Mentoring Agama Islam Weblog

Tren Baru Remaja Islam Indonesia

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘smp’

Godaan Dunia

Ditulis oleh Ruswandi di/pada September 21, 2008

Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada seorang pun yang berjalan di air kecuali tumitnya pasti basah. Demikian pula orang yang memiliki duniawi, ia tidak bisa selamat dari dosa-dosa.” (HR Baihaqi dari Anas).

Hadits di atas merupakan peringatan bagi kita bahwa dunia, seperti kekayaan/harta, keluarga atau, jabatan-yang kita miliki dan kuasai akan menjerumuskan kita kepada kehancuran dan dosa jika tidak pandai dalam menyikapinya. Bahkan, di hari kiamat kelak kekayaan yang tidak dikeluarkan zakat dan sedekahnya akan dikalungkan.

Perhatikan peringatan Allah dalam firman-Nya, ”Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 3: 180).

Paling tidak ada tiga hal yang harus kita lakukan agar kita tidak terlena oleh godaan dunia. Pertama, kita harus menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, dan kehidupan akhiratlah yang kekal. Dalam kaitan ini Allah menerangkan, ”Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS 57: 20).

Kedua, menyadari bahwa apa pun yang kita miliki merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil dan Bijaksana. Kesadaran ini berdampak pada timbulnya sikap untuk selalu menjaga dan menunaikan hak-haknya dari apa yang kita miliki, seperti mengeluarkan zakat dan sedekahnya.
Allah berfirman, ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 9: 103).

Ketiga, sederhanalah dalam kehidupan. Kesederhanaan mengajarkan kita untuk selalu dapat mensyukuri setiap karunia yang Allah berikan. Kesederhanaan pun mengajari kita untuk tidak serakah.
Rasulullah menjelaskan keuntungan dari hidup sederhana dalam sabdanya, ”Barang siapa yang sederhana terhadap dunia, maka Allah mengajarkannya sesuatu yang tanpa belajar, dan memberinya petunjuk tanpa hidayah secara langsung dan telah menjadikannya melihat, dan Allah membukakan daripadanya kebutaan.” (HR Abu Na’im dari Ali).

Wallahu a’lam bishawab.

(Sumber : Hikmah Republika, oleh Mulyana )

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=52

Ditulis dalam Suplemen, Tidak terkategori | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Tiap Tahun 3600 Warga Prancis Masuk Islam

Ditulis oleh Ruswandi di/pada September 21, 2008

Kajian yang dilaksanakan Kementrian Dalam Negeri Negara Prancis menyimpulkan, bahwa perkembangan agama Islam di Prancis sangat pesat. Agama Islam menjadi urutan ke dua setelah agama Nashrani.

Lebih lanjut kajian itu menyatakan, bahwa lebih dari 3600 warga Negara Prancis masuk Islam setiap tahunnya. Penganut agama ini paling taat terhadap undang-undang yang ada. Kejahatan yang dilakukan umat muslim sangat minim. Sebagaimana juga umat Islam sangat disiplin terhadap pelaksanaan ajaran Islam, seperti shalat, shaum, dan tidak mengkonsumsi khamer.

Lebih dari 60% umat Islam di Prancis tidak mengkonsumsi khamer selamnya, meskipun hanya sekali dalam hidupnya. 55% dari mereka akan menunaikan ibadah haji tahun depan.

Kajian ini menutup pernyataannya, bahwa mayoritas pemuda muslim di negara yang terkenal dengan menara Eifelnya ini sangat komitmen terhadap agamanya. Faktor inilah yang menjadikan Islam berkembang sangat pesat di Prancis.

Kajian ini sesuai dengan hasil survai yang dirilis oleh Sekolah Tinggi Negeri Program Survai dan Kajian Ekonomi di Prancis tahun 2005, bahwa jumlah anak yang lahir dan diberi nama seperti nama Rasulullah saw. –Muhammad- sebanyak lima puluh tiga ribu tiga ratus tujuh puluh tujuh (53 377) orang.

Sejarah mencatat penamaan Muhammad melonjak tajam selama lima puluh tahun belakangan ini, padahal belum pernah tercatat secara resmi kelahiran orang Prancis sebelum Tahun 1925 dengan nama Muhammad. Pada Tahun 1926 berdiri Masjid Agung Prancis, semenjak itu tertulis secara administrasi formal nama anak pertama yang lahir dan diberi nama Muhammad.

Dalam survai itu juga disebutkan bahwa tersebarnya penamaan Muhammad, juga nama-nama religius atau nama yang ada kaitannya dengan momentum sejarah terhadap anak-anak mereka, sangat erat kaitannya dengan tersebarnya kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilihat dan diikuti oleh minoritas muslim di Barat sejak akhir tahun enam puluhan.

Islam Di Italia

Menteri Dalam Negeri Italia telah mengumumkan pada tanggar 8 April lalu, bahwa jumlah penduduk yang menganut agama Islam sampai sekarang ini berjumlah dua juta orang.
Padahal pada tahun 2001 baru berjumlah satu koma enam juta orang. Dalam rentang waktu tujuh tahun itu pertumbuhan umat Islam di sini mencapai empat ratus ribu orang.

Tabloit “The Guardian” bahwa angka terbaru dari jumlah umat Islam membuktikan secara nyata bahwa Islam sangat berpengaruh di Italia. Islam menjadi agama kedua yang di anut penduduk Italia setelah agama Nashrani. Jumlah umat Islam di Italia mencapai tiga koma tiga persen (3,3%) dari total keseluruhan jumlah penduduk Italia.

Masih menurut tabloid ini, bahwa Islam menjadi agama yang paling cepat pertumbuhannya di negara Italia. (it/ut)

www.dakwatuna.com

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=439

Ditulis dalam Tidak terkategori, Tokoh Islam | Bertanda: , , , | 2 Komentar »

Mengundang Kehadiran Malaikat Ke Rumah

Ditulis oleh Ruswandi di/pada September 20, 2008

Tak seorang muslimpun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri oleh para malaikat Allah dan dijauhkan dari syetan. Sebab kehadiran mereka di rumah mereka akan melahirkan aura ketenteraman dan kesejukan dan kedamaian ruhani yang mengalir di rumah itu. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita laksana surga.

Diantara para malaikat itu ada yang sengaja keliling untuk menebarkan rahmat dan kedamaian di tengah manusia sebagaiamna syetan berkeliling untuk menebarkan kejahatan di tengah mereka.

Lalu rumah mana saja yang akan dihadiri para malaikat itu?

Diantaranya adalah :
1. Rumah yang diliputi dzikir kepada Allah yang di dalamnya ada ruku dan sujud
2. Rumah yang senantiasa bersih
3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji
4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim
5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal
6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran
8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu
9. Rumah yang penghuninya ada isteri solehah
10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram
11. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana’ah, dermawan pemaaf yang
senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalu banyak

Di bawah ini akan dipaparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas.

Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis dzikir Rasulullah bersabda : “Jika kalian melewati kebun-kebun surga maka mampirlah di tempat itu! Para sahabat berkata, “Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun surga itu wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Kelompok manusia yang berdzikir. Karena sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berdzikir dan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu dan mengitarinya”, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam buku Al-Adzkar. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda

“Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim)

Ini semua menunjukkan bahwa dzikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikan malaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita. Sebaliknya rumah yang dikosongkan dengan dari dzikir maka malaikat juga akan menjauhinya.

Sementara itu orang yang membcan Al-Quran disebutkan dalam sabdanya : “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan didatangi malaikat, dijauhi syetan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syetan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi).

Dengan membaca Al-Quran maka akan turun malaikat rahmat, akan datang kebaikan akan muncul ketenangan di dalam rumah kita. Rumah yang tidak ada bacaan Al-Quran maka ketahuilah bahwa rumah itu sebenarnya telah menjadi kuburan walaupun penghuninya masih bernyawa.

Tentang orang yang rajin menjalin silaturahmi, disebutkan dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki pergi untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Maka segera diperintahkan kepada malaikat untuk menemani orang itu. Tatkala malaikat bertemu dengan orang tadi maka dia bertanya : Kemana engkau akan pergi? Lelaki itu menjawab : Aku akan pergi mengunjungi saudara saya di desa itu! Malaikat itu bertanya : Apakah kau memiliki suatu nikmat yang akan kau berikan padanya? Orang itu berkata : Tidak, saya mengunjunginya semata karena saya mencintainya karena Allah! Malaikat itu berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. Allah telah mencintaimu sebagaimana kau mencintai orang itu” (HR. Muslim)

Mengenai penuntut ilmu yang dinaungi sayap malaikat Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena suka dengan apa yang sedang dia tuntut” (HR. Tirmidzi).

Tentang rumah orang dermawan yang akan dimasuki malaikat disebutkan dalam sebuah hadits bahwa malaikat akan senantiasa mendoakan mereka : Rasulullah Saw bersabda, “Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo’akan, “Ya Allah beri gantilah untuk yang menderma, dan yang lain berdo’a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.”

Rumah-rumah yang di dalamnya ada kejujuran, ada kasih sayang, amanah, ada syukur dan sabar ada taubat dan istighfar akan senantiasa terbuka untuk dimasuki para malaikat sedangkan rumah-rumah yang selain itu maka maka malaikat akan menjauhi rumah tadi.

Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing, ada patung-patung dan gambar-gambar, dan ada bau busuk di rumah itu.

Islam adalah agama yang cinta kebersihan sehingga mengingatkan bahayanya memiliki anjing, bahkan melarang memelihara anjing kecuali untuk kepentingan penjagaan keamanan atau pertanian. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)” [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah]

Ibnu Hajar berkata : “Ungkapan malaikat tidak akan memasuki….” menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)”. Tetapi, pendapat lain mengatakan : “Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya.

Sementara itu, yang dimaksud dengan ungkapan rumah pada hadits di atas adalah tempat tinggal seseorang, baik berupa rumah, gubuk, tenda, dan sejenisnya. Sedangkan ungkapan anjing pada hadits tersebut mencakup semua jenis anjing. Imam Qurthubi berkata : “Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebabnya malaikat rahmat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing. Sebagian ulama mengatakan karena anjing itu najis, yang lain mengatakan bahwa ada anjing yang diserupai oleh setan, sedangkan yang lainnya mengatakan karena di tubuh anjing menempel najis.” Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa Jibril akan datang. Ketika waktu pertemuan itu tiba, ternyata Jibril tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah tidak mungkin mengingkari janjinya, tetapi mengapa Jibril belum datang ?” Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. “Kapan anjing ini masuk ?” tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut : “Entahlah”. Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. “Mengapa engkau terlambat ? tanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Jibril. Jibril menjawab: “Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung)” [HR. Muslim].

Malaikat rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan anjing. Abu Haurairah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda : “ Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing”. [HR Muslim]

Imam Nawawi mengomentari hadits tersebut : “Hadits di atas memberikan petunjuk bahwa membawa anjing dan lonceng pada perjalanan merupakan perbuatan yang dibenci dan malaikat tidak akan menemani perjalanan mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan malaikat adalah malaikat rahmat (yang suka memintakan ampun) bukan malaikat hafazhah yang mencatat amal manusia. [Lihat Syarah Shahih Muslim 14/94]

Malaikat juga tidak suka masuk rumah yang berbau tidak sedap. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Juga adanya penghuni rumah yang mengancam saudaranya (muslim) dengan senjata. Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mengarahkan (mengancam) saudaranya (muslim) dengan benda besi (pisau misalnya), maka orang itu dilaknat oleh malaikat, sekalipun orang itu adalah saudara kandungnya sendiri.” (HR Muslim).

Kita semua berharap rumah kita akan senantiasa dikelilingi malaikat dan dijauhkan dari syetan laknat. Maka tidak ada cara lain bagi kita kecuali senantiasa meningkatkan bobot dan kapasitas keimanan, keislaman dan keihsanan kita, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Peningkatan ini kita butuhkan karena hidup ini tidak pernah henti berputar. Waktu kita terus bergulir dan kita tidak bisa menghentikannya. Umur kita terus mengkerut dan kita tidak bisa lagi merentangnya. Hanya ada satu kata dalam kehidupan kita : beramal saleh dengan segera, tanpa ditunda!!

(Sumber : Samson Rahman, MA , http://swaramuslim.net)

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=15

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Dahyatnya Sakratul Maut

Ditulis oleh Ruswandi di/pada September 20, 2008

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

(Sumber Tulisan Oleh : NN, dikumpulkan dari berbagai sumber)

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=4

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Ibnu Battuta – Sang Penjelajah Dunia

Ditulis oleh Ruswandi di/pada September 20, 2008

Anak muda dari Tangier ini merelakan hidupnya pada hembusan angin yang membawanya kemana pun ia singgah. Napak tilas perjalanannya menempatkannya sebagai penjelajah dunia terbesar yang dimiliki peradaban Islam dan dunia. Ia bernama Ibnu Battuta.

Di pagi hari yang dingin, bertahun 1349, seorang pria Arab berkuda lambat menuju gerbang kota Tangier di pantai Afrika Utara. Bagi Ibnu Battuta, ini adalah akhir dari perjalanan jauhnya. Ketika ia meninggalkan rumahnya di Tangier, dua puluh empat tahun yang lalu, ia tidak pernah merencanakan sebuah perjalanan sedemikian jauh dan lamanya. Dari kejauhan, matanya menyusuri lekuk putih atap-atap rumah dan kubah masjid yang berlatarkan laut Atlantik. Ia mencoba menyusuri kembali ingatannya akan wajah kota yang telah ia tinggalkan selama hampir seperapat abad lamanya.

Kilas balik berawal di tahun 1325. Ketika itu ia hanyalah seorang anak muda berusia 21 tahun, enggan meninggalkan orang tuanya untuk melakukan ibadah haji pertamanya di kota Mekkah, sekitar 3.000 mil ke arah timur. Ia lalui jarak sejauh 3000 mil tersebut, bahkan berlanjut pada perjalanan panjang lainnya sejauh 72.000 mil! Biasanya peziarah haji pasti akan langsung pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Apalagi saat itu tak lazim bagi siapapun pergi dari rumahnya untuk kurun waktu yang sangat lama.
>
Ketika Ibnu Battuta memulai penjelajahannya, barulah 125 tahun kemudian para penjelajah Eropa seperti Christopher Columbus, Vasco de Gama dan Magellan mulai berlayar. Tak heran ketika saat ia pulang ke kampung halamannya, kedua orang tuanya telah wafat tanpa kehadirannya. Namanya sendiri, dimata khalayak ramai telah terkenal sebagai penjelajah abad ini sesampainya di Tangier.

Penjelajah bernama asli Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Lawati al-Tanji ini lahir di kota Tangiers, Maroko pada 24 Februari 1304. Dibesarkan dalam keluarga yang taat menjaga tradisi Islam, Ibnu Battutah justru membenamkan diri pada ilmu-ilmu fikih dan sastra Arab. Keilmuan yang mendukungnya untuk sebuah penjelajahan seperti astronomi ataupun kelautan lainnya, bisa dikatakan tidak ada sama sekali.

Setiap penjelajah pasti memiliki alasan untuk berkelana menembus samudera dan daratan luas. Marco Polo adalah seorang pedagang dan Columbus sejatinya seorang petualang. Ibnu Battuta justru seorang teologis, sastrawan puisi dan cendekiawan, serta humanis. Perjalanan haji pertamanya justru mendorongnya untuk memahami begitu luasnya dunia ciptaan-Nya. Hatinya tergerak untuk memulai sebuah penjelajahan terbesar yang ada saat itu.

Sejarawan Barat, George Sarton, mengagumi jarak sejauh 72.000 mil melalui lautan dan daratan yang dilakukan Ibnu Battuta. Jarak ini jauh lebih panjang dari yang dilakukan Marco Polo dan penjelajah manapun sebelum datangnya teknologi mesin uap. Ahli sejarah lainnya seperti Brockellman menyejajarkan namanya dengan Marcopolo, Hsien Tsieng, Drake dan Magellan.

Seluruh kisah perjalanannya dikisahkan kembali oleh Ibnu Battuta dan ditulis oleh Ibnu Jauzi, juru tulis Sultan Maroko, Abu Enan. Karya itu diberi judul Tuhfah al Nuzzar fi Ghara’ib al Amsar wa Ajaib al Asfar (Persembahan Seorang Pengamat tentang Kota-Kota Asing dan Perjalanan Mengagumkan).

Perjalanan Penuh Kisah. Ibn Battuta jelas merupakan penjelajah yang luar biasa. Perjalanan yang ditempuhnya meliputi Spanyol, Rusia, Turki, Persia, India, Cina dan negara muslim lainnya. Ia selalu mendeskripsikan kondisi spiritual, politik dan sosial dari setiap negeri yang disinggahinya. Ia berhasil merekam seperti apa wajah peradaban Timur Tengah pada abad pertengahan.

Nyatanya, ia satu-satunya penjelajah besar yang mengilustrasikan tiap tempat yang dikunjunginya dengan irama berpuisi. Sentuhan sastranya bisa dirasakan lewat deksripsinya mengenai kota Kairo pada tahun 1326; “aku bertamu di Kairo, ibunda dari kota-kota dan kursi Fir’aun sang tirani, sang nyonya empunya wilayah luas nan subur, bangunan-bangunan tak ada batasnya, tak tertandingi akan kecantikan dan keanggunannya, tempat bertemu para pendatang dan pulang, tempat perhentian yang lemah dan kuat, dimana berbondong-bondong manusia menyerbu laiknya gelombang laut, dan semuanya tertampung dalam ukuran dan kapasitasnya”.

Perjalanan perdana Ibnu Battuta dimulai ketika menunaikan ibadah hajinya yang pertama, tepat pada tanggal 14 Juni 1325. Ia bersama jamaah Tangiers lainnya menempuh keringnya hawa laut Mediterania di tengah teriknya daratan berpasir Afrika Utara. Semuanya dilakukan hanya dengan berjalan kaki.

Kota Alexandria menjadi kota pertama yang disinggahinya. Tak lama ia mampir ke Kairo untuk memulai perjalanan menuju Mekkah. Dari Kairo, Ibnu Battuta melewati rute yang melalui kota Yerusalem, Aleppo dan Damaskus, bersama karavan rombongan haji menuju Mekkah. Rombongan ini terdiri dari kaum Muslim, kaya dan miskin, terpelajar dan biasa saja, tentara, pedagang dan cendekiawan. Semuanya pergi bersama-sama tanpa ada yang membanggakan status sosialnya.

Di setiap kota sepanjang perjalanan, mereka selalu dijamu, tempat berteduh dan keramahtamahan penduduk kota. Kebaikan terhadap tamu Allah SWT yang telah mentradisi dalam masyarakat Muslim Arab, memudahkan bagi Ibnu Battuta, untuk menempuh perjalanan dengan bekal uang seadanya.

Ia tiba di Mekkah pada bulan Oktober 1326. Selama di kota suci, ia bertemu dengan jamaah dari berbagai negeri. Setiap orang yang ditemui Ibnu Battuta selalu menarik perhatiannya. Hingga, ia memutuskan untuk membatalkan kepulangannya ke Tangiers dan memulai pengembaraannya menjelajahi dunia.

Pada tahun 1330, Ibnu Battuta memulai pelayaran pertamanya. Ia baru saja berumur 27 tahun dan telah menjadi penjelajah yang cukup berpengalaman. Perahu yang dinaikinya adalah Jalba, satu dari kapal laut melegenda di Laut Merah, terbuat dari bilahan papan yang diolesi minyak ikan hiu agar anti air.

Ketika itu ia berada di Jeddah, bersiap untuk embarkasi menuju Yaman dan pelabuhan Gujarati di India. Ia mendengar penguasa muslim di Delhi butuh orang-orang terpelajar untuk membantu administrasi kesultanannya. Sahabatnya, Mansur, mengajak Ibnu Battuta untuk berada diatas Jalba-nya, tetapi ia menolaknya, “berhubung kapalnya sudah dipenuhi dengan unta-unta, dan sejak aku belum pernah bepergian di atas laut, hal ini membuatku khawatir”.

Ia tepat untuk merasa khawatir. Baru dua hari berlayar, arah angin berubah dan kapal kecil ini terombang-ambing oleh gelombang laut tiada hentinya. Badai kian mendekat, buritan kapal mulai berdetam keras oleh gelombang laut, para pemunpang termasuk Ibnu Battuta mengalami mabuk laut. Kapal Jalba akhirnya bersauh di pantai, namun bukannya di Yaman, melainkan di arah seberangnya yaitu pesisir pantai Afrika di antara Aydhab dan Suakin.

Para musafir yang terdampar ini menyewa unta dan memulai perjalanan menuju arah selatan di Suakin. Penguasa disana adalah Zayd ibn Abi Numayy, anak dari gubernur kota Mekkah, yang ternyata saudara dari sahabatnya, Mansur. Perjalanan pulang mereka melewati Laut Merah yang meski rute pendek, bisa sulit sekali karena angin kerap berubah-ubah.

Ibnu Battuta akhirnya sampai di Ta‘izz, ibukota Yaman yang dikuasai dinasti Islam Rasuliyah. Dinasti ini terdiri dari elit militer Turki seperti dinasti Islam lainnya saat itu. Di kota Aden, ia menyaksikan sebuah kota terbesar dan terkaya yang pernah ada di pesisir Laut Hindia.

Penjelajahannya berlanjut menuju Somalia, pantai-pantai Afrika Timur, termasuk Zeila dan Mambasa. Kembali ke Aden, lalu ke Oman, Hormuz di Persia dan Pulau Dahrain. Di negeri Persia, Ibnu Battuta berkesempatan bertamu di kota Baghdad. Di kota ini ia menyaksikan sarana pemandian umum yang tak ada tandingannya di dunia. Setelah itu, Ibnu Battuta kembali ke kota Mekkah pada tahun 1332. Menaiki sebuah kapal Genoa, ia berlayar ke kota Alaya di pantai selatan Asia Kecil.

Usai melakukan perjalanan laut, pada tahun 1333 Ibnu Battuta melanjutkan pengelanaan lewat darat. Ia jelajahi stepa-stepa di Rusia Selatan hingga sampai ke istana Sultan Muhammad Uzbegh Khan di tepi sungai Wolga. Ia melanjutkan penjelajahannya hingga ke Siberia. Bahkan, ia sempat berniat menuju Kutub Utara, namun batal karena dingin cuaca daerah “Tanah Gelap”, sebutan wilayah yang tak pernah ada sinar matahari tersebut.

Pada 12 September 1333, setelah perjalanan panjang melewati wilayah Iran, Anatolia dan Asia Tengah, Ibn Battuta akhirnya singgah di tepi sungai Indus, tepi barat India yang dikuasai oleh Muhammad Shah II, penguasa Islam di Delhi.

Ibn Battuta sudah diberi uang saku oleh pedagang Irak ketika ia transit di kota Tikrit dan membawa 30 ekor kuda dan unta penuh dengan senjata panah untuk Sultan. Hadiah ini ternyata diterima Sultan Muhammad Shah II untuk keperluan kampanye militernya. Ibnu Battuta dihadiahi posisi sebagai Qadi di Delhi dengan gaji bulanan 12.000 dirham, dua rumah tinggal dan bonus 12.000 dinar. Hanya semalam saja, anak Tangiers ini berubah menjadi orang kaya mendadak.

Dua tahun kemudian, kekacauan mulai merebak di banyak wilayah. Tujuh tahun kemudian, pemberontakan mulai merebak dimana-mana. Ibnu Battuta melihat kesultanan Delhi mulai tak terkendali dan meminta ijin untuk berhaji ke kota Mekkah, satu-satunya cara halus untuk mundur dari jabatan. Pada menit terakhir, sultan memintanya untuk memimpin 15 orang perwakilan ke Cina dan beberapa kapal penuh hadiah kepada kaisar dinasti Yuan, Toghon Temur. Ibnu Battuta mengambil kesempatan berharga ini sambil memperoleh kesempatan mengunjungi negeri yang belum ia kunjungi ini.

Rombongan diplomatik ini berangkat pada akhir musim panas di tahun 1341 menuju pelabuhan Cambay. Namun mereka diserang dalam perjalanan oleh pemberontak Hindu yang menguasai daerah pedesaan India. Ibnu Battuta tertangkap, namun berhasil melarikan diri dan bergabung denga rombongan yang tersisa.

Kunjungannya ke negeri China begitu berkesan dalam dirinya. China ketika itu dikuasai oleh dinasti Yuan dari Mongol. Walaupun tidak beragama Muslim, dinasti Yuan sangat bergantung pada kemampuan pejabat dan penasehat militer Muslim dalam urusan perdagangan. Ibnu Battuta mencatat, dibawah dinasti ini, para pedagang Muslim memperoleh keistimewaan di sepanjang sungai-sungai dan kanal-kanal di seluruh wilayah kekaisaran Cina.

Ia akhirnya bertemu dengan kaisar Cina yang memiliki armada besar yang dibangun kekaisaran tersebut. Beruntungnya, Ibnu Battuta mendapat kesempatan menikmati kapal pesiar milik kaisar menuju kota Peking, ibukota kekaisaran. Meski begitu, walau ia begitu terpesona dengan kain sutera dan porselennya, China adalah satu-satunya negeri yang dikunjunginya yang membuat dirinya mengalami gegar budaya. Tetapi pada saat yang sama ia memuji China sebagai negeri teraman dan ternyaman di dunia bagi para penjelajah.

Bertamu di Serambi Mekkah. Sebelum memulai perjalanan ke China, Ibnu Battuta sempat mengunjungi wilayah Samudera Pasai atau Aceh. Dalam catatannya, ia menulis Samudera Pasai sebagai negeri yang menghijau dan kota pelabuhannya sebagai kota besar yang indah. Dalam versi lainnya, ia menyebut pulau Sumatera sebagai “pulau Jawa yang menghijau”. Ia disambut oleh pemimpin Daulasah, Qadi Syarif Amir Sayyir al-Syirazi, Tajudin al-Ashbahani dan ahli fiqih kesultanan.

Menurut Ibnu Battuta, saat itu Samuder Pasai merupakan pusat studi Islam di Asia Tenggara. Sultan Mahmud Mallik Zahir, penguasa Samudera Pasai dimata Ibnu Battuta sebagai seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. Pribadinya pun sangat rendah hati dan berangkat ke masjid untuk sholat Jumat dengan berjalan kaki. Selesai sholat, kata Ibnu Battuta, sang sultan dan rombongan biasa berkeliling kota untuk melihat keadaan rakyatnya

Selama 15 hari berada di Samudera Pasai, barulah ia melanjutkan perjalanan ke China. Penjelajah Arab dari Tangier ini akhirnya memutuskan untuk kembali pulang. Ia menuju kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji yang keempat kalinya pada tahun 1348. Lalu ia berhenti di kota Damaskus, menjenguk salah satu anaknya yang telah ia tinggalkan selama 20 tahun. Ternyata ia mengetahui bahwa sang anak telah wafat mendahuluinya sejak 15 tahun lalu.

Selama ia berada dalam penjelajahan, epidemik mematikan, The Black Plague sedang menyerang seluruh wilayah Timur Tengah. Di Kairo, Ibnu Battuta melaporkan korban tewas mencapai jumlah 21.000 jiwa, data yang turut diamini para sejarawan modern. Ia melewati kota-kota yang muram akibat wabah tersebut, namun ia selamat dari infeksi wabah ini.

Ketika ia sampai di Tangier pada tahun 1349, Ibnu Battuta mengetahui ibunya turut menjadi korban wabah The Black Plaque. Hari-harinya pun diisi dengan mengisahkan kembali perjalanan jauhnya bersama handai taulan dan teman dekatnya. Tak beberapa lama, ia mulai berangkat ke Spanyol. Tiga tahun setelahnya, ia memulai perjalanan terakhirnya, yaitu menuju kota Timbuktu, kota yang dianggap sebagai legenda oleh bangsa Eropa karena tak ada satupun orang Eropa yang pernah kesana. Pada tahun 1354, sang penjelajah besar ini di minta datang ke kota Fez oleh Sultan Abu Enan untuk membukukan kisah penjelajahan besarnya..

Anehnya, penjelajahan dunia Ibnu Battuta baru diketahui bangsa Barat setelah 300 tahun kemudian. Kitabnya berjudul Rihla (Perjalanan) ditemukan di Aljazair. Marco Polo mendiktekan pengalaman perjalanan bersama rekannya ketika berada di sel pada tahun 1296, kopi tulisan dari kisahnya telah menyebar hingga ke Eropa pada abad ke-15. Jika saja Ibnu Battuta memperoleh publisitas yang sama, namanya pasti sejajar, bahkan melebihi Marcopolo sebagai seorang penjelajah dunia.

Peter A. Walandouw

sumber: http://arifperdana.wordpress.com/2007/12/01/ibnu-batuta-muslim-penjelajah-dunia/

Ditulis dalam Tokoh Islam | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

Umar Bin Khoththob

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Agustus 3, 2008

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adik-adik ….gimana khabarnya?? Masih semanget ikut mentoring ‘kan??? (masi dong ya..). Nah sekarang Insya Allah saya mau cerita tentang seseorang yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Adik-adik mau masuk surga ‘ngga??? Pasti pada mau ‘kan! saya juga mau….makanya kalau mau masuk surga kita harus mencontoh orang-orang yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah diantaranya yang mau saya ceritain ini, dengerin yaa…..

Games
Adik-adik, sebelum cerita saya punya tebakan. Adik-adik jawab ya, orang yang mau saya ceritain ini jago gulat…(pokoknya kuat banget deh) terus kalau jalan sama temen-temennya kepalanya terlihat soalnya badannya tinggi besar. Ayo…siapa coba, belum tau juga. Yah udah saya kasih keterangan lain…kalau dia bicara, orang lain pasti harus ngedengerin, kalau berjalan langkahnya cepet seperti dikejar orang dan kalau berkelahi pukulannya adalah pukulan maut. Udah mau tau belum??? Inisial namanya dari huruf “U”, terus beliau ini……khalifah kedua setelah Abu Bakar. Iya pinter!!!! Umar bin Khoththob. Nah karena adik-adik sudah bisa ngejawab saya kasih hadiah, hadiahnya cerita tentang kehebatan Umar, pst..pst..pst..jangan pada ribut ya soalnya ceritanya seru banget, sebelum kita cerita kita baca Basmallah bareng-bareng yuuk….Bismillairrahmanirrahim.

Umar bin Khoththob, Sahabat Rasul yang dijamin masuk surga

Adik-adik …Umar itu punya banyak banget keutamaan, beberapa diantaranya bisa kita tahu lewat cerita-cerita ini:

1. Kekuatan fisik

Sebelum masuk Islam Umar sering bertarung melawan juara-juara gulat yang kuat perkasa di pasar ‘Ukadh, beliau adalah laki-laki yang bertubuh kekar, berotot kemerah-merahan. Kedua telapak tangan dan kakinya kasar dengan bahu yang bidang serta perawakan yang tinggi besar. Setelah masuk Islam, Umar memperkuat barisan kaum muslimin. Ia sangat sedih melihat sahabatnya yang lemah (seperti Bilal, Khabbab, Ammar dkk.) disiksa oleh kafir Quraisy. Untuk membangkitkan rasa kebanggaan mereka Umar bertekad untuk ikut merasakan siksaan seperti yang mereka dapatkan. Sebagai sasaran pertama, ia pergi ke tempat Abu Jahal, sesampainya disana diketuklah pintu rumah Abu Jaha,. Abu Jahal pun keluar …namun ketika dilihatnya Umar, ia pun kembali menguncikan pintu dari dalam. Ayo tebak..kenapa Abu Jahal masuk lagi. Soalnya Umar itu dikenal sebagai seseorang yang kuat fisiknya dan tekadnya sehingga tidak ada yang berani mengganggu beliau. Malah Rasulullah pernah mengumpamakan seandainya Umar dan syeitan bertemu pada satu jalan maka syeitan akan mengambil jalan lain untuk menghindari Umar.
Jadi Intinya kita harus memilki fisik yang kuat seperti Umar. Soalnya kalau kita mau shalat, mau puasa, mau naik haji kan harus kuat. Dalam hal ini kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat yang Allah berikan. Diantaranya dengan olah raga, dengan makan makanan yang halal dan baik, dll.

2. Cerdas dan Luas Ilmunya

Aisyah ra, pernah berkata tentang Umar ra, “Demi Allah, ia adalah seorang yang cerdik dan cekatan yang tiada bandingannya, dan memang bagi segala sesuatu telah dipersiapkan padanannya.”
Abdullah bin Mas’ud pun pernah berkata, “Umar termasuk orang yang paling tahu diantara kita tentang kitabullah, dan orang yang paling mengerti tentang agama Allah.”
Subhanallah….begitu luas perbendaharaan ilmu Umar. Misalnya pernah suatu hari Umar berkata kepada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah, bukankah ini tempat berdirinya nenek moyang kita Ibrahim?” “Benar”, ujar Rasulullah.
“Bagaimana sekiranya Anda jadikan tempat shalat…?”
Selang beberapa hari kemudian, turunlah wahyu “Dan jadikanlah sebahagian makam Ibrahim sebagai tempat shalat” (QS.2:165).
Rasulullah pun pernah bersabda tentang kecerdasan Umar, “Sekiranya di belakang saya ada pencipta hadits, maka Umar lah orangnya.”
Nah terbukti ‘kan betapa cerdasnya Umar, dan kita pun harus mencontohnya. Dengan giat mencari ilmu, di sekolah, ditempat les, di mesjid, bahkan di mentoring ini. Makanya adik-adik harus rajin mentoring yaa……

3. Sederhana

Sekarang saya mau tanya…adik-adik punya baju warna hijau engga? warna biru? warna putih? Nah kalau dihitung baju kita banyak sekali ya…kalau Umar punya berapa baju coba? Mau tau jawabannya, dengerin ceritanya OK…
Suatu hari Umar naik mimbar hendak menginformasikan hal-hal yang penting bagi kaum muslimin. Tetapi ada seseorang yang tidak mau mendengarnya.

“Kenapa wahai Salman?” tanya Umar dengan menyesal
“Yah…” ujar Salman Al Farisi, “Karena Anda mengistimewakan diri Anda dari kami, masing-masing kami hanya diberi sehelai baju, tetapi untuk diri Anda..Anda ambil dua helai.”
Umar pun melayangkan pandangannya kepada kerumunan orang-orang, lalu bertanya , “Dimana Abdullah bin Umar?”
“Ini-lah saya Amirul Mukminin,” kata Abdullah
“Kain siapakah yang saya pakai sehelai lagi?” tanya Umar kepada puteranya
“Kain bagian saya, wahai Amirul Mukminin” jawab Abdullah kepada orang-orang banyak.
Lalu Umar berkata, “Sebagaimana tuan-tuan ketahui saya ini bertubuh tinggi sedangkan kain bagian saya pendek, maka Abdullah pun memberikan kepada saya bagiannya, dan oleh saya digunakan untuk menyambung bagian baju saya.
Subhanallah….ternyata sekalipun Umar menjadi pemimpin negara ia hanya memiliki dua helai baju, yang satu helai baju itupun pemberian dari puteranya. Kita pun harus bisa seperti Umar yaitu berlaku sederhana (tapi bukan berarti meminta-minta lho..), siapa yang tahu gimana hidup sederhana??? Iya betul…dengan tidak terlalu banyak jajan, tidak membeli barang-barang yang tidak bermanfaat, menghabiskan makanan dll.


4. Lapang Dada dalam Menerima Nasehat

Biasanya para penguasa enggak pada mau dikritik, tapi Umar lain malah meminta agar rakyatnya selalu mengingatkan bila ia menyimpang dari kebenaran. Malah pernah Umar bertanya kepada rakyatnya, apa yang akan mereka lakukan seandainya Umar memiringkan kepala ke dunia seperti ini …? (maksudnya menyimpang dari kebenaran) Terus …tiba-tiba dari kumpulan kaum muslimin menyeruaklah seorang laki-laki sambil mengacungkan pedang terhunus dan berkata, “…Kalau begitu pedang kamilah yang bicara.”
Kalau adik-adik digituin …marah ngga? (marah dan takut kali yaa…) Kalau Umar sebaliknya, wajahnya langsung berseri-seri karena gembira malah mendoakan orang itu supaya diberi rahmat oleh Allah.
Di kehidupan sehari-hari kita pun harus seperti itu…mau mengingatkan teman kita kalau salah dan harus mau juga diingatkan. Di surat Al ‘Ashr ada ayat yang menyuruh kita saling nasehat-menasehati dalam kebenaran…Ayo siapa yang mau bacain, semuanya udah hapal? Ya udah kita barengan aja…(dibacakan artinya)


5. Adil

Kalau A dan B (A,B siswa di kelas) ngerjain PR, isinya sama semua (tapi engga contek-contekkan). Eh Pas dinilai ternyata si A dapet 8,5 dan si B dapet 8,0. Soalnya si A itu anak presiden jadi nilainya lebih besar. Adik-adik rela ngga’ ???…Rela..?????? Enggak dong ya…kenapa coba…karena kita ingin mendapatkan hak yang sama, kita ingin orang lain berlaku adil pada kita. Sebelum orang lain berlaku adil pada kita, pertama-tama kita harus berbuat adil sama orang lain. Misalnya seperti Umar, kalau ia membuat peraturan baru ia mengumpulkan keluarganya terlebih dahulu terus dikasih tahu bahwa akan ada peraturan baru. Terus Umar mengingatkan kepada keluarganya agar menjadi orang yang pertama kali mentaatinya dan kalau melanggar Umar akan memberikan hukuman 2 kali lipat daripada rakyat biasa. Adil kan. Itulah hebatnya Umar, kalau masalah harta keluarganya harus menjadi yang terakhir mendapatkan, tapi kalau masalah hukuman, kelaparan, dll. Keluarganya harus menjadi yang pertama kali mendapatkannya. Mau tahu kehebatan Umar selanjutnya? Dengerin terus cerita Umar selanjutnya.

6. Memperhatikan Rakyat Kecil

Adik-adik pernah ngelihat presiden kita memikul beras rakyatnya ngga’? Dulu jamannya Umar ada nenek-nenek yang mau mengangkat sekarung beras (Afwan, saya lupa beras atau gandum) yang beraaaat banget, tiba-tiba ada seorang laki-laki menawarkan bantuan. Nenek itu senang sekali terus berkata “Sesungguhnya kamu lebih pantas jadi khalifah daripada Umar.” Laki-laki itu tersenyum soalnya ia adalah ….UMAR!!!
Pernah juga Umar menemukan suami-istri yang sedang dalam perjalanan (malam hari), istrinya mau melahirkan….buru-buru Umar kembali dan menjemput istrinya (Ummu Kultsum, puteri Ali bin Abi Thalib) untuk membantu mereka. Setelah sampai istrinya langsung membantu persalinan wanita tadi, sedangkan Umar memasak di luar. Suami wanita tadi melihat perbuatan baik Umar menjadi heran…kok baik amat ya…hatinya berkata. Laki-laki ini lebih layak jadi khalifah daripada Umar bin Khoththob!!! Tiba-tiba ada suara bayi menangis, terdengar suara Ummi Kultsum, “Hai Amirul Mukminin! Sampaikan berita gembira pada sahabatmu itu (maksudnya suami wanita itu), ia telah dianugerahi anak laki-laki.” Mendengar Ummi Kultsum memanggil Amirul Mukminin, suami wanita tadi terperanjat dan mundur karena malu. Kemudian Umar berkata, “Jika hari telah pagi datanglah kepada saya di Kota Madinah, dan saya akan membekali Anda dengan uang dari Baitul Mal, sekedar bekal bagi Anda, dan akan saya keluarkan hak bayi ini ….!”

“Semoga Allah meridhoimu Umar..” kata suami wanita tersebut.

Nah dari cerita tadi dapat kita ambil pelajaran berharga sekali…apa coba?? Iya betul, kalau kita jadi pemimpin harus tetap memperhatikan rakyat kecil dan kita di sekolah/di rumah harus mau bergaul dengan siapa saja. Engga’ boleh pilihan ya….


7. Yakin Sepenuhnya dengan Kebenaran Rasulullah

Adik-adik………. Umar itu kritis sekali…. Kalau mau melakukan sesuatu ia akan bertanya apakah bermanfaat atau tidak. Tapi untuk hal-hal yang pernah dilakukan Rasulullah ia tidak bersikap begitu, ia percaya sepenuh hati dan melakukannya dengan sepenuh hati pula. Misalnya ketika ia mencium “Hajar Aswad” (adik-adik tau ngga hajar aswad???), ia seolah-olah berkata pada dirinya sendiri, “Kau hanyalah sebuah batu yang tidak memberi mudharat atau manfaat! Demi Allah seandainya saya tidak melihat Rasulullah saw menciummu, tidaklah saya menciummu!” Lalu juga ketika ia berlari-lari anjing dengan membuka kedua bahunya, seraya berkata, “Apa gunanya berlari-lari anjing dengan membuka kedua bahu ini, padahal Allah telah meneguhkan Islam dan menyingkirkan kekafiran…? Namun bagaimanapun kita tidak akan meninggalkan sesuatu yang pernah kita lakukan di masa Raulullah saw. Sekarang, ketika Rasulullah sudah tidak ada, kita harus mencontoh sikap Umar yang terus menjaga sunnah Rasul, misalnya apa.?.iya betul, bisa puasa senin –kamis, shalat dhuha, berdoa kalau bercermin…eh adik-adik tahu ngga, doa apa yang Rasulullah baca kalau bercermin? Belum tahu, ya udah saya kasih tahu deh….
Nah itu tadi kisah Umar, rame banget ya, ada yang ingin seperti Umar? semoga setelah tahu ceritanya kita bisa mencontoh keutamaanya. Sekarang coba saya tanya lagi tentang keutamaan Umar, yang pertama…., kedua…., ketiga…., ketujuh…, wah pinter ya pada hafal. Masih mau dengerin cerita lagi ngga’….kalau masih, tetap ikutan mentoring Insya Allah masih banyak cerita-cerita yang dijamin seru.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Tamasya Ke Neraka

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Agustus 3, 2008

Assalamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah yach, kita bisa berkumpul dengan membawa nikmat sehat yang Allah berikan sampai sekarang, walaupun diantara kita mungkin ada yang laper, haus, ngantuk yang InsyaAllah akan dibalas oleh Allah dengan pahala. Ya… adik-adik.
Sekarang sebelum masuk pada pembahasan materi kakak mau nanya nich, siapa yang suka piknik atau tamasya ? ayo sipa ? biasanya kemana ? Nah… sekarang kita mau tamasya nich, mau ikut ‘nggak ?. ayo tebak kemana coba ? Dan adik-adik jangan kaget dulu yach ! kita akan tamasya ke neraka. Tapi bukan neraka beneran yach (siapa coba yang mau ke neraka ? )sekarang kita akan membahas tentang neraka.
Penghuni neraka itu banyak sekali yach.. adik-adik mungkin kalau dibahas satu-satu, satu hari ‘nggak bakalan cukup. Nah, sekarang kita akan membahas tiga golongan yang akan masuk neraka, yaitu orang yang munafik, orang yang tidak mau membayar zakat dan orang yang mencampur adukkan antara yang halal dengan yang bathil.


*) Golongan Orang Munafik

Adik-adik tahu ‘nggak siapa sich golongan orang munafik itu ? iya betul, yaitu golongan orang yang selalu berpura-pura dalam beriman dan dalam beragama. Di zaman Rasulullah juga banyak orang munafik. Misalnya begini, kalau didepan Rasulullah meraka mengaku beriman tetapi kalau dibelakang mereka membela orang-orang kafir. Nah…., Adik-adik tahu ‘nggak ciri-ciri orang munafik ? Rasulullah bilang bahwa ciri-ciri orang munafik itu ada tiga, yaitu jika berbicara selalu bohong, jika berjanji selalu ingkar, dan jika dipercaya selalu khianat. Ayo siapa yang suka bohong dan ingkar janji ? ‘Nggak ada yach.
Allah sangat membenci orang-orang munafik, sehingga orang munafik akan menerima azab yang sangat pedih dan akan ditempatkan didalam neraka yang paling bawah, sesuai dangan firman Allah dalam surat An-NIsa 145 yang artinya : “Sesungguhnya orang munafik itu (ditempatkan) dari tingkat yang paling bawah sekali dalam neraka, dan engkau tidak akan memperoleh penolong baginya. Nauzubillahimindzalik


*) Golongan Orang yang tidak Mau Membayar Zakat

Nah, selain orang munafik, orang yang tidak mau membayar zakatpun akan dimasukkan kedalam neraka. Dineraka mereka menjerit kesakitan, soalnya harta meraka yang tidak dizakati itu akan dibangkitkan menjadi ular yang berbisa dan melilit tubuhnya (ihh… seram yach adik-adik). Selain itu orang yang suka memakan harta anak yatim didalam neraka akan memakan bara api yang sangat panas.

*) Orang yang memcampur adukan antara yang halal dengan yang bathil

Nah,.. Sekarang golongan yang akan masuk neraka yaitu orang yang mancampuradukan yang halal dengan yang haram dan yang hak dengan yang bathil, golongan ini selain mengerjakan perintah Allah juga melakukan larangan-Nya. Golongan seperti kelak dineraka akan ditarik perutnya kedepan sampai panjang lalu perutnya itu diputar.
Sekarang Adik-adik pengen tahu nggak keadaan neraka? Gini yach, batu dineraka itu diibaratkan dengan batu belerang didalam perut gunung api. Dan manusia didalam neraka itu diibaratkan kayu, semakin banyak bahan bakarnya maka apinya semakin menyala. Terus api didunia tidaklah seberapa hanya seperti sis-sis api neraka, seperti apa yang diceritakan dalam kitab Duratin-Nasihin: Ketika Nabi Adam diturunkan ke dunia maka malaikat memohon kepada Allah untuk membekalkan api untuk keperluan Nabi Adam.
Allah memerintahkan malaikat untuk menemui malaikat Malik, penjaga neraka untuk megambil api, lalu malaikat malik memberitahukan ” sekiranya malaikat mengambil api dari neraka sebesar biji sawi untuk diletakkan di bumi maka hanguslah bumi ini”. Mendengar jawaban itu malaikat itu menghadap Allah. Maka Allah memerintahkan mengambil sebesar tepung. Malaikat itu kembali menemui malaikat Malik.
Malikat Malikpun berkata ” Kalau diambil sebesar tepung maka tidak akan hidup tumbuhan dibumi karena panasnya”. Akhirnya malaikat itu diperintahkan mengambil sebesar atom, kemudian dicelupkan kedalam 70 lautan, kemudian diletakkan diatas gunung. ketika malaikat itu maletakkan api diatas sebuah gunung maka hancurlah gunung tersebut. Maka diperintahkan supaya api sebesar atom itu di kembalikan kedalam neraka. Jadilah sIsa bekas asap itu untuk digunakan oleh Adam dan anak cucunya diatas bumi ini.
Coba bayangan Adik-adik panas benget khan..? Api yang sekarang hanyalah bekasnya saja bukan api yang sebenarya. Jadi semoga kalau kita tahu gimana panasya api neraka kita bakal lebih hai-hati dalam berperilaku. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.


Wassalamu’alaikum Wr.Wb

By Anonim Bogoriense (Kumpulan Materi Mentoring Islam SMP)

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Tadabur QS. Al Ma’uun : 1-7

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Agustus 3, 2008

Assalamualaikum wr.wb.
Hallo adi-adik yang manis, apa kabar ? semoga kalian semua berada didalam lindungan Allah swt (Amiiin).Bagaimana, apakah akalian siap untuk mendengarkan materi kali ini ? Jika belum maka kalian harus lebih dahulu mempersiapakan hati, pikiran dan jiwa kalian agar dapat berkonsentrasi pada materi kali ini. Ok ! sudah siap.
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya pantas kita panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, yang telah memberikan kepada kita semua rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat melangkahkan kaki kita ke majelis yang di penuh oleh para malaikat- malaikat Allah, yang berdoa untuk kebaikan kita Dan tak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita, sauri teladan kita Nabi Besar Muhammad saw serta para sahabatnya dan orang-orang yang selalu senantiasa berada di jalan-Nya. Untuk memulai alangkah baiknya kita bersama-sama membaca Basmallah .Bismillahirahmannirahim.
Pada kesempatan ini kita akan membahas salah satu dari surat cinta yang Allah berikan untuk umat manusia yang dIsampaikan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril. Begitu besar rasa sayang dan cintanya Allah kepada umat manusia sehingga Dia menurunkan wahyu ini sebagai petunjuk dan peringatan kepada manusia agar tidak tergelincir kedalam api neraka. Wahyu Allah yang berupa surat cinta ini tidaklah sama dengan surat cinta seseorang yang sedang jatuh cinta.Kalau surat cinta orang yang jatuh cinta itukan biasanya berisi tentang seribu rayuan dan janji –janji gombal, yang ditulis diatas kertas surat berwarna pink, begitu kan ?? ayo siapa yang sudah pernah membuatnya ??.
Namun surat cinta dari Allah ini bukan seperti itu, yang bertuliskan rayuan-rayuan gombal yang memabukan, melainkan berisi tentang pentunjuk-petunjuk untuk menjalani hidup, sejarah-sejarah dahulu, bahkan kejadian-kejadian yang akan terjadi dimasa mendatang. Selain itu ada pula janji-janji Allah bagi mereka yang beriman dan tidak beriman kepada Allah,, semuanya itu pasti Allah tepati karena Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa. Surat Cinta ini pun berbahasa yang indah sekali hingga tidak ada seorang penyair atau pujangga sehebat apapun sanggup menandinginya. Ayo siapa yang bisa menebak, sebenarnya apa sih surat cinta dari Allah ini ? ya . benar surat cinta yang dimaksud di sini adalah Al Quran.
Dari sekian banyak surat cinta yang Allah berikan, pada kesempatan kali ini kita akan membahas Al Quran surat yang ke 107, yaitu surat Al –Maa’uun.Adakah diantara kalian yang hafal isi dari Al Quran surat Al-Maa’uun ini ? Masa tidak ada yang hafal sih, surat cinta dari kekasih saja hafal sampai titik dan komanya, masa surat cinta dari Allah tidak ada yang hafal satu pun ? Ayo !!. Subhanallah ternyata adik –adik sudah hafal, nanti harus tahu ya arti disetiap ayat pada surat ini. OK!

SEJARAH
Sebelum kita mentadaburi isi dari ayat-ayat yang terdapat dalam Al Quran Surat Al-Maa’uun ini, maka kita harus mengetahaui sejarah dari surat ini dan sebab-sebab mengapa Allah mengirimkan surat cinta ini ? pasti ada penyebabnya kan ? Baiklah ! sekarang dengarkan dengan seksama ya!.
Qur’an surat ke 107 ini terdiri dari tujuh ayat dan digolongkan kedalam surat-surat Makiyyah ( penjelasan : Surat Makiyyah adalah surat yang diturunkan di kota Mekah, pada umumnya ayat-ayatnya pendek dan berisi mengenai ke Tauhidan. Selain dari surat Makiyyah maka ada pula surat Madaniah). Surat Al-Mauun ini diturunkan setelah surat At-Takatsur. Nama dari surat ini yaitu Al-Maa’uun diambil dari kata “Al-Mauun” yang terdapat dalam ayat ke tujuh dari surat itu sendiri, yang berbunyi “Wayam nauu nal maa’uun”. Arti Al –Maa’uun itu sendiri adalah barang-barang yang berguna.
Setiap wahyu Allah ini turun selalu diikuti oleh sebuah peristiwa atau yang lebih dikenal dengan kata “Asbabun nuzul”, begitu juga dengan Al Qur’an surat Al-Maa’uun ini : “Pada zaman Rasullah dulu ada sekelompok kaum munafik yang rajin ibadah, dalam hal ini mengejarakan sholat. Namun patut disayangkan bahwa setiap mereka sholat itu tidak diniatkan karena Allah, melainkan karena ingin dilihat oleh orang lain.
Ketika ada orang yang melihat mereka sholat maka mereka akan sholat dengn khusuyunya tetapi jika tidak ada orang yang melihatnya maka mereka sholat dengan seenaknya bahkan mereka tidak mengerjakannya. Apa yang dikerjakan selalu ingin mendapatkan pujian dari orang lain atau dengan kata lain riya selain itu kaum munafik ini enggan untuk memeberikan barang-barang berguna yang dimikinya kepda orang yang membutuhkannya dengan kata lain kaum munafik ini enggan untuk megeluarkan zakat.Allah tidak menyukai kaum seperti ini oleh karena itu
Allah menurunkan Wahyu Nya kepada Nabi Muhammad saw dengan perantara malaikat Jibril, sebagai ancaman kepada kaum munafik tersebut dan menggolongkan mereka kedalam orang-orang yang mendustakan agama Allah.” Itu lah yang melatari turunnya wahyu Allah Al Quran surat Al – Maa’uun ini.

POKOK-POKOK Al QURAN SURAT AL-MAA’UUN
Dilihat dari setiap ayat yang terdapat didalam surat Al-Maa’uun menjelaskan isi pokok dari surat ini , yang secara garis besar adalah menjelaskan tentang beberapa sifat manusia yang di pandang sebagai mendustakan agama Allah dan sekaligus merupakan ancaman yang ditunjukan Allah kepada orang-orang yang melalaikan sholat dan berbuat riya atau sifat seseorang yang melakukan amal perbuatan bukan karena Allah dan ingin mendapatkan pujian dari masyarakat.
Sifat-sifat yang di pandang sebagai mendustakan agama Allah ada 5 antara lain :
ü Orang yang menghardik anak Yatim
ü Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
ü Orang yang melalaikan sholat
ü Orang yang berbuat riya
ü Orang yang tidak mau memberikan barang-barang yang berguna, yang dimilikinya (tidak mau untuk mengeluarkan zakat )
Kelima sifat ini merupakan sifat-sifat buruk yang seharusnya dihindari oleh kita semua karena sifat seoperti ini akan membawa kita kedalam kesengsaraan.
Sekarang kita akan membahas lebih rinci mengenai lima sifat buruk yang tergolong dalam mendustakan agama secara satu persatu agar lebih jelas lagi :

A. Orang yang meghardik anak Yatim.
Allah sangat membenci orang-orang yang menghardik anak yatim, hal ini dijelaskan di Surat Al Mauun ini dan Allah menempatkannya pada urutan pertama sebagai orang-orang yang mendustakan agama dibandingkan ciri-ciri yang lainya.Dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa Nabi besar kita Muhammad saw telah menjadi anak yatim ketika beliau masih berada didalam kandungan ibunya, dan kemudian pada usia 6 tahun beliau menjadi anak yatim piatu karena ditinggalkan oleh ibunda tercinta. Maksud dari anak yatim disini bukan saja berarti anak yang tidak mempunyai ayah saja, tapi didalam termasuk anak piatu bahkan anak yatim piatu.
Oleh karena itu kita yang masih mempunyai kedua orang tua seharusnya lebih bersyukur karena kita masih mendapatkan kasih sayang dari orang tua, sedangkan mereka anak yatim tidak mendapatkan sepenuhnya.Kewajiban kita jugalah untuk membagi kasih sayang kita miliki kepada mereka.
Allah memerintahkan kepada kita semua untuk memelihara mereka dengan kasih sayang, terdapat didalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 220, artinya : “Tentang dunia dan akhirat .Dan mereka bertanya kepada mu tentang anak yatim, katakanlah : “mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka maka mereka adalah saudara mu dan Allah mengetahui siapa yang membuta kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Jadi wajib bagi kita semua untuk memelihara anak yatim bukan malah menghardiknya bahkan menyia-nyiakannya.

B. Orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
Maksud dari point yang kedua ini adalah Ciri kedua dari oang yang mendustakan agama adalah orang yang melarang orang lain memberi makan kepada orang miskin. Secara moral ini bukan merupakan tindakan yang baik dan Allah membenci perbuatan seperti ini.
Pada Al Quran surat Al Baqarah ayat 215 yang artiya : “Mereka bertanya kepada mu tentang apa yang mereka nafkahkan .Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak,kaum kerabat,anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”
Ayat ini jelas bukan !! dan seharusnya kita jangan terlalu khawatir degan harta yang kita miliki hilang atau kita jatuh miskin karena kita menafkahkan orang lain.Rezeki, umur, dan jodoh Allah yang mengatur semuanya, jika Allah menghendaki kita miskin mudah bagi Allah untuk melakukanya.
Sekarang yang perlu kita lakukan adalah bersyukur atas segala yang nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dan jangan lah terbesit dalam diri rasa iri dan sombong karena hal itu adalah tanda orang yang tidak mau bersyukur sesuai dengan jajni Allah dalam Alquran surat Ibrahim ayat 7 yang artinya :
Dan (ingatlah juga),tatkala Tuhanmu mema’lumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur ,pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih”.ini merupakan janji Allah yang pasti akan ditepati oleh Allah.
Ada satu hal lagi yang perlu ditekankan pada point yang kedua ini, janganlah kita membeda-bedakan orang karena harta kekayaan yang dimilikinya baikk yang kaya atau pun miskin.Di mata Allah kekayaan tidak ada artinya, hanya tingkat ketakwaanlah yang membedakan kita .Semakin tinggi ketakwaan kita maka semakin tinggi derajat kita dihadapan Allah, dan sebaliknya.Dan ingat lah prinsip bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah, maksudnya lebih baik kita memberi daripada menerima atau meminta sekali pun kita miskin berusahalah untuk tidak menunggu bantuan orang lain.
Allah pulalah yang menentukan kadar rezeki hambanya ini dijelaskan didalam Al Quran surat Az-zumar ayat 52, artinya : “Dan tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki dan menyempitkan bagi siapa yang yang dikehendaki-Nya ?.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.” Jadi jangan pernah protes atas rezeki yang Allah berikan untuk kita, percuma saja karena Allah yang menentukan.

C.    Orang yang melalaikan sholat
Ciri yang ketiga dari orang yang mendustakan agama adalah oarng yang melalaikan sholatnya. Ayo, siapa diantara adik-adik yang sholatnya masih bolong-bolong ? Subuh kesiangan, Dzuhur kesibukan, Ashar kealpaan, Maghrib kecapaian, Isya ketiduran lalu kapan mau sholatnya ???.Ayat ke empat dan kelima dari surat Al Mauun ini merupakan peringatan bagi mereka yang melalaikan sholat tergolong kedalam orang yang mendustakan agama. Apa jadinya ! bagai orang yang tidak melaksanakan sholat, jika oarang yang melalaikan sholat saja sudah dikategorikan sebagai orang yang mendustakan agama ?? Semoga kita semua tidak termasuk kedalamnya .Amiin.
Jika kita sudah mengaku bahwa diri kita adalah seorang muslim maka ada lima kewajiban yang harus kita kerjakan yaitu ; pertama mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan kesaksian bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.
Kita yang ketika dilahirkan sudah berada dalam keluarga yang islami maka tidak perlu lagi kita mengikrarkannya cukup dibaca didalam sholat atau pun do’a sedangkan untuk orang yang baru masuk kedalam islam maka wajib diikrarkan dan dIsaksikan oleh beberapa orang, karena pada hakekatnya semua manusia sebelum dilahirkan kedunia dirahim mereka sudah bersaksi dan terlahirdalam keadaan yang suci, kedua orang tuanya lah yang menjadikannya seorang nasrani atau pun majusi.
Kewajiban kedua adalah sholat, dimana sholat yang wajib kita kerjakan adalah sholat yang lima waktu yaitu subuh, dzuhur, ashar, magrib, isya. Kelima sholat ini jangan sampai dilalaikan apalagi ditinggalkan dalam keadaan apapun kecuali bagi wanita yang sedang haid ,orang gila, orang yang bukan muslim alangkah baiknya jika sholat-sholat sunahnya pun dilaksanakan. Jadi sangat jelas sekali jika kalian sedang tidak haid bagi wanita, tetapi kalian muslim tidak melaksanakan sholat maka dapat dikatakan kalian adalah orang gila ! Mau disebut orang gila ??.
Ada sebuah cerita menarik yang mungkin bisa menjadi motivasi bagi kita untuk dapat meningkatkan ibadah sholat kita. Begini ceritanya, ada seseorang hamba Allah yang telah meninggal, ketika di alam kubur digambarkan surga yang indah sebagai tempatnya nanti, di dalam surga tersebut terdapat banyak pintu yang menunggu orang-orang yang sholeh dan sholehah.
Namun ada satu kejanggalan yang terjadi pada hamba Allah yang tadi, semua pintu yang ada di surga tersebut memanggil untuk masuk kedalammnya. Hamba Allah itu bebas untuk memilih surga yang mana saja. Subhanallah. Sebenarnya apa yang terjadi hingga semuanya seperti itu? Ternyata selama hidupnya ia tidak pernah meninggalkan sholat bahkan melalaikannya saja tak pernah. Ia selalu berusah untuk sholat tepat pada waktunya, ketika adzan belum sampai dikumandangkan namun telah masuk waktunya sholat maka ia akan meninggalkan aktivitas yang dilakukannya untuk mengerjakan sholat. Bisakah kita seperti itu ?? insya Allah jika kita mau terus berusaha dan berlatih sholat tepat pada waktunya.
Kewajiban ketiga sebagai seorang muslim yaitu menjalankan puasa, terutama puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh. Kakak yakin untuk kewajiban yang satu ini adik-adik sudah secara penuh melaksanakannya walau pun ada sebagian diantara kalian yang puasa hanya karena perintah orang tua, ikut-ikutan, atau mengharapkan baju baru keika lebaran nanti , benarkan ???.
Tapi tiadak apa-apa, namun untuk kedepannya harus diniatkan untuk mendapatkan ridha dari Allah, dan niat karena Allah ini tidak hanya dilakukan ketika puasa saja tetapi diseluruh aktivitas kita kerjakan.
Dan yang ke empat adalah membayar zakat, untuk point yang ini akan kita bahas diakhir nanti karena terkait dengan point kelima dari ciri-ciri orang yang mendustakan agama. Kewajiban kelima adalah melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu, yang tidak mampu jangan memaksakan diri.
Itu tadi adalah lima kewajiban yang harus kita kerjakan sebagai seorang muslim sekarang kita kembali kepada pokok pembahasan orang-orang yang melalaikan sholat. Pada hakekatnya Allah tidak butuh akan semua amal yang kiat lakukan karean Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa, Dia mempunyai segala-Nya, kitalah yang justru perlu akan amal-amal tersebut sebagai bekal di hari akhir nanti.
Ada yang perlu direnungkan, bahwa kita hidup di dunia ini tidak pernah tahu sampai kapan, mungkin saja sejam lagi kita akan meninggal, atau sebulan lagi, atau bahkan entah beberapa tahun lagi. Kalau kita selalu menunda-menunda ibadah atau melalaikan kewajiban kita sebagai muslim, lalu apa yang akan kita bawa sebagai bekal dihari akhir nanti ?.Mulai sekarang kita azamkan dalam hati kita untuk tidak menunda kewajiban kita sebagai muslim.jadi kalau sudah waktunya sholat langsung kita mengerjakannya jangan ditunda lagi karena kita tidak tahu apa yang terjadi setelah ini.
Bahkan alangkah baiknya jika sesaat sebelum waktu sholat dimulai kita sudah berwudhu bersiap-siap untuk menanti melaksanakan sholat. Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang seperti ini. Sekarang pertanyaannya bisa kah kita seperti ini ??? Insya Allah.

D. Orang berbuat Riya
Riya adalah melakukan suat amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah swt akan tetapi hanya sekedar untuk mencari pujian atau kemansyhuran dimasyarakat semata. Riya ini termasuk kedalam penyakit hati (bukan liver) yang terkadang kita sendiri tidak pernah menyadarinya. Sifat inilah yang terbesit di dalam hati kaum munafik disetiap amal ibadah yang dilakukannya.
Ada yang sholatnya ingin mendapatkan pujian dari calon mertua sehingga sholatnya dilamakan,bacaanya dipanjang-panjangkan hingga terlihat fasih dan khusu, ada yang sholatnya ingin mendapatkan pria idamannya, karena pria itu rajin sholatnya, dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya yang tersembunyi ketika sholat.
Sedikit saja terlintas dalam hati kita, ketika melakukan amal perbuatan bukan dilandasi karena ridha dari Allah maka amal perbuatan yang kita lakukan akan percuma saja.Oleh karena itu hati-hatilah disetiap melakukan pekerjaan jagalah selalu niat kita, jangan sampai melenceng kemana-mana hingga akhir pekerjaan itu. Sesuai dengan hadit yang diriwayatkan oleh Imam Buhkrori dan Muslim “Bahwa segala sesuatu itu tergantun nitanya” (kurang lebih bunyinya seperti itu). Memang niat itu spele kelihatannya namun niatlah yang menentukan hasil dari segala amal perbuatan kita.
Sebenarnanya masih banyak penyakit hati lainnya, yang setiap saat dapat mengtori hati kita, seperti sombong, angkuh, Ri’a. Oh ya! Bedakan antara Riya dan ri’a, kalau Ri’a itu pengertianya sombung, angkuh. Sedangkan Riya adalah yang tadi melakukan pekerjaan bukan karena mencari keridhaan Allah swt. Untuk mencegah agar penyakit hati tidak merusak keimanan kita maka banyak-banyaklah berdzikir atau sering mengingat Allah, insya Allah hati kita akan tejaga.Menurut Imam Al-ghazaly “berdikir yang baik adalah lima menit sekali” namun kalau bisa setiap menit yang kita miliki hendaklah berdzikir kepada Allah.

E. Orang yang enggan (menolong dengan) barang-barang berguna
Sebagian mufassirin mengartikan enggan menolong dengan barang–barang berguna adalah enggan untuk mengeluarkan zakat.Pada hal seperti yang kita ketahui bahwa membayarzakat adalah asalah satu kewajiban yang harus kita kerjakan, apabila orang itu tidak mampu untuk membayar zakat maka Islam telah mengatur semuanya, ada keringan-keringan bagi orang seperti itu.
Zakat yang wajib dibayar adalah zakat fitrah, biasanya dikeluarkan menjelang Idul Fitri karena dengan zakat ini dapat mensucikan diri kita dari dosa-dosa dan menyempurnakan puasa yang telah kita lakukan selama satu bulan penuh. Selain zakat fitrah ada zakat harta, zakat ini di tujukan kepada mereka yang memiliki kekayaan baik berupa perkebuna, peternakan, perikanan, harta benda dan yang lainnya, apabila telah sampai batas yang telah ditentukan (atau nisabnya) .
Dengan adanya zakat ini dapat menumbuhkan kasih sayang sesama manusia karena orang-orang kaya dan saling berbagi dengan si miskin , dan orang miskin dapat tertolong. Sehingga lama kelamaan perbedaan kaya dan miskin tidak nampak. Masih banyak manfaat lainnya dari zakat , semua itu akan terwujud apabila dilakasanakan sesuai dengan aturan islam dan yang berhak mendapatkan zakat benar-benar terpenuhi. Didalam Islam dijelaskan siapa saja yang berhak mendapatkan zakat, ada 8 golongan dijelaskan didalam Al Quran surat At-Taubah ayat 60 yaitu :
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,orang-orang miskin, pengurus –pengurus zakat, para muallaf, yang dibujuk hatinya untuk (memerdekan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Dan besarnya zakat yang akan dikeluarkan, baik zakat harta atau pun zakat fitrah besarnya telah diatur semuanya.
Kesimpulanya jika kita memiliki harta benda yang berlebih dan sudah sampai batasnya alangkah baiknya kita sisihkan dahulu untuk zakat karena khawatir di dalam harta yang kita miliki ada hak nya orang lain, takut jika harta itu termakan oleh kita maka kita sama saja memakan harta yang bukan menjadi hak kita, oleh karena itu kita wajib membersihkan harta kita.

KESIMPULAN
Kita tidak pernah tahu sampai kapan umur kita akan berakhir, Jangan samapai umur yang sedikit ini kita habiskan untuk kesenangan duniawi semata, tanpa sedikit pun memikirkan hari akhir. Berlomba-lobalah didalam melakukan kebaikan dan awali lah setiap amal perbuatan dengan niat karena Allah hingga pekerjaan itu selesai, serta jangan lalaikan apa pun yang sudah menjadi kewajiban kita semua.
Berdoalah semoga Allah melindungi kita selalau dan tidak menggolongkan diri kita kedalam orang-orang yang mendustakan Agama Allah (Naudzubillahiminzalik).

PENUTUP
Mungkin cukup sekian materi kali ini, semoga adik-adik tidak merasa puas dengan apa yang telah diberikan sehingga ada keinginan untuk mencari ilmu yang lebih dalam, Pada materi ini kita memang hanya mengabil garis besarnya, karena kita hanya mentadaburinya saja bukan menafsirkan, sehingga ini saja yang dapat di berikan .
Apabila ada kesalahan atau pun kehilapan maka tolong dimaafkan, karena kebodohan, kesalahan dan kehilapan itu datangnya dari hamba Allah yang bodoh ini. Dan bila ada suatu kebenaran maka itu datangnya dari Allah swt, Dzat Yang Maha Agung akan Kekuasaan-Nya. Kita tutup mentoring ini dengan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah).

Wassalamu’alaikum Wr.Wb
By Anonim Bogoriense (Kumpulan Materi Mentoring Islam SMP)

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Syukur

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Agustus 3, 2008

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sering pada nonton sinetron nggak??? Misalnya Terpikat, Tersanjung, Tersayang dan Ter..-ter-…lainnya? Katanya ceritanya seru abis! Penuh intrik, dendam, kompetisi dan cinta yang membara (api kali ye..) Di sinetron-sinetron itu, yang namanya harta dan kekuasaan bertaburan di mana-mana. Orangnya cantik-cantik dan cakep-cakep. Rumahnya bagus-bagus. Mobilnya keren-keren dan bajunya pada paten abis!!! Punya uang yang banyak buanget (mungkin nggak bakalan abis sampe tujuh turunan..) dan dengan mudah dipergunakan untuk beli ini itu. Baik memang bila itu menjadikan kita mau bekerja keras dan berusaha. ‘Gak cuma mengandalkan dompet orang tua kita. Tapi kita harus hati-hati karena hal tersebut dapat membuat kita lupa untuk bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki.
Misal, uang jajan kita kira-kira 10 ribu seminggu (atau lebih baik tanya dulu pada siswa berapa kira-kira uang jajan mereka -anak SMP- dalam seminggu). Trus temen kita ada yang uang jajannya 50 ribu seminggu. Dahsyat banget kan?? Dan kita jangan malah iri, sebel dan cemburu sama dia. Yang paling parah, jangan pernah merasa marah pada keadaan kita atau ke orang tua kita yang nggak bisa memberi lebih banyak lagi. Kalo kita udah berbuat begitu, tandanya kita nggak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah sama kita.
Padahal syukur alhamdulillah kita masih dikasih uang jajan. Coba dech…liat sekeliling kita. Saudara-saudara kita banyak yang harus kerja. Dan mereka kerja untuk bisa bayar uang SPP lho!!! Boro-boro mikirin jajan, makan bakso, beli majalah/komik, mikirin buat bayar sekolah aja mereka harus jungkir balik.
Tragis nggak sih…di saat kita yang kebutuhan sekolahnya, seperti SPP, buku, pulpen, deel-el plus uang jajan masih aja ngerasa “gerah” dan “panas” ama temen yang dompetnya lebih tebel. Padahal di sekitar kita banyak anak-anak bahkan ada lho yang masih SD tapi dia harus kepanasan, kedinginan dan kerja keras buat bisa bayar SPP.
Buat yang suka ama film Samurai X atau acara WWF, HATI-HATI!!!!!!!!!!!!! Jangan suka seenaknya aja niru gerakan-gerakannya yang berbahaya (terutama gerakan yang dapat membahayakan orang lain). Bisa-bisa kita nyakitin orang lain atau bahkan nyakitin diri kita sendiri. Iiiih..Jangan sampai dech. Allah saja sayang banget sama manusia ampe ngasih tubuh yang sempurna, masa kita mau ngerusaknya??? Kalo kita ngerusak badan kita berarti kita nggak bersyukur donk sama apa yang telah Allah kasih ke kita.
Ada sebuah cerita yang emang asli terjadi. Ada kakak kelas, bapaknya diopname selama sebulan. Dan bapaknya itu harus pake tabung oksigen. Dan tau nggak??? Tabung oksigen itu satu harinya harus bayar empat juta!!!!! Belum lagi ditambah biaya obat dll.
Tuch kebayang nggak? Buat napas doang selama satu hari kudu bayar empat juta. Coba itung-itung dech. Kalo Allah narik bayaran untuk udara yang kita hirup selama kita hidup, bisa-bisa kerja keras sampai ubanan juga nggak bakal bisa ngebayar nikmat Allah yang satu ini. Kita tuch udah digratisin tapi kok bisa yach kita nggak bersyukur?????
Seperti dalam QS. Al Mulk: 23, “Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. Tetapi amat sedikit kamu bersyukur.”
Tapi Allah baiiiik buanget!! Kita-kan boleh dibilang jarang bersyukur terutama seperti perihal napas tadi. Bukannya bersyukur, ehh…kita malah kadang tanpa sadar justru melecehkan pemberian Allah tersebut.
Misalnya, untuk napas kan dipake paru-paru, biar kita bisa menghirup udara bersih. Eh…ini malah ngerokok. Paru-paru yang dibikin sebagus mungkin malah dipake buat menghirup asap rokok yang justru ngerusak paru-paru. Dan akhirnya kita sendiri yang kesulitan bernapas. Kok bisa ya kita jahat sama Allah dengan tidak bersyukur begini???
Kebayang nggak sich? Misalnya kita ngebeliin mercedes/BMW dengan model yang paling mutakhir buat adik/temen kita. Uang buat beli mobil itu dari hasil kerja keras kita. Tapi tuch orang bukannya bilang makasih malah langsung ngabur begitu aja. Kesannya dia sendiri yang beli itu mobil. Trus parahnya lagi, itu mobil malah dipake buat racing (balapan). Abis gitu, saking isengnya ditubruk-tubrukin seperti bom-bom car. “Panas” nggak sich? Udah dibeliin cape-cape. Eehh…tau-taunya ngelunjak begitu.
So, kita dari sekarang coba dech dikit-dikit bersyukur atas semua nikmat Allah. Kita sering-sering bilang Alhamdulillah dan berusaha merawat nikmat Allah itu.
Seperti yang tertulis di QS 2: 152, “Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.
Allah sangat baik kepada kita, oleh karena itu bagaimana cara kita mensyukuri nikmat Allah tersebut? Nah caranya adalah:

1. Bersyukur dengan hati, yaitu dengan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat itu berasal dari Allah.
2. Bersyukur dengan lidah, yaitu mengucapkan secara jelas ungkapan rasa syukur dengan Hamdalah.
3. Bersyukur dengan amal perbuatan, yaitu menggunakan anggota tubuh dengan perbuatan yang baik dan melaksanakan ibadah-ibadah yang diperintah oleh Allah seperti shalat wajib, puasa, baca Qur’an, dll.

Disamping itu bentuk syukur kita kepada Allah bisa dengan cara sujud syukur setelah seseorang mendapat nikmat dalam bentuk apapun…Ok!!


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Surat Al Zalzalah

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Agustus 3, 2008

Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Pertama, kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt karena Allah masih memberikan Nah adik-adik…. Insya Allah pada mentoring kali ini, kita akan membahas tentang surat Al-Zalzalah. Surat Al-Zalzalah ini terdiri dari 8 ayat. Sebelumnya, saya akan bacakan ayat-ayatnya beserta arti dari kedelapan ayat tersebut. Ayo kita simak bareng-bareng.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat).
(2) Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.
(3) Dan manusia bertanya : “Mengapa bumi (jadi begini?)”.
(4) Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.
(5) Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
(6) Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
(7) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
(8) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Nah… menurut kalian, kira-kira ayat-ayat tadi menjelaskan tentang apa? Ya, bener!! Tentang hari kiamat. Hari kiamat adalah hari berakhirnya kehidupan di dunia yang fana (sementara) ini. Adik-adik, ada yang tahu ngga kapan sih kiamat bakal terjadi? Ternyata gak ada yang tahu yah! Memang, Allah telah merahasiakan kapan kiamat akan terjadi. Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Thaahaa:15, berbunyi : “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan waktunya.”
Jadi, yang tahu kapan kiamat hanyalah Allah swt sedangkan manusia tidak punya pengetahuan tentang kiamat kecuali hanya sedikit. Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri pun tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Setiap ditanya kapan kiamat akan terjadi, beliau selalu menjawab tidak seorang pun dapat mengetahuinya kecuali Allah swt. Yang jelas, kita harus yakin bahwa kiamat pasti akan terjadi. Dalam Al Qur’an ada looh ayat yang menegaskan tentang hal ini, “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya.” (Q.S. Al-Hajj:7). Oleh karena itu… sebagai seorang mu’min, kita gak boleh tuh ragu-ragu akan kedatangan kiamat. Wajib pokoknya mah. Kalo ngga percaya? Berarti kita gak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman.
Meskipun hanya Allah yang tahu kapan terjadinya kiamat, kita bisa mengetahui tanda-tanda hari kiamatnya lewat sabda Rasulullah. Tanda-tanda tersebut dibagi menjadi dua, yaitu tanda-tanda sughra (kecil) dan tanda-tanda kubra (besar). Tanda-tanda kiamat sughra di antaranya adalah : (1) ajaran Islam kurang diperhatikan oleh kaum muslim; (2) perzinahan udah jadi suatu kebiasaan di masyarakat luas; (3) mabuk-mabukan secara terang-terangan seolah-olah bukan perbuatan yang diharamkan, (4) jumlah wanita lebih banyak dari jumlah laki-laki, (5) banyak wanita yang berpenampilan seperti laki-laki dan sebaliknya; (6) orang tua menjadi budak dan diperlakukan sewenang-wenang oleh anak-anaknya; (7) semakin banyak fitnah yang menimpa umat Islam; (8) semakin sering terjadi bencana alam, pembunuhan, dan peperangan; (9) jumlah ulama (ahli agama) yang sesungguhnya semakin sedikit, sebaliknya banyak orang bodoh yang mengaku ulama dan menyesatkan manusia; (10) umat manusia berloba menumpuk kekayaan dengan jalan yang tidak dibenarkan; dan sebagainya.
Tanda-tanda kiamat kubra, di antaranya : (1) waktu berjalan makin cepat sehingga setahun terasa sebulan, sebulan terasa seminggu; (2) ka’bah roboh; (3) matahari terbit dari sebelah barat; (4) keluar binatang aneh dari perut bumi yang memakai cincin Nabi Sulaiman AS. yang dapat berbicara dengan manusia dan memberi tanda “kafir” kepada orang-orang yang tidka beriman; (5) keluar Dajjal (pembohong yang menutupi kebenaran); (6) Adanya Ya’juj dan Ma’juj, yaitu segolongan umat manusia yang mempunyai kekuatan besar dan berpikiran sesat; (7) Turunnya Imam Mahdi ke dunia untuk meluruskan syari’at Islam dan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah saw; (8) turunnya Nabi Isa AS. dari langit yang akan menjadi hakim memperjuangkan kebenaran bersama Imam Mahdi. Dialah yang menumpas Dajjal, menghancurkan salib, serta mengajak umat manusia untuk meng-esa-kan Allah swt sekaligus menyembahnya; (9) lenyapnya tulIsan-tulIsan dalam Al Qur’an dan tidak ada seorang pun yang hafal bacaannya; dan (10) semua manusia menjadi kafir.
Pengen tahu ngga, seperti apa sih hari kiamat itu? Nah, kita bisa tuh kayak gimana kiamat itu lewat Al Qur’an dan hadits Rasulullah saw. Ternyata, banyak sekali ayat yang menerangkan tentang kiamat. Hari kiamat diawali dengan peniupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Nah, pada ayat kesatu dan kedua dari surat Al-Zalzalah diceritakan bahwa tiupan sangkakala itu diikuti dengan gempa yang sangat dahsyat dan gemuruh keras yang memekakkan telinga.
Pada surat-surat yang lain dijelaskan bahwa pada hari kiamat, gunung-gunung dihancurluluhkan menjadi debu yang beterbangan (Q.S. Al-Waqiah:5-6), manusia melihat lautan meluap (Q.S. Al-Infithaar:3), dan membara (Q.S. At-Takwiir:1), bulan dibelah (Q.S. Al Qamar:1), matahari dan bulan dIsatukan (Q.S. Al Qiyaamah:9), dan manusia seperti anai-anai yang beterbangan (Q.S. Al Qaari’ah:4). Ayat-ayat tentang bagaimana kondisi hari kiamat bisa adik-adik baca lebih rinci pada Al Qur’an juz 29 dan 30.
Pada ayat ketiga dari surat Al-Zalzalah diceritakan bahwa pada hari itu, seluruh manusia dicekam oleh rasa takut dan kebingungan yang sangat besar. Dalam Al Qur’an digambarkan bahwa pada hari itu, perempuan-perempuan hamil mengalami keguguran karena ketakutan yang mencekam pada hari itu. Anak-anak menjadi beruban (Al-Muzzammil:17). Saat itulah mereka baru menyadari betapa meruginya mereka karena tidak patuh pada Allah. Mereka sadar bahwa tak mungkin bagi mereka untuk menghindari kedahsyatan hari kiamat. Namun penyesalan mereka tidaklah berguna karena pada saat itu, pintu taubat sudah tertutup.
Pada ayat keempat dan kelima dari surat Al-Zalzalah dijelaskan bahwa pada hari itu, bumi menceritakan beritanya bahwa kiamat terjadi karena Allah telah memerintahkan kepadanya. Dalam Q.S. Al-Haaqqah:14, diterangkan bahwa : “dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali pukul.”
Setelah semua kejadian itu berlangsung pada hari kiamat, terdengar suara sangkakala untuk kedua kalinya. Bunyi sangkakala yang kedua menandai awal hari berbangkitnya kembali semua manusia. Pada ayat keenam dari surat Al-Zalzalah dijelaskan bahwa pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
Menurut kalian, kira-kira gimana kondisi orang beriman ama orang kafir? Sama ngga? Jelas-jelas beda, ya! Orang mu’min akan dibangkitkan dalam keadaan putih bercahaya mukanya, sedangkan orang yang banyak dosanya dibangkitkan dalam keadaan hitam mukanya. Pada hari kiamat ini, Orang-orang mu’min akan menerima catatan amalnya di sebelah kanan dan akan menerima pemeriksaan yang mudah. Sedangkan orang durhaka akan menerimanya catatan amalnya dari belakang dan akan dimasukkan ke dalam neraka.
Pada ayat ketujuh dan kedelapan dari surat Al-Zalzalah berbunyi, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” Nah, kira-kira apa yang bisa kita tarik dari kedua ayat ini? Ternyata, Allah pasti akan memberi ganjaran atas setiap perbuatan baik maupun buruk yang dikerjakan dengan seadil-adilnya.
Tidak ada pengadilan yang lebih adil selain pengadilannya Allah. Nah… jadi jelas, ya… Kita harus ekstra hati-hati dalam melakukan setiap perbuatan karena Allah selalu mengawasi kita. Jangan lupa! Ada dua malaikat yang selalu bersiap-siap mencatat setiap perbuatan baik dan buruk kita (ayoo… tahu ngga malaikat apa aja?) Jangan anggap remeh setiap perbuatan baik sekecil apapun karena Allah pasti akan membalasnya. Demikian juga dengan perbuatan yang buruk. Jangan anggap remeh terhadap setiap perbuatan buruk yang kita lakukan sekecil apapun (bahkan sebesar biji sawi sekalipun) karena Allah pasti akan meminta pertanggungjawabannya kepada kita pada hari kiamat nanti. Bayangkan, kalo kita sering melakukan perbuatan buruk walaupun kecil, tapi kalo terus-terusan dilakukan maka lama-lama dosanya akan menumpuk menjadi besar. Betapa ruginya kita….
Demikian kajian kita hari ini. Ada pertanyaan??

Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)


Referensi :

1. Buku Pintar Agama Islam Edisi Senior (oleh : Syamsul Rijal Hamid)
2. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme : Mengenal Allah Lewat Akal (oleh : Harun Yahya)

3. Ensiklopedi Islam

Ditulis dalam Junior Mentoring Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »