Umar Bin Khoththob


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adik-adik ….gimana khabarnya?? Masih semanget ikut mentoring ‘kan??? (masi dong ya..). Nah sekarang Insya Allah saya mau cerita tentang seseorang yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Adik-adik mau masuk surga ‘ngga??? Pasti pada mau ‘kan! saya juga mau….makanya kalau mau masuk surga kita harus mencontoh orang-orang yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah diantaranya yang mau saya ceritain ini, dengerin yaa…..

Games
Adik-adik, sebelum cerita saya punya tebakan. Adik-adik jawab ya, orang yang mau saya ceritain ini jago gulat…(pokoknya kuat banget deh) terus kalau jalan sama temen-temennya kepalanya terlihat soalnya badannya tinggi besar. Ayo…siapa coba, belum tau juga. Yah udah saya kasih keterangan lain…kalau dia bicara, orang lain pasti harus ngedengerin, kalau berjalan langkahnya cepet seperti dikejar orang dan kalau berkelahi pukulannya adalah pukulan maut. Udah mau tau belum??? Inisial namanya dari huruf “U”, terus beliau ini……khalifah kedua setelah Abu Bakar. Iya pinter!!!! Umar bin Khoththob. Nah karena adik-adik sudah bisa ngejawab saya kasih hadiah, hadiahnya cerita tentang kehebatan Umar, pst..pst..pst..jangan pada ribut ya soalnya ceritanya seru banget, sebelum kita cerita kita baca Basmallah bareng-bareng yuuk….Bismillairrahmanirrahim.

Umar bin Khoththob, Sahabat Rasul yang dijamin masuk surga

Adik-adik …Umar itu punya banyak banget keutamaan, beberapa diantaranya bisa kita tahu lewat cerita-cerita ini:

1. Kekuatan fisik

Sebelum masuk Islam Umar sering bertarung melawan juara-juara gulat yang kuat perkasa di pasar ‘Ukadh, beliau adalah laki-laki yang bertubuh kekar, berotot kemerah-merahan. Kedua telapak tangan dan kakinya kasar dengan bahu yang bidang serta perawakan yang tinggi besar. Setelah masuk Islam, Umar memperkuat barisan kaum muslimin. Ia sangat sedih melihat sahabatnya yang lemah (seperti Bilal, Khabbab, Ammar dkk.) disiksa oleh kafir Quraisy. Untuk membangkitkan rasa kebanggaan mereka Umar bertekad untuk ikut merasakan siksaan seperti yang mereka dapatkan. Sebagai sasaran pertama, ia pergi ke tempat Abu Jahal, sesampainya disana diketuklah pintu rumah Abu Jaha,. Abu Jahal pun keluar …namun ketika dilihatnya Umar, ia pun kembali menguncikan pintu dari dalam. Ayo tebak..kenapa Abu Jahal masuk lagi. Soalnya Umar itu dikenal sebagai seseorang yang kuat fisiknya dan tekadnya sehingga tidak ada yang berani mengganggu beliau. Malah Rasulullah pernah mengumpamakan seandainya Umar dan syeitan bertemu pada satu jalan maka syeitan akan mengambil jalan lain untuk menghindari Umar.
Jadi Intinya kita harus memilki fisik yang kuat seperti Umar. Soalnya kalau kita mau shalat, mau puasa, mau naik haji kan harus kuat. Dalam hal ini kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat yang Allah berikan. Diantaranya dengan olah raga, dengan makan makanan yang halal dan baik, dll.

2. Cerdas dan Luas Ilmunya

Aisyah ra, pernah berkata tentang Umar ra, “Demi Allah, ia adalah seorang yang cerdik dan cekatan yang tiada bandingannya, dan memang bagi segala sesuatu telah dipersiapkan padanannya.”
Abdullah bin Mas’ud pun pernah berkata, “Umar termasuk orang yang paling tahu diantara kita tentang kitabullah, dan orang yang paling mengerti tentang agama Allah.”
Subhanallah….begitu luas perbendaharaan ilmu Umar. Misalnya pernah suatu hari Umar berkata kepada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah, bukankah ini tempat berdirinya nenek moyang kita Ibrahim?” “Benar”, ujar Rasulullah.
“Bagaimana sekiranya Anda jadikan tempat shalat…?”
Selang beberapa hari kemudian, turunlah wahyu “Dan jadikanlah sebahagian makam Ibrahim sebagai tempat shalat” (QS.2:165).
Rasulullah pun pernah bersabda tentang kecerdasan Umar, “Sekiranya di belakang saya ada pencipta hadits, maka Umar lah orangnya.”
Nah terbukti ‘kan betapa cerdasnya Umar, dan kita pun harus mencontohnya. Dengan giat mencari ilmu, di sekolah, ditempat les, di mesjid, bahkan di mentoring ini. Makanya adik-adik harus rajin mentoring yaa……

3. Sederhana

Sekarang saya mau tanya…adik-adik punya baju warna hijau engga? warna biru? warna putih? Nah kalau dihitung baju kita banyak sekali ya…kalau Umar punya berapa baju coba? Mau tau jawabannya, dengerin ceritanya OK…
Suatu hari Umar naik mimbar hendak menginformasikan hal-hal yang penting bagi kaum muslimin. Tetapi ada seseorang yang tidak mau mendengarnya.

“Kenapa wahai Salman?” tanya Umar dengan menyesal
“Yah…” ujar Salman Al Farisi, “Karena Anda mengistimewakan diri Anda dari kami, masing-masing kami hanya diberi sehelai baju, tetapi untuk diri Anda..Anda ambil dua helai.”
Umar pun melayangkan pandangannya kepada kerumunan orang-orang, lalu bertanya , “Dimana Abdullah bin Umar?”
“Ini-lah saya Amirul Mukminin,” kata Abdullah
“Kain siapakah yang saya pakai sehelai lagi?” tanya Umar kepada puteranya
“Kain bagian saya, wahai Amirul Mukminin” jawab Abdullah kepada orang-orang banyak.
Lalu Umar berkata, “Sebagaimana tuan-tuan ketahui saya ini bertubuh tinggi sedangkan kain bagian saya pendek, maka Abdullah pun memberikan kepada saya bagiannya, dan oleh saya digunakan untuk menyambung bagian baju saya.
Subhanallah….ternyata sekalipun Umar menjadi pemimpin negara ia hanya memiliki dua helai baju, yang satu helai baju itupun pemberian dari puteranya. Kita pun harus bisa seperti Umar yaitu berlaku sederhana (tapi bukan berarti meminta-minta lho..), siapa yang tahu gimana hidup sederhana??? Iya betul…dengan tidak terlalu banyak jajan, tidak membeli barang-barang yang tidak bermanfaat, menghabiskan makanan dll.


4. Lapang Dada dalam Menerima Nasehat

Biasanya para penguasa enggak pada mau dikritik, tapi Umar lain malah meminta agar rakyatnya selalu mengingatkan bila ia menyimpang dari kebenaran. Malah pernah Umar bertanya kepada rakyatnya, apa yang akan mereka lakukan seandainya Umar memiringkan kepala ke dunia seperti ini …? (maksudnya menyimpang dari kebenaran) Terus …tiba-tiba dari kumpulan kaum muslimin menyeruaklah seorang laki-laki sambil mengacungkan pedang terhunus dan berkata, “…Kalau begitu pedang kamilah yang bicara.”
Kalau adik-adik digituin …marah ngga? (marah dan takut kali yaa…) Kalau Umar sebaliknya, wajahnya langsung berseri-seri karena gembira malah mendoakan orang itu supaya diberi rahmat oleh Allah.
Di kehidupan sehari-hari kita pun harus seperti itu…mau mengingatkan teman kita kalau salah dan harus mau juga diingatkan. Di surat Al ‘Ashr ada ayat yang menyuruh kita saling nasehat-menasehati dalam kebenaran…Ayo siapa yang mau bacain, semuanya udah hapal? Ya udah kita barengan aja…(dibacakan artinya)


5. Adil

Kalau A dan B (A,B siswa di kelas) ngerjain PR, isinya sama semua (tapi engga contek-contekkan). Eh Pas dinilai ternyata si A dapet 8,5 dan si B dapet 8,0. Soalnya si A itu anak presiden jadi nilainya lebih besar. Adik-adik rela ngga’ ???…Rela..?????? Enggak dong ya…kenapa coba…karena kita ingin mendapatkan hak yang sama, kita ingin orang lain berlaku adil pada kita. Sebelum orang lain berlaku adil pada kita, pertama-tama kita harus berbuat adil sama orang lain. Misalnya seperti Umar, kalau ia membuat peraturan baru ia mengumpulkan keluarganya terlebih dahulu terus dikasih tahu bahwa akan ada peraturan baru. Terus Umar mengingatkan kepada keluarganya agar menjadi orang yang pertama kali mentaatinya dan kalau melanggar Umar akan memberikan hukuman 2 kali lipat daripada rakyat biasa. Adil kan. Itulah hebatnya Umar, kalau masalah harta keluarganya harus menjadi yang terakhir mendapatkan, tapi kalau masalah hukuman, kelaparan, dll. Keluarganya harus menjadi yang pertama kali mendapatkannya. Mau tahu kehebatan Umar selanjutnya? Dengerin terus cerita Umar selanjutnya.

6. Memperhatikan Rakyat Kecil

Adik-adik pernah ngelihat presiden kita memikul beras rakyatnya ngga’? Dulu jamannya Umar ada nenek-nenek yang mau mengangkat sekarung beras (Afwan, saya lupa beras atau gandum) yang beraaaat banget, tiba-tiba ada seorang laki-laki menawarkan bantuan. Nenek itu senang sekali terus berkata “Sesungguhnya kamu lebih pantas jadi khalifah daripada Umar.” Laki-laki itu tersenyum soalnya ia adalah ….UMAR!!!
Pernah juga Umar menemukan suami-istri yang sedang dalam perjalanan (malam hari), istrinya mau melahirkan….buru-buru Umar kembali dan menjemput istrinya (Ummu Kultsum, puteri Ali bin Abi Thalib) untuk membantu mereka. Setelah sampai istrinya langsung membantu persalinan wanita tadi, sedangkan Umar memasak di luar. Suami wanita tadi melihat perbuatan baik Umar menjadi heran…kok baik amat ya…hatinya berkata. Laki-laki ini lebih layak jadi khalifah daripada Umar bin Khoththob!!! Tiba-tiba ada suara bayi menangis, terdengar suara Ummi Kultsum, “Hai Amirul Mukminin! Sampaikan berita gembira pada sahabatmu itu (maksudnya suami wanita itu), ia telah dianugerahi anak laki-laki.” Mendengar Ummi Kultsum memanggil Amirul Mukminin, suami wanita tadi terperanjat dan mundur karena malu. Kemudian Umar berkata, “Jika hari telah pagi datanglah kepada saya di Kota Madinah, dan saya akan membekali Anda dengan uang dari Baitul Mal, sekedar bekal bagi Anda, dan akan saya keluarkan hak bayi ini ….!”

“Semoga Allah meridhoimu Umar..” kata suami wanita tersebut.

Nah dari cerita tadi dapat kita ambil pelajaran berharga sekali…apa coba?? Iya betul, kalau kita jadi pemimpin harus tetap memperhatikan rakyat kecil dan kita di sekolah/di rumah harus mau bergaul dengan siapa saja. Engga’ boleh pilihan ya….


7. Yakin Sepenuhnya dengan Kebenaran Rasulullah

Adik-adik………. Umar itu kritis sekali…. Kalau mau melakukan sesuatu ia akan bertanya apakah bermanfaat atau tidak. Tapi untuk hal-hal yang pernah dilakukan Rasulullah ia tidak bersikap begitu, ia percaya sepenuh hati dan melakukannya dengan sepenuh hati pula. Misalnya ketika ia mencium “Hajar Aswad” (adik-adik tau ngga hajar aswad???), ia seolah-olah berkata pada dirinya sendiri, “Kau hanyalah sebuah batu yang tidak memberi mudharat atau manfaat! Demi Allah seandainya saya tidak melihat Rasulullah saw menciummu, tidaklah saya menciummu!” Lalu juga ketika ia berlari-lari anjing dengan membuka kedua bahunya, seraya berkata, “Apa gunanya berlari-lari anjing dengan membuka kedua bahu ini, padahal Allah telah meneguhkan Islam dan menyingkirkan kekafiran…? Namun bagaimanapun kita tidak akan meninggalkan sesuatu yang pernah kita lakukan di masa Raulullah saw. Sekarang, ketika Rasulullah sudah tidak ada, kita harus mencontoh sikap Umar yang terus menjaga sunnah Rasul, misalnya apa.?.iya betul, bisa puasa senin –kamis, shalat dhuha, berdoa kalau bercermin…eh adik-adik tahu ngga, doa apa yang Rasulullah baca kalau bercermin? Belum tahu, ya udah saya kasih tahu deh….
Nah itu tadi kisah Umar, rame banget ya, ada yang ingin seperti Umar? semoga setelah tahu ceritanya kita bisa mencontoh keutamaanya. Sekarang coba saya tanya lagi tentang keutamaan Umar, yang pertama…., kedua…., ketiga…., ketujuh…, wah pinter ya pada hafal. Masih mau dengerin cerita lagi ngga’….kalau masih, tetap ikutan mentoring Insya Allah masih banyak cerita-cerita yang dijamin seru.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Tamasya Ke Neraka


Assalamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah yach, kita bisa berkumpul dengan membawa nikmat sehat yang Allah berikan sampai sekarang, walaupun diantara kita mungkin ada yang laper, haus, ngantuk yang InsyaAllah akan dibalas oleh Allah dengan pahala. Ya… adik-adik.
Sekarang sebelum masuk pada pembahasan materi kakak mau nanya nich, siapa yang suka piknik atau tamasya ? ayo sipa ? biasanya kemana ? Nah… sekarang kita mau tamasya nich, mau ikut ‘nggak ?. ayo tebak kemana coba ? Dan adik-adik jangan kaget dulu yach ! kita akan tamasya ke neraka. Tapi bukan neraka beneran yach (siapa coba yang mau ke neraka ? )sekarang kita akan membahas tentang neraka.
Penghuni neraka itu banyak sekali yach.. adik-adik mungkin kalau dibahas satu-satu, satu hari ‘nggak bakalan cukup. Nah, sekarang kita akan membahas tiga golongan yang akan masuk neraka, yaitu orang yang munafik, orang yang tidak mau membayar zakat dan orang yang mencampur adukkan antara yang halal dengan yang bathil.


*) Golongan Orang Munafik

Adik-adik tahu ‘nggak siapa sich golongan orang munafik itu ? iya betul, yaitu golongan orang yang selalu berpura-pura dalam beriman dan dalam beragama. Di zaman Rasulullah juga banyak orang munafik. Misalnya begini, kalau didepan Rasulullah meraka mengaku beriman tetapi kalau dibelakang mereka membela orang-orang kafir. Nah…., Adik-adik tahu ‘nggak ciri-ciri orang munafik ? Rasulullah bilang bahwa ciri-ciri orang munafik itu ada tiga, yaitu jika berbicara selalu bohong, jika berjanji selalu ingkar, dan jika dipercaya selalu khianat. Ayo siapa yang suka bohong dan ingkar janji ? ‘Nggak ada yach.
Allah sangat membenci orang-orang munafik, sehingga orang munafik akan menerima azab yang sangat pedih dan akan ditempatkan didalam neraka yang paling bawah, sesuai dangan firman Allah dalam surat An-NIsa 145 yang artinya : “Sesungguhnya orang munafik itu (ditempatkan) dari tingkat yang paling bawah sekali dalam neraka, dan engkau tidak akan memperoleh penolong baginya. Nauzubillahimindzalik


*) Golongan Orang yang tidak Mau Membayar Zakat

Nah, selain orang munafik, orang yang tidak mau membayar zakatpun akan dimasukkan kedalam neraka. Dineraka mereka menjerit kesakitan, soalnya harta meraka yang tidak dizakati itu akan dibangkitkan menjadi ular yang berbisa dan melilit tubuhnya (ihh… seram yach adik-adik). Selain itu orang yang suka memakan harta anak yatim didalam neraka akan memakan bara api yang sangat panas.

*) Orang yang memcampur adukan antara yang halal dengan yang bathil

Nah,.. Sekarang golongan yang akan masuk neraka yaitu orang yang mancampuradukan yang halal dengan yang haram dan yang hak dengan yang bathil, golongan ini selain mengerjakan perintah Allah juga melakukan larangan-Nya. Golongan seperti kelak dineraka akan ditarik perutnya kedepan sampai panjang lalu perutnya itu diputar.
Sekarang Adik-adik pengen tahu nggak keadaan neraka? Gini yach, batu dineraka itu diibaratkan dengan batu belerang didalam perut gunung api. Dan manusia didalam neraka itu diibaratkan kayu, semakin banyak bahan bakarnya maka apinya semakin menyala. Terus api didunia tidaklah seberapa hanya seperti sis-sis api neraka, seperti apa yang diceritakan dalam kitab Duratin-Nasihin: Ketika Nabi Adam diturunkan ke dunia maka malaikat memohon kepada Allah untuk membekalkan api untuk keperluan Nabi Adam.
Allah memerintahkan malaikat untuk menemui malaikat Malik, penjaga neraka untuk megambil api, lalu malaikat malik memberitahukan ” sekiranya malaikat mengambil api dari neraka sebesar biji sawi untuk diletakkan di bumi maka hanguslah bumi ini”. Mendengar jawaban itu malaikat itu menghadap Allah. Maka Allah memerintahkan mengambil sebesar tepung. Malaikat itu kembali menemui malaikat Malik.
Malikat Malikpun berkata ” Kalau diambil sebesar tepung maka tidak akan hidup tumbuhan dibumi karena panasnya”. Akhirnya malaikat itu diperintahkan mengambil sebesar atom, kemudian dicelupkan kedalam 70 lautan, kemudian diletakkan diatas gunung. ketika malaikat itu maletakkan api diatas sebuah gunung maka hancurlah gunung tersebut. Maka diperintahkan supaya api sebesar atom itu di kembalikan kedalam neraka. Jadilah sIsa bekas asap itu untuk digunakan oleh Adam dan anak cucunya diatas bumi ini.
Coba bayangan Adik-adik panas benget khan..? Api yang sekarang hanyalah bekasnya saja bukan api yang sebenarya. Jadi semoga kalau kita tahu gimana panasya api neraka kita bakal lebih hai-hati dalam berperilaku. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.


Wassalamu’alaikum Wr.Wb

By Anonim Bogoriense (Kumpulan Materi Mentoring Islam SMP)

Tadabur QS. Al Ma’uun : 1-7


Assalamualaikum wr.wb.
Hallo adi-adik yang manis, apa kabar ? semoga kalian semua berada didalam lindungan Allah swt (Amiiin).Bagaimana, apakah akalian siap untuk mendengarkan materi kali ini ? Jika belum maka kalian harus lebih dahulu mempersiapakan hati, pikiran dan jiwa kalian agar dapat berkonsentrasi pada materi kali ini. Ok ! sudah siap.
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya pantas kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, yang telah memberikan kepada kita semua rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat melangkahkan kaki kita ke majelis yang di penuh oleh para malaikat- malaikat Allah, yang berdoa untuk kebaikan kita Dan tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita, sauri teladan kita Nabi Besar Muhammad saw serta para sahabatnya dan orang-orang yang selalu senantiasa berada di jalan-Nya. Untuk memulai alangkah baiknya kita bersama-sama membaca Basmallah .Bismillahirahmannirahim.
Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu dari surat cinta yang Allah berikan untuk umat manusia yang dIsampaikan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril. Begitu besar rasa sayang dan cintanya Allah kepada umat manusia sehingga Dia menurunkan wahyu ini sebagai petunjuk dan peringatan kepada manusia agar tidak tergelincir kedalam api neraka. Wahyu Allah yang berupa surat cinta ini tidaklah sama dengan surat cinta seseorang yang sedang jatuh cinta.Kalau surat cinta orang yang jatuh cinta itukan biasanya berisi tentang seribu rayuan dan janji –janji gombal, yang ditulis diatas kertas surat berwarna pink, begitu kan ?? ayo siapa yang sudah pernah membuatnya ??.
Namun surat cinta dari Allah ini bukan seperti itu, yang bertuliskan rayuan-rayuan gombal yang memabukan, melainkan berisi tentang pentunjuk-petunjuk untuk menjalani hidup, sejarah-sejarah dahulu, bahkan kejadian-kejadian yang akan terjadi dimasa mendatang. Selain itu ada pula janji-janji Allah bagi mereka yang beriman dan tidak beriman kepada Allah,, semuanya itu pasti Allah tepati karena Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa. Surat Cinta ini pun berbahasa yang indah sekali hingga tidak ada seorang penyair atau pujangga sehebat apapun sanggup menandinginya. Ayo siapa yang bisa menebak, sebenarnya apa sih surat cinta dari Allah ini ? ya . benar surat cinta yang dimaksud di sini adalah Al Quran.
Dari sekian banyak surat cinta yang Allah berikan, pada kesempatan kali ini kita akan membahas Al Quran surat yang ke 107, yaitu surat Al –Maa’uun.Adakah diantara kalian yang hafal isi dari Al Quran surat Al-Maa’uun ini ? Masa tidak ada yang hafal sih, surat cinta dari kekasih saja hafal sampai titik dan komanya, masa surat cinta dari Allah tidak ada yang hafal satu pun ? Ayo !!. Subhanallah ternyata adik –adik sudah hafal, nanti harus tahu ya arti disetiap ayat pada surat ini. OK!

SEJARAH
Sebelum kita mentadaburi isi dari ayat-ayat yang terdapat dalam Al Quran Surat Al-Maa’uun ini, maka kita harus mengetahaui sejarah dari surat ini dan sebab-sebab mengapa Allah mengirimkan surat cinta ini ? pasti ada penyebabnya kan ? Baiklah ! sekarang dengarkan dengan seksama ya!.
Qur’an surat ke 107 ini terdiri dari tujuh ayat dan digolongkan kedalam surat-surat Makiyyah ( penjelasan : Surat Makiyyah adalah surat yang diturunkan di kota Mekah, pada umumnya ayat-ayatnya pendek dan berisi mengenai ke Tauhidan. Selain dari surat Makiyyah maka ada pula surat Madaniah). Surat Al-Mauun ini diturunkan setelah surat At-Takatsur. Nama dari surat ini yaitu Al-Maa’uun diambil dari kata “Al-Mauun” yang terdapat dalam ayat ke tujuh dari surat itu sendiri, yang berbunyi “Wayam nauu nal maa’uun”. Arti Al –Maa’uun itu sendiri adalah barang-barang yang berguna.
Setiap wahyu Allah ini turun selalu diikuti oleh sebuah peristiwa atau yang lebih dikenal dengan kata “Asbabun nuzul”, begitu juga dengan Al Qur’an surat Al-Maa’uun ini : “Pada zaman Rasullah dulu ada sekelompok kaum munafik yang rajin ibadah, dalam hal ini mengejarakan sholat. Namun patut disayangkan bahwa setiap mereka sholat itu tidak diniatkan karena Allah, melainkan karena ingin dilihat oleh orang lain.
Ketika ada orang yang melihat mereka sholat maka mereka akan sholat dengn khusuyunya tetapi jika tidak ada orang yang melihatnya maka mereka sholat dengan seenaknya bahkan mereka tidak mengerjakannya. Apa yang dikerjakan selalu ingin mendapatkan pujian dari orang lain atau dengan kata lain riya selain itu kaum munafik ini enggan untuk memeberikan barang-barang berguna yang dimikinya kepda orang yang membutuhkannya dengan kata lain kaum munafik ini enggan untuk megeluarkan zakat.Allah tidak menyukai kaum seperti ini oleh karena itu
Allah menurunkan Wahyu Nya kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril, sebagai ancaman kepada kaum munafik tersebut dan menggolongkan mereka kedalam orang-orang yang mendustakan agama Allah.” Itu lah yang melatari turunnya wahyu Allah Al Quran surat Al – Maa’uun ini.

POKOK-POKOK Al QURAN SURAT AL-MAA’UUN
Dilihat dari setiap ayat yang terdapat didalam surat Al-Maa’uun menjelaskan isi pokok dari surat ini , yang secara garis besar adalah menjelaskan tentang beberapa sifat manusia yang di pandang sebagai mendustakan agama Allah dan sekaligus merupakan ancaman yang ditunjukan Allah kepada orang-orang yang melalaikan sholat dan berbuat riya atau sifat seseorang yang melakukan amal perbuatan bukan karena Allah dan ingin mendapatkan pujian dari masyarakat.
Sifat-sifat yang di pandang sebagai mendustakan agama Allah ada 5 antara lain :
ü Orang yang menghardik anak Yatim
ü Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
ü Orang yang melalaikan sholat
ü Orang yang berbuat riya
ü Orang yang tidak mau memberikan barang-barang yang berguna, yang dimilikinya (tidak mau untuk mengeluarkan zakat )
Kelima sifat ini merupakan sifat-sifat buruk yang seharusnya dihindari oleh kita semua karena sifat seoperti ini akan membawa kita kedalam kesengsaraan.
Sekarang kita akan membahas lebih rinci mengenai lima sifat buruk yang tergolong dalam mendustakan agama secara satu persatu agar lebih jelas lagi :

A. Orang yang meghardik anak Yatim.
Allah sangat membenci orang-orang yang menghardik anak yatim, hal ini dijelaskan di Surat Al Mauun ini dan Allah menempatkannya pada urutan pertama sebagai orang-orang yang mendustakan agama dibandingkan ciri-ciri yang lainya.Dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa Nabi besar kita Muhammad saw telah menjadi anak yatim ketika beliau masih berada didalam kandungan ibunya, dan kemudian pada usia 6 tahun beliau menjadi anak yatim piatu karena ditinggalkan oleh ibunda tercinta. Maksud dari anak yatim disini bukan saja berarti anak yang tidak mempunyai ayah saja, tapi didalam termasuk anak piatu bahkan anak yatim piatu.
Oleh karena itu kita yang masih mempunyai kedua orang tua seharusnya lebih bersyukur karena kita masih mendapatkan kasih sayang dari orang tua, sedangkan mereka anak yatim tidak mendapatkan sepenuhnya.Kewajiban kita jugalah untuk membagi kasih sayang kita miliki kepada mereka.
Allah memerintahkan kepada kita semua untuk memelihara mereka dengan kasih sayang, terdapat didalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 220, artinya : “Tentang dunia dan akhirat .Dan mereka bertanya kepada mu tentang anak yatim, katakanlah : “mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka maka mereka adalah saudara mu dan Allah mengetahui siapa yang membuta kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Jadi wajib bagi kita semua untuk memelihara anak yatim bukan malah menghardiknya bahkan menyia-nyiakannya.

B. Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
Maksud dari point yang kedua ini adalah Ciri kedua dari oang yang mendustakan agama adalah orang yang melarang orang lain memberi makan kepada orang miskin. Secara moral ini bukan merupakan tindakan yang baik dan Allah membenci perbuatan seperti ini.
Pada Al Quran surat Al Baqarah ayat 215 yang artiya : “Mereka bertanya kepada mu tentang apa yang mereka nafkahkan .Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak,kaum kerabat,anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”
Ayat ini jelas bukan !! dan seharusnya kita jangan terlalu khawatir degan harta yang kita miliki hilang atau kita jatuh miskin karena kita menafkahkan orang lain.Rezeki, umur, dan jodoh Allah yang mengatur semuanya, jika Allah menghendaki kita miskin mudah bagi Allah untuk melakukanya.
Sekarang yang perlu kita lakukan adalah bersyukur atas segala yang nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dan jangan lah terbesit dalam diri rasa iri dan sombong karena hal itu adalah tanda orang yang tidak mau bersyukur sesuai dengan jajni Allah dalam Alquran surat Ibrahim ayat 7 yang artinya :
Dan (ingatlah juga),tatkala Tuhanmu mema’lumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur ,pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih”.ini merupakan janji Allah yang pasti akan ditepati oleh Allah.
Ada satu hal lagi yang perlu ditekankan pada point yang kedua ini, janganlah kita membeda-bedakan orang karena harta kekayaan yang dimilikinya baikk yang kaya atau pun miskin.Di mata Allah kekayaan tidak ada artinya, hanya tingkat ketakwaanlah yang membedakan kita .Semakin tinggi ketakwaan kita maka semakin tinggi derajat kita dihadapan Allah, dan sebaliknya.Dan ingat lah prinsip bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah, maksudnya lebih baik kita memberi daripada menerima atau meminta sekali pun kita miskin berusahalah untuk tidak menunggu bantuan orang lain.
Allah pulalah yang menentukan kadar rezeki hambanya ini dijelaskan didalam Al Quran surat Az-zumar ayat 52, artinya : “Dan tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki dan menyempitkan bagi siapa yang yang dikehendaki-Nya ?.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.” Jadi jangan pernah protes atas rezeki yang Allah berikan untuk kita, percuma saja karena Allah yang menentukan.

C.    Orang yang melalaikan sholat
Ciri yang ketiga dari orang yang mendustakan agama adalah oarng yang melalaikan sholatnya. Ayo, siapa diantara adik-adik yang sholatnya masih bolong-bolong ? Subuh kesiangan, Dzuhur kesibukan, Ashar kealpaan, Maghrib kecapaian, Isya ketiduran lalu kapan mau sholatnya ???.Ayat ke empat dan kelima dari surat Al Mauun ini merupakan peringatan bagi mereka yang melalaikan sholat tergolong kedalam orang yang mendustakan agama. Apa jadinya ! bagai orang yang tidak melaksanakan sholat, jika oarang yang melalaikan sholat saja sudah dikategorikan sebagai orang yang mendustakan agama ?? Semoga kita semua tidak termasuk kedalamnya .Amiin.
Jika kita sudah mengaku bahwa diri kita adalah seorang muslim maka ada lima kewajiban yang harus kita kerjakan yaitu ; pertama mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan kesaksian bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.
Kita yang ketika dilahirkan sudah berada dalam keluarga yang islami maka tidak perlu lagi kita mengikrarkannya cukup dibaca didalam sholat atau pun do’a sedangkan untuk orang yang baru masuk kedalam islam maka wajib diikrarkan dan dIsaksikan oleh beberapa orang, karena pada hakekatnya semua manusia sebelum dilahirkan kedunia dirahim mereka sudah bersaksi dan terlahirdalam keadaan yang suci, kedua orang tuanya lah yang menjadikannya seorang nasrani atau pun majusi.
Kewajiban kedua adalah sholat, dimana sholat yang wajib kita kerjakan adalah sholat yang lima waktu yaitu subuh, dzuhur, ashar, magrib, isya. Kelima sholat ini jangan sampai dilalaikan apalagi ditinggalkan dalam keadaan apapun kecuali bagi wanita yang sedang haid ,orang gila, orang yang bukan muslim alangkah baiknya jika sholat-sholat sunahnya pun dilaksanakan. Jadi sangat jelas sekali jika kalian sedang tidak haid bagi wanita, tetapi kalian muslim tidak melaksanakan sholat maka dapat dikatakan kalian adalah orang gila ! Mau disebut orang gila ??.
Ada sebuah cerita menarik yang mungkin bisa menjadi motivasi bagi kita untuk dapat meningkatkan ibadah sholat kita. Begini ceritanya, ada seseorang hamba Allah yang telah meninggal, ketika di alam kubur digambarkan surga yang indah sebagai tempatnya nanti, di dalam surga tersebut terdapat banyak pintu yang menunggu orang-orang yang sholeh dan sholehah.
Namun ada satu kejanggalan yang terjadi pada hamba Allah yang tadi, semua pintu yang ada di surga tersebut memanggil untuk masuk kedalammnya. Hamba Allah itu bebas untuk memilih surga yang mana saja. Subhanallah. Sebenarnya apa yang terjadi hingga semuanya seperti itu? Ternyata selama hidupnya ia tidak pernah meninggalkan sholat bahkan melalaikannya saja tak pernah. Ia selalu berusah untuk sholat tepat pada waktunya, ketika adzan belum sampai dikumandangkan namun telah masuk waktunya sholat maka ia akan meninggalkan aktivitas yang dilakukannya untuk mengerjakan sholat. Bisakah kita seperti itu ?? insya Allah jika kita mau terus berusaha dan berlatih sholat tepat pada waktunya.
Kewajiban ketiga sebagai seorang muslim yaitu menjalankan puasa, terutama puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh. Kakak yakin untuk kewajiban yang satu ini adik-adik sudah secara penuh melaksanakannya walau pun ada sebagian diantara kalian yang puasa hanya karena perintah orang tua, ikut-ikutan, atau mengharapkan baju baru keika lebaran nanti , benarkan ???.
Tapi tiadak apa-apa, namun untuk kedepannya harus diniatkan untuk mendapatkan ridha dari Allah, dan niat karena Allah ini tidak hanya dilakukan ketika puasa saja tetapi diseluruh aktivitas kita kerjakan.
Dan yang ke empat adalah membayar zakat, untuk point yang ini akan kita bahas diakhir nanti karena terkait dengan point kelima dari ciri-ciri orang yang mendustakan agama. Kewajiban kelima adalah melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu, yang tidak mampu jangan memaksakan diri.
Itu tadi adalah lima kewajiban yang harus kita kerjakan sebagai seorang muslim sekarang kita kembali kepada pokok pembahasan orang-orang yang melalaikan sholat. Pada hakekatnya Allah tidak butuh akan semua amal yang kiat lakukan karean Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa, Dia mempunyai segala-Nya, kitalah yang justru perlu akan amal-amal tersebut sebagai bekal di hari akhir nanti.
Ada yang perlu direnungkan, bahwa kita hidup di dunia ini tidak pernah tahu sampai kapan, mungkin saja sejam lagi kita akan meninggal, atau sebulan lagi, atau bahkan entah beberapa tahun lagi. Kalau kita selalu menunda-menunda ibadah atau melalaikan kewajiban kita sebagai muslim, lalu apa yang akan kita bawa sebagai bekal dihari akhir nanti ?.Mulai sekarang kita azamkan dalam hati kita untuk tidak menunda kewajiban kita sebagai muslim.jadi kalau sudah waktunya sholat langsung kita mengerjakannya jangan ditunda lagi karena kita tidak tahu apa yang terjadi setelah ini.
Bahkan alangkah baiknya jika sesaat sebelum waktu sholat dimulai kita sudah berwudhu bersiap-siap untuk menanti melaksanakan sholat. Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang seperti ini. Sekarang pertanyaannya bisa kah kita seperti ini ??? Insya Allah.

D. Orang berbuat Riya
Riya adalah melakukan suat amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah swt akan tetapi hanya sekedar untuk mencari pujian atau kemansyhuran dimasyarakat semata. Riya ini termasuk kedalam penyakit hati (bukan liver) yang terkadang kita sendiri tidak pernah menyadarinya. Sifat inilah yang terbesit di dalam hati kaum munafik disetiap amal ibadah yang dilakukannya.
Ada yang sholatnya ingin mendapatkan pujian dari calon mertua sehingga sholatnya dilamakan,bacaanya dipanjang-panjangkan hingga terlihat fasih dan khusu, ada yang sholatnya ingin mendapatkan pria idamannya, karena pria itu rajin sholatnya, dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya yang tersembunyi ketika sholat.
Sedikit saja terlintas dalam hati kita, ketika melakukan amal perbuatan bukan dilandasi karena ridha dari Allah maka amal perbuatan yang kita lakukan akan percuma saja.Oleh karena itu hati-hatilah disetiap melakukan pekerjaan jagalah selalu niat kita, jangan sampai melenceng kemana-mana hingga akhir pekerjaan itu. Sesuai dengan hadit yang diriwayatkan oleh Imam Buhkrori dan Muslim “Bahwa segala sesuatu itu tergantun nitanya” (kurang lebih bunyinya seperti itu). Memang niat itu spele kelihatannya namun niatlah yang menentukan hasil dari segala amal perbuatan kita.
Sebenarnanya masih banyak penyakit hati lainnya, yang setiap saat dapat mengtori hati kita, seperti sombong, angkuh, Ri’a. Oh ya! Bedakan antara Riya dan ri’a, kalau Ri’a itu pengertianya sombung, angkuh. Sedangkan Riya adalah yang tadi melakukan pekerjaan bukan karena mencari keridhaan Allah swt. Untuk mencegah agar penyakit hati tidak merusak keimanan kita maka banyak-banyaklah berdzikir atau sering mengingat Allah, insya Allah hati kita akan tejaga.Menurut Imam Al-ghazaly “berdikir yang baik adalah lima menit sekali” namun kalau bisa setiap menit yang kita miliki hendaklah berdzikir kepada Allah.

E. Orang yang enggan (menolong dengan) barang-barang berguna
Sebagian mufassirin mengartikan enggan menolong dengan barang–barang berguna adalah enggan untuk mengeluarkan zakat.Pada hal seperti yang kita ketahui bahwa membayarzakat adalah asalah satu kewajiban yang harus kita kerjakan, apabila orang itu tidak mampu untuk membayar zakat maka Islam telah mengatur semuanya, ada keringan-keringan bagi orang seperti itu.
Zakat yang wajib dibayar adalah zakat fitrah, biasanya dikeluarkan menjelang Idul Fitri karena dengan zakat ini dapat mensucikan diri kita dari dosa-dosa dan menyempurnakan puasa yang telah kita lakukan selama satu bulan penuh. Selain zakat fitrah ada zakat harta, zakat ini di tujukan kepada mereka yang memiliki kekayaan baik berupa perkebuna, peternakan, perikanan, harta benda dan yang lainnya, apabila telah sampai batas yang telah ditentukan (atau nisabnya) .
Dengan adanya zakat ini dapat menumbuhkan kasih sayang sesama manusia karena orang-orang kaya dan saling berbagi dengan si miskin , dan orang miskin dapat tertolong. Sehingga lama kelamaan perbedaan kaya dan miskin tidak nampak. Masih banyak manfaat lainnya dari zakat , semua itu akan terwujud apabila dilakasanakan sesuai dengan aturan islam dan yang berhak mendapatkan zakat benar-benar terpenuhi. Didalam Islam dijelaskan siapa saja yang berhak mendapatkan zakat, ada 8 golongan dijelaskan didalam Al Quran surat At-Taubah ayat 60 yaitu :
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,orang-orang miskin, pengurus –pengurus zakat, para muallaf, yang dibujuk hatinya untuk (memerdekan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Dan besarnya zakat yang akan dikeluarkan, baik zakat harta atau pun zakat fitrah besarnya telah diatur semuanya.
Kesimpulanya jika kita memiliki harta benda yang berlebih dan sudah sampai batasnya alangkah baiknya kita sisihkan dahulu untuk zakat karena khawatir di dalam harta yang kita miliki ada hak nya orang lain, takut jika harta itu termakan oleh kita maka kita sama saja memakan harta yang bukan menjadi hak kita, oleh karena itu kita wajib membersihkan harta kita.

KESIMPULAN
Kita tidak pernah tahu sampai kapan umur kita akan berakhir, Jangan samapai umur yang sedikit ini kita habiskan untuk kesenangan duniawi semata, tanpa sedikit pun memikirkan hari akhir. Berlomba-lobalah didalam melakukan kebaikan dan awali lah setiap amal perbuatan dengan niat karena Allah hingga pekerjaan itu selesai, serta jangan lalaikan apa pun yang sudah menjadi kewajiban kita semua.
Berdoalah semoga Allah melindungi kita selalau dan tidak menggolongkan diri kita kedalam orang-orang yang mendustakan Agama Allah (Naudzubillahiminzalik).

PENUTUP
Mungkin cukup sekian materi kali ini, semoga adik-adik tidak merasa puas dengan apa yang telah diberikan sehingga ada keinginan untuk mencari ilmu yang lebih dalam, Pada materi ini kita memang hanya mengabil garis besarnya, karena kita hanya mentadaburinya saja bukan menafsirkan, sehingga ini saja yang dapat di berikan .
Apabila ada kesalahan atau pun kehilapan maka tolong dimaafkan, karena kebodohan, kesalahan dan kehilapan itu datangnya dari hamba Allah yang bodoh ini. Dan bila ada suatu kebenaran maka itu datangnya dari Allah swt, Dzat Yang Maha Agung akan Kekuasaan-Nya. Kita tutup mentoring ini dengan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah).

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
By Anonim Bogoriense (Kumpulan Materi Mentoring Islam SMP)

Syukur


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sering pada nonton sinetron nggak??? Misalnya Terpikat, Tersanjung, Tersayang dan Ter..-ter-…lainnya? Katanya ceritanya seru abis! Penuh intrik, dendam, kompetisi dan cinta yang membara (api kali ye..) Di sinetron-sinetron itu, yang namanya harta dan kekuasaan bertaburan di mana-mana. Orangnya cantik-cantik dan cakep-cakep. Rumahnya bagus-bagus. Mobilnya keren-keren dan bajunya pada paten abis!!! Punya uang yang banyak buanget (mungkin nggak bakalan abis sampe tujuh turunan..) dan dengan mudah dipergunakan untuk beli ini itu. Baik memang bila itu menjadikan kita mau bekerja keras dan berusaha. ‘Gak cuma mengandalkan dompet orang tua kita. Tapi kita harus hati-hati karena hal tersebut dapat membuat kita lupa untuk bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki.
Misal, uang jajan kita kira-kira 10 ribu seminggu (atau lebih baik tanya dulu pada siswa berapa kira-kira uang jajan mereka -anak SMP- dalam seminggu). Trus temen kita ada yang uang jajannya 50 ribu seminggu. Dahsyat banget kan?? Dan kita jangan malah iri, sebel dan cemburu sama dia. Yang paling parah, jangan pernah merasa marah pada keadaan kita atau ke orang tua kita yang nggak bisa memberi lebih banyak lagi. Kalo kita udah berbuat begitu, tandanya kita nggak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah sama kita.
Padahal syukur alhamdulillah kita masih dikasih uang jajan. Coba dech…liat sekeliling kita. Saudara-saudara kita banyak yang harus kerja. Dan mereka kerja untuk bisa bayar uang SPP lho!!! Boro-boro mikirin jajan, makan bakso, beli majalah/komik, mikirin buat bayar sekolah aja mereka harus jungkir balik.
Tragis nggak sih…di saat kita yang kebutuhan sekolahnya, seperti SPP, buku, pulpen, deel-el plus uang jajan masih aja ngerasa “gerah” dan “panas” ama temen yang dompetnya lebih tebel. Padahal di sekitar kita banyak anak-anak bahkan ada lho yang masih SD tapi dia harus kepanasan, kedinginan dan kerja keras buat bisa bayar SPP.
Buat yang suka ama film Samurai X atau acara WWF, HATI-HATI!!!!!!!!!!!!! Jangan suka seenaknya aja niru gerakan-gerakannya yang berbahaya (terutama gerakan yang dapat membahayakan orang lain). Bisa-bisa kita nyakitin orang lain atau bahkan nyakitin diri kita sendiri. Iiiih..Jangan sampai dech. Allah saja sayang banget sama manusia ampe ngasih tubuh yang sempurna, masa kita mau ngerusaknya??? Kalo kita ngerusak badan kita berarti kita nggak bersyukur donk sama apa yang telah Allah kasih ke kita.
Ada sebuah cerita yang emang asli terjadi. Ada kakak kelas, bapaknya diopname selama sebulan. Dan bapaknya itu harus pake tabung oksigen. Dan tau nggak??? Tabung oksigen itu satu harinya harus bayar empat juta!!!!! Belum lagi ditambah biaya obat dll.
Tuch kebayang nggak? Buat napas doang selama satu hari kudu bayar empat juta. Coba itung-itung dech. Kalo Allah narik bayaran untuk udara yang kita hirup selama kita hidup, bisa-bisa kerja keras sampai ubanan juga nggak bakal bisa ngebayar nikmat Allah yang satu ini. Kita tuch udah digratisin tapi kok bisa yach kita nggak bersyukur?????
Seperti dalam QS. Al Mulk: 23, “Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. Tetapi amat sedikit kamu bersyukur.”
Tapi Allah baiiiik buanget!! Kita-kan boleh dibilang jarang bersyukur terutama seperti perihal napas tadi. Bukannya bersyukur, ehh…kita malah kadang tanpa sadar justru melecehkan pemberian Allah tersebut.
Misalnya, untuk napas kan dipake paru-paru, biar kita bisa menghirup udara bersih. Eh…ini malah ngerokok. Paru-paru yang dibikin sebagus mungkin malah dipake buat menghirup asap rokok yang justru ngerusak paru-paru. Dan akhirnya kita sendiri yang kesulitan bernapas. Kok bisa ya kita jahat sama Allah dengan tidak bersyukur begini???
Kebayang nggak sich? Misalnya kita ngebeliin mercedes/BMW dengan model yang paling mutakhir buat adik/temen kita. Uang buat beli mobil itu dari hasil kerja keras kita. Tapi tuch orang bukannya bilang makasih malah langsung ngabur begitu aja. Kesannya dia sendiri yang beli itu mobil. Trus parahnya lagi, itu mobil malah dipake buat racing (balapan). Abis gitu, saking isengnya ditubruk-tubrukin seperti bom-bom car. “Panas” nggak sich? Udah dibeliin cape-cape. Eehh…tau-taunya ngelunjak begitu.
So, kita dari sekarang coba dech dikit-dikit bersyukur atas semua nikmat Allah. Kita sering-sering bilang Alhamdulillah dan berusaha merawat nikmat Allah itu.
Seperti yang tertulis di QS 2: 152, “Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.
Allah sangat baik kepada kita, oleh karena itu bagaimana cara kita mensyukuri nikmat Allah tersebut? Nah caranya adalah:

1. Bersyukur dengan hati, yaitu dengan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat itu berasal dari Allah.
2. Bersyukur dengan lidah, yaitu mengucapkan secara jelas ungkapan rasa syukur dengan Hamdalah.
3. Bersyukur dengan amal perbuatan, yaitu menggunakan anggota tubuh dengan perbuatan yang baik dan melaksanakan ibadah-ibadah yang diperintah oleh Allah seperti shalat wajib, puasa, baca Qur’an, dll.

Disamping itu bentuk syukur kita kepada Allah bisa dengan cara sujud syukur setelah seseorang mendapat nikmat dalam bentuk apapun…Ok!!


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Surat Al Zalzalah


Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Pertama, kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt karena Allah masih memberikan Nah adik-adik…. Insya Allah pada mentoring kali ini, kita akan membahas tentang surat Al-Zalzalah. Surat Al-Zalzalah ini terdiri dari 8 ayat. Sebelumnya, saya akan bacakan ayat-ayatnya beserta arti dari kedelapan ayat tersebut. Ayo kita simak bareng-bareng.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat).
(2) Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.
(3) Dan manusia bertanya : “Mengapa bumi (jadi begini?)”.
(4) Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.
(5) Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
(6) Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
(7) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
(8) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Nah… menurut kalian, kira-kira ayat-ayat tadi menjelaskan tentang apa? Ya, bener!! Tentang hari kiamat. Hari kiamat adalah hari berakhirnya kehidupan di dunia yang fana (sementara) ini. Adik-adik, ada yang tahu ngga kapan sih kiamat bakal terjadi? Ternyata gak ada yang tahu yah! Memang, Allah telah merahasiakan kapan kiamat akan terjadi. Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Thaahaa:15, berbunyi : “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan waktunya.”
Jadi, yang tahu kapan kiamat hanyalah Allah swt sedangkan manusia tidak punya pengetahuan tentang kiamat kecuali hanya sedikit. Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri pun tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Setiap ditanya kapan kiamat akan terjadi, beliau selalu menjawab tidak seorang pun dapat mengetahuinya kecuali Allah swt. Yang jelas, kita harus yakin bahwa kiamat pasti akan terjadi. Dalam Al Qur’an ada looh ayat yang menegaskan tentang hal ini, “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya.” (Q.S. Al-Hajj:7). Oleh karena itu… sebagai seorang mu’min, kita gak boleh tuh ragu-ragu akan kedatangan kiamat. Wajib pokoknya mah. Kalo ngga percaya? Berarti kita gak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman.
Meskipun hanya Allah yang tahu kapan terjadinya kiamat, kita bisa mengetahui tanda-tanda hari kiamatnya lewat sabda Rasulullah. Tanda-tanda tersebut dibagi menjadi dua, yaitu tanda-tanda sughra (kecil) dan tanda-tanda kubra (besar). Tanda-tanda kiamat sughra di antaranya adalah : (1) ajaran Islam kurang diperhatikan oleh kaum muslim; (2) perzinahan udah jadi suatu kebiasaan di masyarakat luas; (3) mabuk-mabukan secara terang-terangan seolah-olah bukan perbuatan yang diharamkan, (4) jumlah wanita lebih banyak dari jumlah laki-laki, (5) banyak wanita yang berpenampilan seperti laki-laki dan sebaliknya; (6) orang tua menjadi budak dan diperlakukan sewenang-wenang oleh anak-anaknya; (7) semakin banyak fitnah yang menimpa umat Islam; (8) semakin sering terjadi bencana alam, pembunuhan, dan peperangan; (9) jumlah ulama (ahli agama) yang sesungguhnya semakin sedikit, sebaliknya banyak orang bodoh yang mengaku ulama dan menyesatkan manusia; (10) umat manusia berloba menumpuk kekayaan dengan jalan yang tidak dibenarkan; dan sebagainya.
Tanda-tanda kiamat kubra, di antaranya : (1) waktu berjalan makin cepat sehingga setahun terasa sebulan, sebulan terasa seminggu; (2) ka’bah roboh; (3) matahari terbit dari sebelah barat; (4) keluar binatang aneh dari perut bumi yang memakai cincin Nabi Sulaiman AS. yang dapat berbicara dengan manusia dan memberi tanda “kafir” kepada orang-orang yang tidka beriman; (5) keluar Dajjal (pembohong yang menutupi kebenaran); (6) Adanya Ya’juj dan Ma’juj, yaitu segolongan umat manusia yang mempunyai kekuatan besar dan berpikiran sesat; (7) Turunnya Imam Mahdi ke dunia untuk meluruskan syari’at Islam dan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah saw; (8) turunnya Nabi Isa AS. dari langit yang akan menjadi hakim memperjuangkan kebenaran bersama Imam Mahdi. Dialah yang menumpas Dajjal, menghancurkan salib, serta mengajak umat manusia untuk meng-esa-kan Allah swt sekaligus menyembahnya; (9) lenyapnya tulIsan-tulIsan dalam Al Qur’an dan tidak ada seorang pun yang hafal bacaannya; dan (10) semua manusia menjadi kafir.
Pengen tahu ngga, seperti apa sih hari kiamat itu? Nah, kita bisa tuh kayak gimana kiamat itu lewat Al Qur’an dan hadits Rasulullah saw. Ternyata, banyak sekali ayat yang menerangkan tentang kiamat. Hari kiamat diawali dengan peniupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Nah, pada ayat kesatu dan kedua dari surat Al-Zalzalah diceritakan bahwa tiupan sangkakala itu diikuti dengan gempa yang sangat dahsyat dan gemuruh keras yang memekakkan telinga.
Pada surat-surat yang lain dijelaskan bahwa pada hari kiamat, gunung-gunung dihancurluluhkan menjadi debu yang beterbangan (Q.S. Al-Waqiah:5-6), manusia melihat lautan meluap (Q.S. Al-Infithaar:3), dan membara (Q.S. At-Takwiir:1), bulan dibelah (Q.S. Al Qamar:1), matahari dan bulan dIsatukan (Q.S. Al Qiyaamah:9), dan manusia seperti anai-anai yang beterbangan (Q.S. Al Qaari’ah:4). Ayat-ayat tentang bagaimana kondisi hari kiamat bisa adik-adik baca lebih rinci pada Al Qur’an juz 29 dan 30.
Pada ayat ketiga dari surat Al-Zalzalah diceritakan bahwa pada hari itu, seluruh manusia dicekam oleh rasa takut dan kebingungan yang sangat besar. Dalam Al Qur’an digambarkan bahwa pada hari itu, perempuan-perempuan hamil mengalami keguguran karena ketakutan yang mencekam pada hari itu. Anak-anak menjadi beruban (Al-Muzzammil:17). Saat itulah mereka baru menyadari betapa meruginya mereka karena tidak patuh pada Allah. Mereka sadar bahwa tak mungkin bagi mereka untuk menghindari kedahsyatan hari kiamat. Namun penyesalan mereka tidaklah berguna karena pada saat itu, pintu taubat sudah tertutup.
Pada ayat keempat dan kelima dari surat Al-Zalzalah dijelaskan bahwa pada hari itu, bumi menceritakan beritanya bahwa kiamat terjadi karena Allah telah memerintahkan kepadanya. Dalam Q.S. Al-Haaqqah:14, diterangkan bahwa : “dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali pukul.”
Setelah semua kejadian itu berlangsung pada hari kiamat, terdengar suara sangkakala untuk kedua kalinya. Bunyi sangkakala yang kedua menandai awal hari berbangkitnya kembali semua manusia. Pada ayat keenam dari surat Al-Zalzalah dijelaskan bahwa pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
Menurut kalian, kira-kira gimana kondisi orang beriman ama orang kafir? Sama ngga? Jelas-jelas beda, ya! Orang mu’min akan dibangkitkan dalam keadaan putih bercahaya mukanya, sedangkan orang yang banyak dosanya dibangkitkan dalam keadaan hitam mukanya. Pada hari kiamat ini, Orang-orang mu’min akan menerima catatan amalnya di sebelah kanan dan akan menerima pemeriksaan yang mudah. Sedangkan orang durhaka akan menerimanya catatan amalnya dari belakang dan akan dimasukkan ke dalam neraka.
Pada ayat ketujuh dan kedelapan dari surat Al-Zalzalah berbunyi, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” Nah, kira-kira apa yang bisa kita tarik dari kedua ayat ini? Ternyata, Allah pasti akan memberi ganjaran atas setiap perbuatan baik maupun buruk yang dikerjakan dengan seadil-adilnya.
Tidak ada pengadilan yang lebih adil selain pengadilannya Allah. Nah… jadi jelas, ya… Kita harus ekstra hati-hati dalam melakukan setiap perbuatan karena Allah selalu mengawasi kita. Jangan lupa! Ada dua malaikat yang selalu bersiap-siap mencatat setiap perbuatan baik dan buruk kita (ayoo… tahu ngga malaikat apa aja?) Jangan anggap remeh setiap perbuatan baik sekecil apapun karena Allah pasti akan membalasnya. Demikian juga dengan perbuatan yang buruk. Jangan anggap remeh terhadap setiap perbuatan buruk yang kita lakukan sekecil apapun (bahkan sebesar biji sawi sekalipun) karena Allah pasti akan meminta pertanggungjawabannya kepada kita pada hari kiamat nanti. Bayangkan, kalo kita sering melakukan perbuatan buruk walaupun kecil, tapi kalo terus-terusan dilakukan maka lama-lama dosanya akan menumpuk menjadi besar. Betapa ruginya kita….
Demikian kajian kita hari ini. Ada pertanyaan??

Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)


Referensi :

1. Buku Pintar Agama Islam Edisi Senior (oleh : Syamsul Rijal Hamid)
2. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme : Mengenal Allah Lewat Akal (oleh : Harun Yahya)

3. Ensiklopedi Islam

Surat Al – Fill


Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk hadir di sini. Salawat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, kepada keluarganya, sahabatnya serta umatnya hingga akhir zaman.
Pada pertemuan kali ini kita bakalan tadabur Qur’an surat Al-Fiil. Tau surat ini, khan? Ada yang tau artinya, nggak? Iya, benar ….. artinya adalah gajah. Yuk kita baca bareng-bareng ……
Nah sekarang kakak bacain arti suratnya, yaaa…
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat.(Q.S. Al-Fiil (105):1-5).
Surat ini termasuk golongan Makkiyyah karena diturunkan di Mekah. Diturunkan setelah surat Al-Kaafiruun. Nama “Al-Fiil” diambil dari kata “Al-Fiil” yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya “gajah”. Surat ini menceritakan tentang pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin oleh Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka’bah di Mekah. Ada yang tau, gak, kapan peristiwa ini terjadi? Peristiwa ini terjadi pada tahun Nabi Muhammad dilahirkan. Kenapa Abrahah ingin meruntuhkan Ka’bah? Karena, konon katenye, bani/golongan yang dapat menguasai Ka’bah itu dikatakan sebagai bani yang paling kuat. Tetapi, sebelum Abrahah sempat mendekati ka’bah, dia dihadang oleh kakeknya Nabi Muhammad (ayo… siapa nama kakeknya Nabi Muhammad?) yang ketika itu dipercaya untuk menjaga Ka’bah. Terjadi negosiasi untuk tidak menghancurkan Ka’bah, tetapi Abrahah tidak setuju. Dia tetap ingin menghancurkan dan menguasai Ka’bah. Abrahah tetap mengirim pasukannya dengan kendaraan gajah, karenanya disebut pasukan/tentara bergajah. Maksud jahat Abrahah tidak sempat terlaksana, karena Allah, yang menjaga dan memelihara Ka’bah, menggagalkan maksud jahat tersebut dengan mengirimkan burung-burung Ababil kepada pasukan tersebut. Burung-burung itu membawa batu-batu api neraka, yang dilemparkan kepada mereka, sehingga mereka musnah seperti daun-daun yang dimakan ulat. Tau nggak kalo saat itu Nabi Muhammad sudah hampir lahir? Iya lho! Karenanya, untuk memuliakan kelahiran manusia yang paling mulia, Allah menjadikan kota Mekah aman dari gangguan orang-orang jahat.
Surat ini menjelaskan tentang kekuasaan Allah swt, bahwa apabila Dia sudah menghendaki sesuatu agar terjadi (atau agar tidak terjadi), maka tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi tindakannya (Q.S. Yassin: 82), sekuat apapun mahluk yang ada di bumi tidak akan mampu menandingi kekuatan Allah swt. Mau bukti? Buktinya, yaa udah jelas surat Al-Fiil tadi. Seekor gajah aja udah besar, gimana kalo sepasukan? Pasti besaaar banget. Tapi, yang besaar banget itu bisa kalah sama batu-batu (kerikil) yang dibawa ama burung-burung.
Selain itu, surat ini pun memberi tahu kita bahwa sesuatu atau siapapun kalo sudah dimuliakan oleh Allah, maka Allah akan menjaganya (QS Ali Imron:26-27). Contoh lain selain Ka’bah adalah Al Qur’an. Allah sudah berjanji dalam Al Quran bahwa Dia akan menjaga kesucian Al Qur’an sampai akhir zaman. Dan memang sudah terbukti bahwa Dia menjaga Al Qur’an, karena sampai saat ini belum ada orang yang berhasil memalsukan Al Qur’an, dan tidak ada seorang pun yang bisa membuat kata-kata/kalimat seindah yang terdapat di Al Qur’an (QS Yunus: 37-38). Coba bandingkan dengan Injil. Injil yang ada saat ini bukanlah Injil yang asli (yang diturunkan kepada Nabi Isa), tetapi sudah diganti seluruh isinya semenjak Nabi Muhammad belum menjadi Nabi dan sampai sekarang masih ada penambahan-penambahan isi Injil.
Surat ini pun memberitahukan bahwa bila manusia melakukan kesombongan pasti akan mengalami “kehancuran” dalam bentuk apapun, baik fisik maupun psikologis. Selain itu, kita diperintahkan untuk tidak berjalan di muka bumi ini dengan kesombongan (QS Al Israa': 37). Ingat kisahnya Fir’aun gak? Dia sudah diazab Allah dengan ditenggelamkan di dalam laut bersama pengikutnya, karena dia sudah sangat sombong dan mengaku-ngaku dirinya adalah Tuhan. Untuk contoh kesombongan di abad XX kemarin, yaitu kisah kapal pesiar “Titanic”. Tau kisahnya, khan?
Bukan Leonardo Di Caprio or Kate Winslet-nya yang mau diceritain, tapi tentang kesombongan pemilik dan (kalo gak salah) nahkoda kapal itu. Sebelum keberangkatan dan juga sebelum peresmian, dia sudah menggembar-gemborkan kehebatan kapal ini.
Tentang kekuatannya, kecepatannya dan kehebatan-kehebatan lainnya, seakan-akan kapal ini kapal ajaib yang bisa lolos dari bahaya. Ternyata, pada pelayaran pertama, kurang lebih 1,5 jam sebelum tiba di New York, kapal ini menabrak gunung es dan tamatlah riwayat kapal ini. Kapal ini tidak pernah mengadakan perjalanan kedua, ketiga, dst, bahkan pelayaran pertama pun tidak sampai ditempat tujuan. Itulah akibat kesombongan dari pihak pemilik kapal dan juga para penumpang yang kebanyakan para bangsawan dan orang-orang kaya.
Please do not use illegal software… masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari surat Al-Fiil ini, tapi untuk saat ini cukup segini dulu aja, yaa…semoga bermanfaat untuk adik-adik semua.
Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Sombong


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adik-adik sekarang kakak punya cerita yang seruuuu…banget. Mau dengerin nggak?
Mau dong yah. Nah ceritanya tentang contoh manusia yang sombong. Ada yang tahu nggak manusia yang sombong pada zaman Nabi Musa? (tanya) Ya betul yaitu Raja Firaun yang terkenal kesombongannya itu. Nah mau tahu kan ceritanya?
Ceritanya, pada waktu itu Nabi Musa yang ditemani saudaranya Nabi Harun mendapat tugas dari Allah untuk menyampaikan risalah agar manusia menyembah Allah sebagai Tuhan semesta alam. Tugas ini terutama harus disampaikan kepada Firaun (yang mengasuh Nabi Musa di masa kecil) dan raknyatnya di Mesir.
Musa memasuki istana Firaun dan mulai mengajak Firaun untuk sadar, “Sesungguhnya engkau bukanlah Tuhan seperti katamu, dan bebaskanlah rakyatmu dari perbudakan”. Merah padam wajah Firaun dan berkata “Musa, sungguh engkau tidak tahu membalas budi. Aku asuh dan aku didik engkau sampai besar. Sekarang inikah balasanmu?”
Nabi Musa menjelaskan, “Sekarang ini Allah tuhan semesta alam telah mengangkat aku menjadi salah seorang diantara utusan-utusan-Nya”. Firaun tidak mau mendengar Nabi Musa dan bertanya, “Siapa itu Tuhan semesta alam?” Kemudian Musa berkata Dialah Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya”. Malah Firaun berkata, “Orang ini sudah gila”.
Kemudian Firaun memerintahkan para ahli tukang sihir untuk mengadu kekuatan dengan maksud untuk menghukum Nabi Musa dan Harun. Langsung saja tukang sihir melempar segala benda yang ada di tangan mereka dan berubah menjadi ular yang dengan cepat menghampiri Musa dan Harun. Pada saat itu kemudian Allah menyuruh Musa untuk melempar tongkatnya dan berubah menjadi ular yang besar dan memakan ular-ular tukang sihir. Kini para tukang sihir yang ketakutan luar biasa, “Ini bukan sihir” bisik mereka. Akhirnya mereka mengakui bahwa setinggi apapun kekuatan sihir mereka pasti akan dikalahkan oleh kekuatan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa. “Kami beriman kepada Tuhan Musa dan Harun”, para ahli sihir bersujud. Betapa marah Firaun melihat pembangkangan para tukang sihir, dengan geram ia berteriak “Memalukan! Pengecut! Kalian sungguh-sungguh telah menghinaku. Apakah kalian berani beriman kepada Tuahan Musa dan Harun tanpa izinku?” Firaun tetap sombong dan malah akan menghukum tukang sihirnya. Para ahli sihir itu pada akhirnya disiksa oleh Firaun sampai meninggal.
Firaun yang kejam terus mengancam para pengikut Musa dan Harun dengan hukuman dan siksaan. Dengan perintah Allah akhirnya Musa dan pengikutnya dari Bani Israel meninggalkan Mesir menuju Palestina. Setelah rencana disusun, pada suatu malam mereka berangkat dengan hati-hati takut diketahui oleh Firaun. Benar saja! Tak lama mereka pergi, kalangan istana mengetahui perjalanan mereka. Segeralah Firaun memburu disertai tentaranya. Orang-orang Bani Israel ketakutan karena mereka dikejar Firaun, di depan mata mereka tampak Laut Merah yang luas membentang. Kemudian Musa mendapat wahyu dari Allah agar memukulkan tongkatnya ke laut. Apa yang terjadi? Laut Merah terbelah dan membentang jalan. “Ayu cepat menyebrang! Perintah Musa. Mereka pun berlarian sampai ke ujung jalan, tetapi Firaun juga mulai mendekati mereka. Kemudian Musa diperintah Allah untuk memukulkan tongkatnya lagi ke lautan, dan jalan terbentang menjadi air laut kembali.
“Tolong….toloong!” dari tengah lautan terdengar jeritan orang-orang yang tengelam. Itulah Firaun dan para pengikutnya tak ingat lagi pada istana dan kekayaan yang mereka banggakan. Firaun yang selalu merasa dirinya Tuhan yang tidak bisa celaka atau mati, sekarang tak berdaya. Firaun berteriak memohon ampun, “Aku sekarang beriman kepada Allah. Tolonglah aku Musa! …Aku percaya engkau utusan-Mu …” suara Firaun timbul tenggelam ditelan ombak. Tetapi semuanya telah terlambat, Firaun tidak tertolong lagi.
Sebagai pelajaran untuk umat yang akan datang, Allah sengaja membuat jasad Firaun tetap utuh. Menurut QS. Yunus:92, jasad Firaun akan menjadi pelajaran bagi orang-orang agar tidak sombong dan takabur. Jasadnya telah dibalsem dan kini disimpan di Musium Mesir.
Iiih…sereem yah ceritanya, makanya kita jangan menjadi orang yang sombong seperti Firaun dan sampai tidak percaya adanya Tuhan. Sekarang tahu dong apa sih sombong itu?
Sombong merupakan arti dari takabur, dan dapat pula disebut congkak, angkuh, ujub, dan sebagainya yang mempunyai makna menolak apa-apa yang benar (haq) dan merendahkan orang banyak.
Penyebab orang berbuat sombong bisa bermacam-macam, contohnya karena:

1. Keturunan orang yang berderajat tinggi (anak raja, bangsawan, anak presiden, dan lain-lain)
2. Kelebihan fisik, kecantikan, ketampanan, kekuatan, dan sebagainya
3. Harta yang berlimpah (contohnya Qarun)
4. Kekuasaan
5. Merasa dirinya sorang yang alim atau berilmu
6. Merasa dirinya banyak melakukan kebajikan

Dari semua hal di atas jika tidak diiringi dengan rasa syukur kepada Allah, akan menjadikan pelakunya menjadi sombong karena penyakit di dalam hatinya dan keimanannya yang tidak sempurna. Sifat orang takabur adalah tidak mau menerima nasihat, menganggap perkataannya paling benar, tersesat jalannya, karena meniru kelakuan syaithan (QS. 2:34)
Dari cerita tadi dah jelas yah, kenapa kita tidak boleh sombong. Tahu nggak, kalau orang yang sombong/takabur itu berbahaya, gini nih bahayanya:

1. Akan dijauhi dan tidak disenangi oleh orang lain.
2. Mendapat murka dari Allah karena hanya Allah-lah yang berhak untuk itu.
3. Seperti keadaan orang kafir dan munafik yang tidak mau beriman kepada Allah


Hadist tentang takabur:
Dari Ibnu Ma`ud, Nabi saw bersabda, “Tidak dapat naik surga, orang yang isi hatinya ada seberat zarrah dari sombong”. (HR Muslim)
Dari Abu hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga macam manusia kelak di hari kiamat, Allah tidak akan mengampuni dosanya, tidak akan merahmatinya, bagi mereka disediakan siksa yang amat pedih, yaitu (1) tua bangka yang berbuat zina, (2) penguasa yang mendustakan rakyatnya, dan (3) orang miskin yang sombong”. (HR Muslim)

Referensi

· Hadori Noor. 1986. 25 Dosa dan Larangan dalam Islam. Bandung: PT Al Ma`arif.
· Moh. Abdai Rathomi. 1976. 3 Serangkai Sendi Agama. Bandung: PT Al Ma`arif.
· Terjemah Riyadush Sholihin. Penerbit Mahkota Surabaya.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.