Berbuat I H S A N


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Nah hari ini kakak akan menjelaskan tentang ihsan, ngomong-ngomong ada yang tahu apa artinya ihsan ngga ? Ya bener…. (kalo ada yang jawab). Ihsan itu secara bahasa artinya baik. Berhubungan dengan ihsan, kakak punya cerita nih … mau dengerin ngga ? Gini ceritanya…
Pada suatu hari, Imam Syibli sedang berada di sebuah kebun yang subur. Tiba-tiba, kedengaran suara memanggil-manggil. “Syibli-Syibli!” Imam Syibli berhenti dari pekerjaannya sambil mencari-cari, siapakah gerangan yang memanggilnya. Ternyata, suara itu datang dari sebatang pohon mangga.
“Apa maumu memanggil aku?” tanya Imam Syibli. Makhluk gaib yang menyatu dengan pohon mangga itu menjawab, “Jadilah orang yang memiliki sifat mulia seperti aku.”
“Maksudmu?” tanya Imam Syibli kurang senang.
“Aku, jika dilempari orang dengan batu, akan melempari orang itu dengan buahku yang lezat-lezat.”
Imam Syibli menjawab, “Oh memang baik hatimu. Tapi mengapa nasibmu tidak baik penghabisannya ?”
Kini pohon mangga yang keheranan. Ia pun bertanya, “Maksudmu?”
Imam Syibli menerangkan, “Kalau engkau sudah tidak ada gunanya lagi, sudah tua, batangmu akan ditebang, daun-daunmu akan digunduli, dan dirimu akan dimangsa api sebagai kayu bakar.”
Pohon mangga itu dengan sedih berkata, “Itulah kesalahanku. Aku tidak seperti pohon cemara, yang bisa condong ke barat, dan condong ke timur jika angin bertiup ke timur.”
“Jadi, mana yang lebih baik, nasibmu atau nasib pohon cemara?” Tanya Imam Syibli.
“Inilah kebanggan saya. Memang pohon cemara dapat selamat dengan cara begitu, tetapi kalau sudah tua pohon cemara hanya akan roboh bergitu saja, dan tidak ada yang mengambilnya menjadi kayu bakar, apalagi buat arang. Sedangkan aku, meskipun penghabisanku dibakar orang, namun aku hancur dengan terhormat. Sebab manusia tidak akan sembarangan membakar tubuhku bila tidak untuk memasak atau keperluan lainnya, seperti membuat arang. Jadi aku masih ada gunanya sampai akhir hidupku. Abu bekas pembakaran diriku pun masih dicari orang untuk menggosok perabotan mereka karena abuku terkenal mahal dan dapat membuat barang-barang logam menjadi bersih dan mengkilap. Jadi nasibku lebih baik daripada pohon cemara.”
Imam Syibli mengangguk-anggukkan kepala tanda menyetujui pendapat pohon mangga, lebih baik mati terhormat daripada menjual harga diri dengan bersikap munafik, bersedia mengikuti arus, kemanapun angin bertiup.
Begitu loh ceritanya! Ada yang tau nggak hikmahnya apa? … Ya, benar! Jadi kita harus senantiasa berbuat baik seperti pohon mangga itu, dia bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, baik ketika hidup maupun matinya.
Ada lagi lho kisah lain seperti pohon mangga ini, yaitu cerita tentang Rasulullah SAW yang sedang menyebarkan Islam di Thaif … Ada yang tahu nggak ceritanya …? (kalo ada) Coba dong ceritain!…(kalo nggak ada yang cerita) Oh, belum tahu ya ! … Jadi gini loh, waktu itu, Rasulullah SAW pergi ke Thaif untuk menyebarkan ajaran Islam, ketika di sana ternyata penduduk Thaif tidak menerima ajakannya dan mereka malah mencaci maki dan melemparinya dengan batu hingga beliau tidak bisa berjalan karena saking hebatnya luka-luka yang dialaminya. Melihat hal ini malaikat Jibril menawarkan kepada Rasul saw. untuk menghancurkan kaum tersebut. Tapia pa coba jawaban Rasul ? … Beliau ternyata melarang malaikat Jibril untuk menghancurkan kaum itu. Malah beliau mendoakan mereka agar Allah memberikan hidayah-Nya kepada mereka. Rasulullah saw. mengatakan demikian karena beliau yakin bahwa perbuatan mereka terhadapnya itu dilandasi ketidaktahuan mereka terhadap Islam. Dan berharap suatu saat generasi-generasi mereka selanjutnya adalah penerus Islam. Subhanallah…baik bener ya Rasul itu! Coba kalau kita diejek sama teman, yang ada malah marah, dendam, ngedumel sepanjang hari,aduh gawat tuh..! Udah gitu kita malah ngebales ngejek lagi! Wah jadi nggak ada bedanya dong kita dengan dia ?!! Padahal mengejek khan perbuatan yang tercela dan malah menambah dosa (lihat QS. Al-Hujurat 49 : 11).
Yang kakak ceritakan tadi itu salah satu contoh perbuatan ihsan. Tapi masih banyak contoh-contoh lain dari perbuatan ihsan. Ada yang bisa menyebutkan nggak contohnya? (kalo ada) Iya tuh kayak gitu contohnya. Banyak yah! Jadi sebenarnya berbuat ihsan itu mencakup seluruh kegiatan kita sehari-hari misalnya…..(contohkan kegiatan sehari-hari) menjenguk teman kita yang sakit, membantu orang tua kita di rumah, menghormati guru, nggak nyontek kalo lagi ulangan, dan masih banyak lagi perbuatan ihsan lainnya yang bisa kita perbuat (bisa dilihat pada QS. 2 : 177).
Jadi kakak simpulkan yah, hikmah yang bisa diambil dari cerita tadi, yaitu :

1. Kita harus senantiasa berbuat ihsan dimanapun, kapan pun, dan dalam keadaan bagaimana pun (kasih ilustrasi, mis. Kalau miskin jangan mencuri, dll).
2. Bahwa perbuatan ihsan yang kita lakukan akan senantiasa dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlipat ganda. Seperti yang dikatakan ilmuwan muslim Imam Ja’far As-Shodiq bahwa “Jika engkau mendengar seseorang mengatakan sesuatu yang menyakitkan hatimu, janganlah engkau menggerutu. Jika yang dikatakannya itu benar, berarti dosamu telah ditebus. Namun jika yang dikatakannya itu tidak benar, maka engkau akan memperoleh kebajikan tanpa amal.” Selain itu balasan yang kita dapat dari berbuat baik (ihsan) bisa kita lihat pada QS 10 : 26 ; QS 5 : 85 ; QS 7 : 56; QS 11 : 115.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: