang namanya ibadah puasa, yang dalam bahasa arabnya adalah “shaum”. Di Bulan Ramadhan ini seluruh umat Muslim di dunia diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Makna puasa (shaum) adalah menahan diri dari sengaja makan, minum, melakukan hubungan suami isteri selama sehari penuh dengan niat menjalankan perintah Allah dan mendekatkan diri (taqorrub) kepada-Nya. Ini bisa kita lihat di Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 187.
Tapi adik-adik … ternyata shaum tak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan anggota tubuh kita dari hal yang buruk, menahan diri kita dari segala hal yang maksiat dan sesuatu yang tak diridhoi Allah, seperti berbohong, ngerumpi, nyontek, ngelawan ke guru dan orang tua, pacaran, sering marah, ngejelekin orang, menyakiti temen, musuh-musuhan ama temen sekelas, bolos sekolah, dan seabrek aktivitas mubazir lainnya. Semua itu harus kita tahan. Sebab kata Nabi Muhammad saw. “berapa banyak orang yang berpuasa, tapi tak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus.” Tapiiii…. bukan berarti setelah mengerjakan shaum, hal-hal yang demikian itu kita lakukan lagi. Justru bulan puasa ini sebagai latihan untuk menahan segala kemaksiatan manakala bulan puasa ini usai.
So.. mari kita jadikan puasa sebagai sarana untuk melatih kita untuk mendekatkan diri kepada Allah … OK!!!

· Hati Kita Harus Puasa Juga Lho!!!

Adik-adik tahu apa itu hati?? Setiap makhluk pasti mempunyai hati. Secara maknawi, hati itu ada dua, ada hati yang mati, sengsara dan menderita, itulah hati kaum kafir, munafik dan kaum yang senantiasa durhaka kepada Allah swt. Ada hati yang senantiasa hidup, disinari oleh cahaya Allah, itulah hati orang-orang mukmin.
Hati seorang mukmin haruslah senantiasa puasa dari rasa sombong dan ujub. Adik-adik pasti masih ingat bahwa sombong itu adalah sifat setan. Setan merasa dirinya hebat, sehingga berarti melanggar perintah Allah. Yang berhak untuk sombong hanyalah Allah. Manusia tidak pantas menjadi seorang yang sombong karena dirinya sangat rendah di hadapan Allah.

“Kesombongan adalah pakaian-Ku, keagungan adalah sarung-Ku.Barangsiapa bersaing dengan-Ku dalam keduanya, Aku akan menyiksanya” (Hadits Qudsi).
Hati orang yang berpuasa harus berpuasa dari rasa iri dan dengki. Karena yakinlah bahwa semua amal kita akan hancur bila hati ini ada sifat iri dan dengki.
Rasulullah saw. pernah memberi tahu sampai tiga kali tentang seseorang dari shahabatnya yang termasuk penghuni surga. Ketika orang itu ditanya tentang mengapa ia masuk surga? Ia menjawab, ” Saya tidak tidur sementara dalam hati saya ada dengki, iri, atau khianat terhadap seseorang Muslim.” Artinya rasa iri dan dengki dapat menghalangi kita dari masuk surga.

· So … Gimana Sich .. Cara Lidah Berpuasa??

Adik-adik punya lidah?? .. Yah … Lidah adalah ibarat binatang buas yang berbahaya, ular berbisa dan api yang berkobar-kobar. Bahkan Rasul saw. pun mengingatkan kita akan lidah, “Hati-hatilah kamu dengan ini, (kemudian beliau menunjuk lidahnya)”
Ibnu Mas’ud berkata, “Demi Allah, tidak ada di dunia ini yang lebih berhak dijaga lebih lama dari lidah“.
Puasa lidah adalah terdiamnya lidah ini dalam berbohong, mencela, berkata kotor, menggunjing, ngerumpi, menghina dan merendahkan orang, berkata jahat dan lain-lain. Adik-adik harus ingat bahwa lidah dapat mengantarkan adik-adik ke surga, yakni dengan menggunakan lidah ini untuk berdzikir kepada Allah, tapiii … lidah pun dapat mengantarkan adik-adik ke neraka karena seringkali lidah ini dalam hal-hal yang tak disenangi oleh Allah.
Mu’adz bertanya, “Apakah kami akan disiksa akibat apa yang kami katakan, ya Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab, “Ibumu menderita karena melahirkan kamu wahai Mu’adz. Manusia menelungkupkan muka ke neraka adalah karena akibat lidah mereka.”

· Inga .. Inga!! Mata pun Harus Puasa!!

Diantara manusia ada orang yang perutnya puasa dari minum dan makan, tetapi matanya terlena dalam hal-hal haram. Puasanya mata adalah menahan pandangan mata ini dari hal-hal haram. Tau gak akibatnya kalo pandangan mata ini dibiarkan bebas dengan sebebas-bebasnya? Salah seorang salaf berkata, “Suatu ketika saya gunakan mata untuk berbuat haram, lalu aku menjadi lupa Al Qur’an setelah 40 tahun menghafalnya”.
Selain itu … bila pandangan mata ini gak dijaga … maka hati kita akan selalu gundah gulana di setiap tempat. Coba dech … kalo kalian udah terbiasa memandang lawan jenis kalian. Mungkin pada saat itu gak kerasa apa-apa, tapi besok-besok … ketika kita lagi belajar … kita gak konsentrasi, lagi makan gak kerasa nikmatnya, waktunya tidur pun mata ini gak merem-merem. Karena kepikiran orang yang dulu kita pandang.
Jadi … inga – inga yach!! Mata adalah panglima, bila dilepas maka ia akan memangsa, dan bila diikat ia akan tunduk. Dan bila dibebaskan sebebas-bebasnya, maka ia akan membawa hati pada kehancuran.

· Kedua Telinga Kita Harus Puasa

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra': 36)

Telinga berpuasa dari mendengar kata-kata busuk, lagu, kata-kata jahat dan kotor. Kebanyakan umat Islam, apalagi kaum ABG Muslim, banyak memenuhi telinganya dengan nyanyian yang diharamkan dan kalimat yang kotor dan melenakan. Telinga orang yang berpuasa diarahkan untuk mendengarkan kata-kata yang indah dan tak membiarkan kata-kata keji masuk ke dalam telinganya.
Adik-adik .. makanan telinga adalah dzikir, ilmu yang bermanfaat, nasehat yang baik dan ucapan yang baik.

· Bagaiman Perut Berpuasa

Puasa perut adalah dengan menjauhi makanan yang haram ketika berbuka puasa. “Hai orang-orang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya saja kamu menyembah” (2: 172).
Abu Bakar ra pada suatu hari bersantap makan kemudian bertanya kepada pelayannya “dari mana asal makanan ini??? Si pelayan menjawab, “Dari hasil praktek perdukunan yang pernah saya lakukan dahulu pada waktu jahiliyyah”. Abu Bakar ra kemudian memasukkan tangannya ke dalam mulutnya dan bergetar, kemudian mengeluarkan makanan dari perutnya.
Selain itu juga saat berbuka haruslah bersifat sederhana. Puasa perut saat bersantap hidangan puasa adalah tidak memasukkan makanan secara berlebih-lebihan.

“Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (Al-A’raf: 31).

Adik-adik … tau gak?? .. ada satu keistimewaan shaum dibandingkan ibadah-ibadah lainnya. Ibadah shaum adalah ibadah yang hanya untuk Allah swt, seperti yang tertera di hadits Qudsi, “Setiap amal ibadah anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya, ia meninggalkan makan dan nafsu syahwat hanya untuk-Ku.”
Jadi keikhlasan dan kejujuran kita kepada Allah swt benar-benar diuji ketika shaum. Soalnya khan … gak ada yang ngeliat kalo kita gak puasa trusss … kalo mau bohong pun kita bisa. Kalo ibadah lain akan kelihatan kalo kita gak ngerjain, contohnya gak sholat atau berzakat (ya gak??? ..)
Setiap yang Allah perintahkan pasti ada hikmahnya bagi kita. Dia Maha Bijaksana dalam menciptakan dan memerintah. Dia tak pernah menciptakan dengan bathil dan tak pernah mensyariatkan sesuatu dengan percuma.
Ibadah puasa (shaum) mempunyai hikmah dan kemashlahatan yang cukup banyak. Apa aza sich hikmahnya?? .. Ayo kita bahas satu persatu …

Shaum dapat membersihkan jiwa

Kok bisa ya?? Iya.. soalnya dengan shaum kita belajar melatih jiwa agar selalu menghambakan diri secara total hanya kepada Allah. Dengan shaum kita selalu berusaha menahan diri dari hal-hal yang menjadi kesenangan jiwa. Jika mau .. ia dapat makan dan minum dengan mudah tanpa diketahui orang lain. Akan tetapi ia tinggalkan semua itu hanya untuk mencari ridho Allah semata.
Abu Hurairah ra meriwayatkan dalam hadits Qudsi:
“Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibanding bau wangi misik. Ia meninggalkan makan, minum dan nafsu syahwat hanya untuk-Ku. Setiap amal ibadah anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.”

Shaum disamping mengandung manfaat klinis yakni untuk menjaga kesehatan badan, juga mengandung manfaat psikologis

Dalam shaum unsur rohani akan menang di atas unsur materi. Serta unsur akal akan menang di atas unsur syahwat. Seseorang yang sedang shaum akan senantiasa berusaha menjaga kualitas shaumnya sehingga ia akan menjaga setiap ucapan, pikiran dan tingkah lakunya agar pahala shaumnya tidak berkurang. Adik-adik suka merasa gitu gak?? .. ?? Misalnya ada temen kita yang shaum, teruss ngomongin orang lain alias ghibah, so .. kita harus cepet-cepet ngingetin dan bilang “awas .. lagi puasa”. Khan sayang ya kalo puasa kita Cuma dapet lapar dan haus aza. Oleh karena itu dengan puasa kita akan lebih mengutamakan ruhani dan akal kita dibanding nafsu dan syahwat kita.

Shaum berguna untuk mendidik kemauan, jihad (berjuang) melawan hawa nafsu, membiasakan berlaku sabar dan menahan kesenangan.

Manusia dituntut berlaku sabar dalam menjalankan ketaatan dan bersabar dalam meninggalkan maksiat. Dalam sebuah Hadits disebutkan,
“Puasa adalah perisai yang menyelamatkan dari neraka sebagaimana perisai seorang diantara kamu dari peperangan.”
Ketika puasa orang juga harus sabar, gak boleh cepet marah, karena marah termasuk hawa nafsu yang datangnya dari syaiton (setan). Jadi kalo mo latihan sabar menahan amarah, coba dech dengan puasa. OK!!

Shaum dapat menahan/melemahkan nafsu syahwat terhadap lawan jenis terutama apabila shaum tersebut dikerjakan secara teratur hanya karena mengharapkan ridho Allah swt. Oleh karena itu kalau misalnya kita lagi “suka” sama lawan jenis cobalah lawan dengan puasa. Karena perasaan sebelum menikah harus ditekan, agar tidak menjurus kepada hal-hal yang mendekati zina. Nabi saw. menganjurkan kepada para pemuda yang belum mampu menikah agar mau shaum.
“Wahai segenap pemuda, barangsiapa ada diantara kamu yang belum mempunyai kemampuan hendaklah menikah, karena nikah dapat merendahkan pandangan mata dan dapat lebih menetralisir keinginan seksual. Barangsiapa yang tak mampu untuk menikah, maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan nafsu syahwat.”

Shaum dapat menjadikan orang yang melakukannya selalu ingat akan nikmat Allah

Ketika ia lapar, ia akan merendahkan diri dan akan selalu ingat kepada-Nya dan apabila ia kenyang, maka ia akan selalu memuji dan banyak bersyukur kepada-Nya atas nikmat kenyang.

Shaum juga dapat menyebabkan tumbuhnya jiwa sosial

Setiap orang dalam shaum dipaksa lapar, walaupun ia seorang yang mampu (kaya). Ia dipaksa untuk sama-sama merasa lapar dan menderita seperti yang sering dirasakan oleh fakir miskin. Maka seharusnya latihan shaum dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mengajak kepada saling mengasihi dan menyayangi dan lebih giat dalam bersedekah, membantu kaum yang membutuhkan. Oleh karena itu amal yang paling besar pahalanya di bulan Ramadhan adalah memberi makan orang yang berpuasa seperti bunyi hadits berikut ini, “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tidak kurang sedikitpun.”

Inti dari semua itu adalah shaum dapat menyiapkan manusia ke derajat taqwa dan mengangkatnya ke derajat muttaqin.

Subhanallah ya adik-adik … begitu banyak hikmah shaum, ternyata puasa tidak hanya mengadu kuat nggak makan dan minum aja lho… Gimana ..?? jadi kepengen shaum khan .. ?? Nach .. sebentar lagi khan Bulan Ramadhan .. ya. Setiap muslim diwajibkan shaum di bulan tersebut. Dalilnya ada dalam Al Qur’anul Karim surat Al Baqarah ayat 183 – 185.

Abu Hurairah ra meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah saw.,
“Barangsiapa berpuasa di Bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat. Dan barangsiapa melakukan amal ibadah tambahan (sunnah) di Bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka ia akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.”
Mau khan diampuni dosa kita yang bertumpuk-tumpuk itu?? Makanya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut bulan Ramadhan, kesehatan harus dijaga.. jangan sampai sakit. Di bulan Ramadhan ini juga hendaknya memperbanyak tilawah, selain itu sunnah yang memiliki keutamaan untuk dikerjakan adalah:

· Cepat berbuka

Rasulullah saw. bersabda, “Manusia akan selalu baik, selama mereka cepat berbuka. Berbeda dengan orang yahudi dan nasrani yang selalu mengakhirkan waktu berbuka.”

· Sahur dan mengakhirkannya

Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi kekuatan bagi orang yang berpuasa. Sabda Nabi saw., “Bersahurlah kamu, karena di dalam sahur terdapat berkah.”

· Membersihkan diri dari perkataan kotor, mencerca dan perkataan yang tiada guna

Shaum yang benar-benar diterima adalah shaum dimana lidah dan seluruh anggota badannya juga ikut berpuasa dari melakukan maksiat kepada Allah swt. Rasulullah saw. bersabda, “Puasa itu bukan hanya menahan dari makan dan minum, tetapi puasa adalah menahan dari kata-kata kosong dan jorok.”

· Bangun malam bulan ramadhan dan sholat tarawih

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berqiyamul lail bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah, maka dosa yang telah lewat akan diampuni.”
Tarawih adalah sholat yang telah menjadi atsar dan dilaksanakan oleh orang-orang Islam dengan berjamaah di masjid setelah sholat Isya. Boleh 11 rakaat (3 witir), boleh juga 23 rakaat.

· Memanfaatkan bulan ramadhan untuk dzikir, taat dan bershodaqoh

Ramadhan adalah sarana untuk menyebarkan kebaikan, dimana amal kebaikan akan diberi pahala yang berlipat ganda dan ampunan dimurahkan, kesenangan untuk berbuat baik akan bertambah. Orang yang sangat merugi adalah orang-orang yang tak mendapatkan rahmat dari Allah. Bagaimana sich cara mendapatkan rahmat Allah?? .. caranya ialah dengan mendekatkan diri kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam berdzikir serta beribadah yang baik kepada-Nya. Kalau Allah merahmati dan sayang kepada kita insya Allah hidup ini akan terasa mudah dan indah … OK!!
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukakanlah pintu-pintu neraka dan setan dibelenggu.”
Yang patut dikerjakan dengan bersunguh-sungguh bagi orang yang shaum adalah bermurah hati, berbuat kebaikan, ber’ammar ma’ruf nahi mungkar, dan memberi makan.

· Membaca doa sepanjang hari, khususnya ketika berbuka

Dzikir dan do’a sangat dipentingkan bagi orang yang sedang berpuasa, tetapi yang lebih dipentingkan lagi adalah ketika berbuka.
Sabda Nabi saw., “Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka do’anya tidak akan ditolak” (HR Ibnu Majah).
“Tiga golongan yang do’anya tak akan ditolak, yaitu imam yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka dan do’anya orang yang teraniaya.” Dalam riwayat lain “dan orang yang berpuasa sehingga ia berbuka” (HR Abu Hurairah).

· Bersungguh-sungguh pada Al ‘asyrul awakhir (10 hari terakhir bulan ramadhan)

Yah… itulah sekelumit tentang Ramadhan… Subhanallah .. indah yach Bulan Ramadhan. Kakak mengajak adik-adik untuk menyambut Bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan. Dannnn … jangan lupa untuk berpuasa dengan sebenar-benarnya puasa sebagaimana yang telah kakak terangkan tadi … OK!
Sebelum ditutup .. mari kita nyanyikan sebuah nasyid … judulnya “Ramadhan”

Bulan Ramadhan … Bulan penuh mulia
Bulan Ramadhan … Bulan penuh barokah
Bulan Ramadhan … Bulan penuh ampunan
Bulan Ramadhan … kusayang padamu
Bulan Ramadhan … kuharap selalu

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Malu Sebagian dari Iman


Assalamu’alaikum wr.wb
Adik-adik sekalian yang kakak cintai karena Allah. Alhamdulillah Puji dan Syukur ke hadirat Allah swt yang telah memudahkan kita untuk bertemu dalam majelis atau pertemuan kita yang mulia ini. Adik-adik, majelis ini insya Allah akan menjadi tempat bagi kita semua untuk saling mengingatkan akan kebesaran Allah Azza wa Jalla.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad saw. Juga tidak lupa kepada keluarga dan para sahabat yang senantiasa menjaga dengan teguh keimanan dan keislamannya hingga akhir hayat mereka dan pengikutnya yang senantiasa istiqomah.
Adik-aadik sekalian, tentunya pernah denger dong yang namanya “malu”? atau mungkin pernah merasa malu?
Malu kadang menjadi alasan untuk kita menjadi tidak berani atau tidak pede. Contohnya kalau kalian diminta untuk menyampaikan pendapat di depan temen-teman. Pendapat itu tidak tersampaikan karena malu …….ah. Jika dilihat dari satu contoh diatas sepertinya malu itu terkesan negatif ya? Iya nggak?
Padahal mungkin kalian juga sering denger kalau malu itu adalah sebagian dari iman. Nah.. sebenarnya malu yang seperti apa sih yang sebagian dari iman itu. Kita akan coba bahas yaaa..

Utsman Yang Pemalu

Sekarang kakak mau tanya nih, masih inget enggak siapa khulafa’ur Rasyidin yang ketiga? Ya, betul. Beliau adalah Utsman bin Affan. Alhamdulillah yaa kalian masih inget. Ternyata Utsman itu seorang yang pemalu loh…… Kita simak kisahnya berikut ini :
Diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah r.a. bahwa pada suatu hari, Abu Bakar meminta izin untuk menjumpai Rasulullah saw, yang ketika itu sedang berbaring, sementara jubahnya tersingsing di salah satu kakinya. Abu Bakar pun diberi izin dan segera masuk. Abu Bakar berbicara dengan Rasulullah sebentar, kemudian ia pun berlalu. Setelah Abu Bakar berlalu, tidak lama datanglah Umar bin Khattab yang juga ingin bertemu dengan Rasulullah dan diberinya izin. Setelah selesai keperluannya Umar pun pergi.
Setelah keduanya berlalu, datanglah Utsman yang juga ingin bertemu dengan Rasulullah. Sebelum Utsman diizinkan masuk, Aisyah melihat Rasulullah berkemas-kemas, ia segera duduk dan menarik bajunya ke bawah agar menutupi kakinya. Kemudian ia berbicara dengan Utsman. Tak lama setelah Utsman pergi, Aisyah menanyakan kepada Rasulullah saw :
“Wahai Rasulullah, saya tidak melihat anda berkemas-kemas untuk menerima kedatangan Abu Bakar dan Umar, sebagaimana anda lakukan terhadap kedatangan Utsman!” Maka Sabda Rasulullah saw, ” Utsman itu seorang perasa dan seandainya saya izinkan ia masuk sewaktu saya berbaring tentulah ia akan malu untuk masuk dan akan kembali sebelum keperluan yang hendak disampaikannya dapat saya penuhi!
Hai Aisyah, tidakkah saya akan malu terhadap orang yang dimalui oleh malaikat?”
Sifat pemalu Utsman dipuji oleh Rasulullah saw, beliau bersabda, ” Orang yang paling kasih sayang dari umatku ialah Abu Bakar dan paling teguh dalam memelihara ajaran Allah ialah Umar dan yang paling bersifat pemalu ialah Utsman ” (H.R. Ahmad, Ibnu Maajah, At Tirmidzi).

Malu Kepada Allah

Setelah menyimak kisah Utsman bin affan tadi, ternyata sifat malu itu tidak negatif.. malah dipuji oleh Rasulullah saw. Kenapa demikian? Mau tau jawabannya, kita tanya.. Galileo…. Eh.. Udah gak ada yaaa..
Ternyata…… malunya Utsman itu bukan karena malu kepada teman-temannya (minder) melainkan malu kepada Allah swt. Maka dari itu sifat malunya itu tidak menyebabkan bermalas-malasan berbuat kebaikan ataupun jadi minder dan dijauhi oleh sahabat-sahabat yang lain.
Malah sifat pemalu itulah yang mendorong Utsman r.a. menjadi seorang dermawan yang penuh welas asih. Dan sifat malunya itu telah melindunginya dari kebimbangan dan keragu-raguan terhadap kebenaran.
Nah…….. berarti sekarang sudah mulai ada titik terang yaaa… malu sebagian dari iman itu, malu yang seperti apa, yaitu malu kepada Allah swt. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana sih malu kepada Allah itu?
Dari Abdullah Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw bersabda, ” Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya.” Abdullah bertanya kepada Nabi, ” Ya Nabinya Allah, sesungguhnya aku malu”. Nabi saw bersabda, ”    Bukan berarti malumu itu telah dapat disebut malu kepada Allah, tetapi orang yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya menjaga kepala dan segala sesuatu yang ada di kepala, menjaga perut dan sesuatu yang ditampungnya dan ingatlah kematian dan cobaan, barangsiapa menginginkan kehidupan akhirat maka tinggalkanlah perhiasan dunia dan pilihlah kehidupan akhirat dengan mengesampingkan kehidupan dunia. Maka barang siapa melakukan yang demikian. Maka dikatakan benar-benar malu kepada Allah”,
Dari hadist diatas, tersirat bahwa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya tidak hanya diucapkan dengan lIsan saja tapi juga harus diikuti dengan keyakinan hati dan amal perbuatan. Karena itu malu adalah sebagian dari iman. Sementara iman itu sendiri adalah keyakinan dalam hati dan diucapkan dengan lIsan serta dibuktikan dengan amal perbuatan.
Kita malu kepada Allah swt, bila kita berbuat yang tidak disukai oleh Allah karena di dalam hidup ini tidak ada satupun dari perbuatan kita yang luput dari pengawasan Allah swt. Sederhananya begini, kita hidup di dunia ini lagi disyuting sama Allah dan hasilnya akan diperlihatkan di hari akhir nanti. Semua perbuatan kita yang disembunyikan di dunia akan terlihat disitu, sesuatu yang selama ini kita sembunyikan dari penglihatan manusia.
Manusia merasakan malu karena ia mempunyai akal dan perasaan. Itulah yang membedakannya dengan hewan. Hewan tidak merasa malu tidak berpakaian , sedangkan manusia……. Malu lah yaaa…
Kenapa hal itu terjadi? Karena hewan tidak diperintahkan oleh Allah untuk menutup auratnya maka dari itu mereka asik-asik aja tuh gak pake baju. Malah kita ngeliatnya aneh dan lucu kalau hewan berpakaian. Sedangkan manusia diperintahkan oleh Allah untuk menutup auratnya, sehingga ia merasa malu kalau tidak berpakaian. Contoh yang lain….seseorang merasa malu apabila ia berdua-duaan (perempuan dan laki-laki) karena Allah melarang untuk berkhalwat atau berdua-duaan laki-laki dan perempuan non muhrim. Kalian bisa cari contoh yang lainnya. Nah….malu yang seperti itulah yang sebagian dari iman, bukan malu karena merasa rendah diri. Ingat yaa rendah diri berbeda dengan rendah hati. Rendah diri adalah merasa dirinya rendah disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan, pengalaman, kecerdasan, keterampilan ataupun cacat tubuh. Juga karena perasaan bersalah terutama kurang percaya (iman) pada Allah.    Sedangkan rendah hati itu kebalikan dari sombong. Malu untuk berbuat munkar adalah sebagian dari iman, ia adalah pendorong utama agar selalu berbuat kebaikan dan berani meninggalkan kemunkaran.
Sepertinya sekarang ini sudah banyak yaa.. yang kehilangan rasa malunya……….mereka cenderung berbuat sekehendak mereka tanpa menghiraukan aturan-aturan Allah.
Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al- Anshari Al Badri berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, ” Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari ungkapan kenabian yang pertama adalah,’Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari).
Jadi, terserah kalian …….apakah masih mau mempunyai rasa malu kepada Allah atau tidak. Jika tidak.. silahkan berbuatlah sekehendak kalian dan tentunya Allah telah telah menyiapkan balasan yang telah kita perbuat.
Nah, adik-adik sepertinya uraian kakak sudah banyak sekali yaa.. mudah-mudahan bisa difahami dan diamalkan. Sebenarnya Kebenaran itu datangnya dari Allah. Wallahu ‘alam bi shawab

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
By Anonim Bogoriense (Kumpulan Materi Mentoring Islam SMP)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.