Sombong


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adik-adik sekarang kakak punya cerita yang seruuuu…banget. Mau dengerin nggak?
Mau dong yah. Nah ceritanya tentang contoh manusia yang sombong. Ada yang tahu nggak manusia yang sombong pada zaman Nabi Musa? (tanya) Ya betul yaitu Raja Firaun yang terkenal kesombongannya itu. Nah mau tahu kan ceritanya?
Ceritanya, pada waktu itu Nabi Musa yang ditemani saudaranya Nabi Harun mendapat tugas dari Allah untuk menyampaikan risalah agar manusia menyembah Allah sebagai Tuhan semesta alam. Tugas ini terutama harus disampaikan kepada Firaun (yang mengasuh Nabi Musa di masa kecil) dan raknyatnya di Mesir.
Musa memasuki istana Firaun dan mulai mengajak Firaun untuk sadar, “Sesungguhnya engkau bukanlah Tuhan seperti katamu, dan bebaskanlah rakyatmu dari perbudakan”. Merah padam wajah Firaun dan berkata “Musa, sungguh engkau tidak tahu membalas budi. Aku asuh dan aku didik engkau sampai besar. Sekarang inikah balasanmu?”
Nabi Musa menjelaskan, “Sekarang ini Allah tuhan semesta alam telah mengangkat aku menjadi salah seorang diantara utusan-utusan-Nya”. Firaun tidak mau mendengar Nabi Musa dan bertanya, “Siapa itu Tuhan semesta alam?” Kemudian Musa berkata Dialah Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya”. Malah Firaun berkata, “Orang ini sudah gila”.
Kemudian Firaun memerintahkan para ahli tukang sihir untuk mengadu kekuatan dengan maksud untuk menghukum Nabi Musa dan Harun. Langsung saja tukang sihir melempar segala benda yang ada di tangan mereka dan berubah menjadi ular yang dengan cepat menghampiri Musa dan Harun. Pada saat itu kemudian Allah menyuruh Musa untuk melempar tongkatnya dan berubah menjadi ular yang besar dan memakan ular-ular tukang sihir. Kini para tukang sihir yang ketakutan luar biasa, “Ini bukan sihir” bisik mereka. Akhirnya mereka mengakui bahwa setinggi apapun kekuatan sihir mereka pasti akan dikalahkan oleh kekuatan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa. “Kami beriman kepada Tuhan Musa dan Harun”, para ahli sihir bersujud. Betapa marah Firaun melihat pembangkangan para tukang sihir, dengan geram ia berteriak “Memalukan! Pengecut! Kalian sungguh-sungguh telah menghinaku. Apakah kalian berani beriman kepada Tuahan Musa dan Harun tanpa izinku?” Firaun tetap sombong dan malah akan menghukum tukang sihirnya. Para ahli sihir itu pada akhirnya disiksa oleh Firaun sampai meninggal.
Firaun yang kejam terus mengancam para pengikut Musa dan Harun dengan hukuman dan siksaan. Dengan perintah Allah akhirnya Musa dan pengikutnya dari Bani Israel meninggalkan Mesir menuju Palestina. Setelah rencana disusun, pada suatu malam mereka berangkat dengan hati-hati takut diketahui oleh Firaun. Benar saja! Tak lama mereka pergi, kalangan istana mengetahui perjalanan mereka. Segeralah Firaun memburu disertai tentaranya. Orang-orang Bani Israel ketakutan karena mereka dikejar Firaun, di depan mata mereka tampak Laut Merah yang luas membentang. Kemudian Musa mendapat wahyu dari Allah agar memukulkan tongkatnya ke laut. Apa yang terjadi? Laut Merah terbelah dan membentang jalan. “Ayu cepat menyebrang! Perintah Musa. Mereka pun berlarian sampai ke ujung jalan, tetapi Firaun juga mulai mendekati mereka. Kemudian Musa diperintah Allah untuk memukulkan tongkatnya lagi ke lautan, dan jalan terbentang menjadi air laut kembali.
“Tolong….toloong!” dari tengah lautan terdengar jeritan orang-orang yang tengelam. Itulah Firaun dan para pengikutnya tak ingat lagi pada istana dan kekayaan yang mereka banggakan. Firaun yang selalu merasa dirinya Tuhan yang tidak bisa celaka atau mati, sekarang tak berdaya. Firaun berteriak memohon ampun, “Aku sekarang beriman kepada Allah. Tolonglah aku Musa! …Aku percaya engkau utusan-Mu …” suara Firaun timbul tenggelam ditelan ombak. Tetapi semuanya telah terlambat, Firaun tidak tertolong lagi.
Sebagai pelajaran untuk umat yang akan datang, Allah sengaja membuat jasad Firaun tetap utuh. Menurut QS. Yunus:92, jasad Firaun akan menjadi pelajaran bagi orang-orang agar tidak sombong dan takabur. Jasadnya telah dibalsem dan kini disimpan di Musium Mesir.
Iiih…sereem yah ceritanya, makanya kita jangan menjadi orang yang sombong seperti Firaun dan sampai tidak percaya adanya Tuhan. Sekarang tahu dong apa sih sombong itu?
Sombong merupakan arti dari takabur, dan dapat pula disebut congkak, angkuh, ujub, dan sebagainya yang mempunyai makna menolak apa-apa yang benar (haq) dan merendahkan orang banyak.
Penyebab orang berbuat sombong bisa bermacam-macam, contohnya karena:

1. Keturunan orang yang berderajat tinggi (anak raja, bangsawan, anak presiden, dan lain-lain)
2. Kelebihan fisik, kecantikan, ketampanan, kekuatan, dan sebagainya
3. Harta yang berlimpah (contohnya Qarun)
4. Kekuasaan
5. Merasa dirinya sorang yang alim atau berilmu
6. Merasa dirinya banyak melakukan kebajikan

Dari semua hal di atas jika tidak diiringi dengan rasa syukur kepada Allah, akan menjadikan pelakunya menjadi sombong karena penyakit di dalam hatinya dan keimanannya yang tidak sempurna. Sifat orang takabur adalah tidak mau menerima nasihat, menganggap perkataannya paling benar, tersesat jalannya, karena meniru kelakuan syaithan (QS. 2:34)
Dari cerita tadi dah jelas yah, kenapa kita tidak boleh sombong. Tahu nggak, kalau orang yang sombong/takabur itu berbahaya, gini nih bahayanya:

1. Akan dijauhi dan tidak disenangi oleh orang lain.
2. Mendapat murka dari Allah karena hanya Allah-lah yang berhak untuk itu.
3. Seperti keadaan orang kafir dan munafik yang tidak mau beriman kepada Allah


Hadist tentang takabur:
Dari Ibnu Ma`ud, Nabi saw bersabda, “Tidak dapat naik surga, orang yang isi hatinya ada seberat zarrah dari sombong”. (HR Muslim)
Dari Abu hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga macam manusia kelak di hari kiamat, Allah tidak akan mengampuni dosanya, tidak akan merahmatinya, bagi mereka disediakan siksa yang amat pedih, yaitu (1) tua bangka yang berbuat zina, (2) penguasa yang mendustakan rakyatnya, dan (3) orang miskin yang sombong”. (HR Muslim)

Referensi

· Hadori Noor. 1986. 25 Dosa dan Larangan dalam Islam. Bandung: PT Al Ma`arif.
· Moh. Abdai Rathomi. 1976. 3 Serangkai Sendi Agama. Bandung: PT Al Ma`arif.
· Terjemah Riyadush Sholihin. Penerbit Mahkota Surabaya.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: