Merenda Ukhuwah di Awal Sekolah


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Adik-adik gimana khabarnya…?? Mudah-mudahan baik-baik aza. Adik-adik…hari-hari kita di sekolah / di rumah pasti lebih asyik kalo punya sahabat. Bisa bagi-bagi cerita (curhat), bisa maen bareng, bisa belajar bareng, bisa pinjem uang kalo ongkos kita ketinggalan, pokoknya asyik deh. Tapi ngomong-ngomong… sebenernya orang kayak gimana sih yang boleh kita jadikan sahabat. Hanya yang rangking 1 ? Hanya orang kaya? Hanya yang cakep aja?? Yah nggak dong..orang yang pantas kita jadikan sahabat adalah yang baik akhlaqnya yaitu orang-orang beriman, sebab dalam Al-Qur’an di surat Al-Hujuraat ayat 10 :
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Jadi bukan orang yang kaya saja, bukan orang yang cantik saja, bukan orang yang rangking satu aja tapi yang pasti adalah orang-orang yang berakhlaq baik. Dulu pernah Abu Dzar dan Bilal (kulit hitam) memperdebatkan suatu permasalahan di hadapan Rasulullah saw. Karena marahnya sampai-sampai Abu Dzar berkata, “Hai anak (si kulit) hitam!!!” Seketika Nabi saw. menegurnya “Hentikan segerra, hentikan segera…! Sekali-kali tidak ada kelebihannya satu dengan yang lainnya bagi si kulit hitam kecuali dengan amal shaleh.”
Abu Dzar baru sadar setelah kemarahan Nabi saw., ia menyesali perbuatannya dan meletakkan pipinya di atas tanah seraya berkata kepada Bilal, “Bangunlah…maka tempelenglah pipiku.”
Pernah juga suatu hari Suhail bin Amru, Harits bin Hisyam, Abu Shofyan bin Harb dan pembesar-pembesar Quraisy telah berdiri di depan pintu Umar bin Khothob, tetapi..Umar lebih suka mempersilahkan tamu lainnya yaitu Shuhaib Ar-Rumi dan Bilal Al-Habsy yang keduanya adalah tergolong fakir miskin untuk terlebih dahulu diizinkan masuk ke dalam rumahnya.
Nah gitu adik-adik..ternyata dalam agama kita tidak ada perbedaan antara yang miskin dan kaya, yang kulit hitam dan kulit putih. Jika orang miskin dan kulit hitam itu beriman kepada Allah maka ia layak kita jadikan sahabat seperti saudara kita sendiri. Persaudaraan seperti itu namanya ukhuwah islamiyah, apa namanya adik-adik…? Ukhuwah..isla..miyah!!!
Selain dengan tidak membeda-bedakan manusia, kita pun harus mau tolong menolong dengan muslim yang lainnya. Dengan begitu ukhuwah islamiyah kita semakin kuat. Tapi harus diingat, tolong menolongnya dalam kebaikan. Kalau nolongin temen waktu ulangan boleh enggak???
Dulu juga sahabat-sahabat Rasul saw. saling membantu sekalipun baru sekali ketemu, contohnya waktu kaum Muhajirin tiba di Madinah maka Rasulullah saw. segera mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’. Ketika itu Sa’ad berkata kepada Abdurrahman, “Aku termasuk orang Anshar yang banyak kekayaan dan kekayaanku akan kubagi dua. Setengahnya untuk anda dan setengahnya untukkuk. Aku juga punya dua orang istreri, lihatlah mana yang anda suka, sebutkan namanya, maka akan segera kuceraikan dan setelah usai masa iddahnya anda kupersilahkan menikah dengannya.” Subhanallah…hebat banget ya Sa’ad bin Ar-Rabi’ !!! Beliau rela memberikan kekayaan dan isterinya kepada Abdurrahman semata-mata karena menganggap Abdurrahman sebagai saudaranya sendiri. Lalu Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahi keluarga dan kekayaan anda. Tunjukkan saja kepadaku letak pasar di kota anda ?”
Nah bantuan yang kita berikan kepada sahabat kita tentunya harus ikhlas, jujur dan bukan tipuan. Juga kita harus menemaninya dengan akrab tanpa mempermasalahkan cacatnya, kekayaannya, wajahnya atau yang lainnya. Seperti cerita Masruq dan Khaitsamah. Diriwayatkan Masruq dalam keadaan sulit karena harus membayar hutang dan Khaitsamah juga mempunyai hutang. Maka pergilah Masruq dengan maksud hendak membayar hutang Khaitsamah sedang Khaitsamah tidak mengetahui ; dan ternyata … Khaitsamah juga pergi hendak membayarkan hutang Masruq, sedang Masruq tidak mengetahui. Ayo adik-adik…ada yang bisa seperti mereka nggak???
Adik-adik…dari cerita-cerita tadi kira-kira apa sih ukhuwah islamiyah yang tadi pernah disebutin?? Apa ?? ada yang lain..??Jadi ukhuwah islamiyah itu adalah persaudaraan sesama muslim yang dipengaruhi rasa cinta, rasa kasih sayang dan rasa saling menghormati yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah.
Sekarang gimana sih caranya supaya ukhuwah islamiyah itu bisa awet?? Mau tau khan!! Caranya (diantaranya) :

· Memanjatkan doa untuknya dari kejauhan ketika saling berpisah. Karena doa untuk teman kita sebenarnya doa untuk kita juga.
· Jika berjumpa maka berikanlah senyuman dan muka yang manis. Jangan lupa ucapkan salam.
· Berjabat tangan bila bertemu, sesama jenis
· Saling kunjung mengunjungi
· Menyampaikan ucapan selamat berkenaan dengan sukses yang dicapainya
· Memberikan hadiah pada saat-saat tertentu
· Menaruh perhatian terhadap keperluan saudaranya dll.

Nah itu cara-cara supaya persahabatan Islam alias ukhuwah islamiyah kita awet. Adik-adik mau khan punya ukhuwah islamiyah di awal masuk sekolah ini. Kalau mau…coba aja cara-cara di atas dan inget..enggak hanya sama orang kaya, cakep dan pinter aja. Tapi dengan semua muslim, OK !!! Insya Allah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

2 Tanggapan to “Merenda Ukhuwah di Awal Sekolah”

  1. anwar Says:

    as wrb ,,..tolong dong minta info updet tentang informasi remaja masa kini, dan materi2 dakwah terbaru untuk remaja,,,,

  2. ina Says:

    asw, terimakasih banget untuk materi mentoringnya semoga bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: