Mentoring Agama Islam Weblog

Tren Baru Remaja Islam Indonesia

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘mati’

Dahyatnya Sakratul Maut

Ditulis oleh Ruswandi di/pada September 20, 2008

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

(Sumber Tulisan Oleh : NN, dikumpulkan dari berbagai sumber)

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=4

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Hidup Sesudah Mati

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 4, 2008

Eh, gimana ya rasanya kalau kita mengalami yang namanya mati? Ade-ade pernah ta’ziah orang yang sudah meninggal, kan? Pernah nganterin orang yang ke kuburan ya? Apa yang akan kita hadapi setelah meninggal? Ya udah, dengerin yaa… Kakak mau ceritain tentang apa sih akhirat, yang namanya syurga, neraka, dan yang lainnya.
Orang Islam sering disebut aneh sebab kita disuruh oleh Rasulullah agar mengingat tentang akhirat atau yang namanya mati. Perhatikan hadits berikut :
“Berkata Ibnu Umar ra: pada suatu hari aku datang menjumpai Rasulullah saw sedang berada di tengah-tengah para sahabatnya yang terkemuka. Tiba-tiba salah seorang sahabat dari Anshor berdiri dan bertanya kepada Rasulullah saw: Ya, Nabi Allah, siapakah manusia yang pintar dan siapa pula yang paling cerdas otaknya? Rasulullah lalu menjawab: yang paling cerdas dan yang paling pintar ialah orang yang paling banyak mengingat mati dan yang paling banyak sedia bekal untuk menghadapi maut.”
Lalu apa gunanya kita mengingat akhirat atau tentang kematian? Kita akan lebih giat dan lebih taat menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah sebab mati berarti menghadap Allah. Dengan mengingat kematian maka kita akan mengingat apa yang terjadi di akhirat nanti.
Orang yang mengingat kematian akan selalu tenang, hormat, dan sopan terhadap setiap orang. Kita akan menghindari berbohong dan perkataan dusta karena sanksi yang akan kita dapat di akhirat nanti. Apa yang kita rasakan menjelang kematian kita dinyatakan dalam surat Al-Waqiah ayat 89-90 sebagai berikut.
“Adapun bila yang meninggal itu adalah orang-orang yang mendekatkan diri (kepada Allah). Maka (kematian baginya) adalah lega, semerbak dan nikmat sekali”
Tegas sekali ayat tersebut menerangkan keindahan bagi manusia yang mendekatkan diri kepada Tuhan. Sekalipun matinya dengan mata pedang, peluru senapan di atas tiang gantungan, atau di Lubang Buaya sekalipun, baginya mati itu tetap lega, semerbak dan nikmat sekali.
Sebaliknya bagi orang yang berdosa, semua dosa dan kesalahannya akan teringat dan terbayang kembali ketika mereka menghadapi sakaratul maut. Inilah yang menyebabkan penderitaan mereka berlipat ganda.

Alam Barzah
Setelah kita meninggal, maka kita akan masul alam barzah. Di alam tersebut terdapat tingkatan-tingkatan (menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah), yaitu :
1. Ada yang menempati tempat tertinggi, yaitu ruhnya para Rasul dan Nabi. Di sini terdapat tingkatan yang berbeda pula.
2. Ada ruh yang diumpamakan burung-burung yang berterbangan di dalam syurga, yaitu ruh para syuhada.
3. Ruh orang yang diumpamakan tertahan di pintu syurga, seperti juga para syuhada tetapi mereka tertahan dikarenakan mereka mempunyai hutang.
4. Ada ruh yang tertahan di kuburan masing-masing, ini diterangkan dalam sebuah hadits tentang pencurian terhadap harta perang yang belum dibagikan. Pencuri itu lalu masuk ke medan perang dan syahid. Mendengar itu banyak orang yang berkata : “Berbahagialah Ahlul Jannah”. Mendengar itu Rasulullah berkata: “Demi Allah yang memegang ruhku, sesungguhnya harta rampasan yang dicurinya akan menyala menjadi api yang membakan tubuhnya di kuburnya”.
5. Ruh yang berkedudukan di pintu syurga sebagai yang diterangkan oleh Ibnu Abbas: “Para syuhada bertempat tinggal di pinggir pintu syurga dalam sebuah rumah yang mempunyai qubbah yang hijau, dan mendapatkan rezeki pagi dan sore. Kecuali Ja’far bin Abi Thalib yang tangannya diganti oleh 2 sayap”.
6. Ada ruh yang tertahan dipermukaan bumi tidak dapat naik ke tempat yang lebih tinggi.
7. Dan yang terakhir adalah ruh yang tempatnya adalah lubang panas dan disiksa di sana hingga akhir kiamat.
Itulah ade-ade keadaan tentang alam kubur salah satu dari alam akhirat yang akan kita lalui. Janganlah kita sampai pada tempat yang Allah tidak meridhoi akan tempat tersebut dan tersiksa di alam kubur tersebut. Lalu bagaimanakah tentang keadaan syurga dan neraka yang ada di alam akhir tersebut?

Syurga
Tempatnya, surat An-Najm ayat 13-15, Sesungguhnya ia (Muhammad) telah melihat Jibril sekali lagi. Yaitu di Sidratul Munthaha, dan di dekatnya ada syurga tempat kembali”
Luasnya syurga, surat Al-A’raaf ayat 133, “Bersegeralah engkau pada ampunan Allah dan syurga yang luasnya seluruh langit dan bumi.”
Dalam surat Al-Hadid ayat 21, “Berlombalah dalam ampunan Allah dan syurga yang luasnya seperti luas langit dan bumi, disediakan bagi orang yang beriman dengan Allah dan rasul-Nya. Demikian karunia Allah, diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki, sedangkan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Tingkatan dalam syurga, syurga itu tingkatannya sampai 100 tingkatan, dan tiap tingkat berbeda dengan perbedaan yang besar sekali dengan tingkatan yang lain (Dari hadits Rasullah, HR Bukhari & Muslim). Dalam hadist lain dikatakan “Bila kamu meminta do`a, berdo`alah syurga Firdaus karena ia merupakan syurga yang tertinggi, sedang di atas syurga Firdaus adalah Arsy Rahman, di mana sumber 4 sungai yang mengalir di dalam syurga.”
Pintu-pintu Syurga, sabda Rasulullah: “Di syurga terdapat 8 pintu dan salah satunya adalah bernama Ar-Rayyan yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang melakukan ibadah puasa.”
Jalan ke Syurga, berkata Ibnu Mas’ud: “Pada suatu hari Rasulullah saw membuat garis lurus di atas pasir, lalu berkata: Inilah jalan Allah yang lurus. Kemudian beliau membuat garis-garis yang simpangsiur ke kanan dan ke kiri, ke utara dan ke selatan. Inilah jalan-jalan setan. Setiap garis itu setan menyeru. Dan sesungguhnya ialah jalanku yang lurus, maka ikutilah oleh kamu akan dia, janganlah engkau mengikuti jalan yang bersimpang siur itu yang akan memisahkan kamu dari jalan-Nya. Demikian Allah memerintahkan kepadamu, mudah-mudahan kamu diberkati.”
Apa yang diberitakan dalam Al-Qur’an maupun hadits tentang syurga begitu indah. Dalam syurga terdapat sungai dari susu, madu dan lainnya. Dalam syurga begitu harum, semua di dalam syurga tidak pernah terlintas dalam pikiran kita, terdengar oleh telinga, dan terlihat oleh mata kita. Dan nikmat terbesar di dalam syurga adalah bertemu dengan Allah di syurga kelak. Itulah keadaan syurga. Ya itulah ade-ade keadaan dalam kubur dan di dalam syurga.

Neraka
Bagaimana tentang neraka, dalam surat Al-Furqaan ayat 11-15 disebutkan:
“Bahkan mereka dustakan akan hari kiamat itu. Dan Kami sediakan api yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat itu. Apabila neraka itu mereka lihat dari jauh maka mereka akan mendengar suara murkanya. Dan bila mereka dicampakkan ke tempat yang sempit dari neraka dalam keadaan terbelenggu…”
Dalam surat Al-Baqatah ayat 24 dikatakan: “…Maka takutlah kamu akan neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, disediakan untuk orang-orang kafir…”
Keadaan syurga yang sangat berbada dengan apa yang ada di neraka. Begitu besar siksa atau azab yang Allah turunkan di dalam neraka, karena itulah janganlah kalian melakukan perbuatan yang dapat membuat kita jatuh ke dalam neraka. Tetaplah selalu melakukan kebaikan karena kebaikan itu mendatangkan ganjaran dari Allah SWT.
Siapa yang ingin masuk syurga? Tentunya semua ya!! Maka kita dianjurkan berdo’a oleh Rasulullah saw, “Ya Allah, berilah kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari azab neraka.” Tentunya kalian sudah hafal do’a ini!!

Source: Materi Mentoring SMP

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , | Leave a Comment »