Surat Al Zalzalah


Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Pertama, kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt karena Allah masih memberikan Nah adik-adik…. Insya Allah pada mentoring kali ini, kita akan membahas tentang surat Al-Zalzalah. Surat Al-Zalzalah ini terdiri dari 8 ayat. Sebelumnya, saya akan bacakan ayat-ayatnya beserta arti dari kedelapan ayat tersebut. Ayo kita simak bareng-bareng.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat).
(2) Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.
(3) Dan manusia bertanya : “Mengapa bumi (jadi begini?)”.
(4) Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.
(5) Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
(6) Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
(7) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
(8) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Nah… menurut kalian, kira-kira ayat-ayat tadi menjelaskan tentang apa? Ya, bener!! Tentang hari kiamat. Hari kiamat adalah hari berakhirnya kehidupan di dunia yang fana (sementara) ini. Adik-adik, ada yang tahu ngga kapan sih kiamat bakal terjadi? Ternyata gak ada yang tahu yah! Memang, Allah telah merahasiakan kapan kiamat akan terjadi. Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Thaahaa:15, berbunyi : “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan waktunya.”
Jadi, yang tahu kapan kiamat hanyalah Allah swt sedangkan manusia tidak punya pengetahuan tentang kiamat kecuali hanya sedikit. Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri pun tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Setiap ditanya kapan kiamat akan terjadi, beliau selalu menjawab tidak seorang pun dapat mengetahuinya kecuali Allah swt. Yang jelas, kita harus yakin bahwa kiamat pasti akan terjadi. Dalam Al Qur’an ada looh ayat yang menegaskan tentang hal ini, “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya.” (Q.S. Al-Hajj:7). Oleh karena itu… sebagai seorang mu’min, kita gak boleh tuh ragu-ragu akan kedatangan kiamat. Wajib pokoknya mah. Kalo ngga percaya? Berarti kita gak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman.
Meskipun hanya Allah yang tahu kapan terjadinya kiamat, kita bisa mengetahui tanda-tanda hari kiamatnya lewat sabda Rasulullah. Tanda-tanda tersebut dibagi menjadi dua, yaitu tanda-tanda sughra (kecil) dan tanda-tanda kubra (besar). Tanda-tanda kiamat sughra di antaranya adalah : (1) ajaran Islam kurang diperhatikan oleh kaum muslim; (2) perzinahan udah jadi suatu kebiasaan di masyarakat luas; (3) mabuk-mabukan secara terang-terangan seolah-olah bukan perbuatan yang diharamkan, (4) jumlah wanita lebih banyak dari jumlah laki-laki, (5) banyak wanita yang berpenampilan seperti laki-laki dan sebaliknya; (6) orang tua menjadi budak dan diperlakukan sewenang-wenang oleh anak-anaknya; (7) semakin banyak fitnah yang menimpa umat Islam; (8) semakin sering terjadi bencana alam, pembunuhan, dan peperangan; (9) jumlah ulama (ahli agama) yang sesungguhnya semakin sedikit, sebaliknya banyak orang bodoh yang mengaku ulama dan menyesatkan manusia; (10) umat manusia berloba menumpuk kekayaan dengan jalan yang tidak dibenarkan; dan sebagainya.
Tanda-tanda kiamat kubra, di antaranya : (1) waktu berjalan makin cepat sehingga setahun terasa sebulan, sebulan terasa seminggu; (2) ka’bah roboh; (3) matahari terbit dari sebelah barat; (4) keluar binatang aneh dari perut bumi yang memakai cincin Nabi Sulaiman AS. yang dapat berbicara dengan manusia dan memberi tanda “kafir” kepada orang-orang yang tidka beriman; (5) keluar Dajjal (pembohong yang menutupi kebenaran); (6) Adanya Ya’juj dan Ma’juj, yaitu segolongan umat manusia yang mempunyai kekuatan besar dan berpikiran sesat; (7) Turunnya Imam Mahdi ke dunia untuk meluruskan syari’at Islam dan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah saw; (8) turunnya Nabi Isa AS. dari langit yang akan menjadi hakim memperjuangkan kebenaran bersama Imam Mahdi. Dialah yang menumpas Dajjal, menghancurkan salib, serta mengajak umat manusia untuk meng-esa-kan Allah swt sekaligus menyembahnya; (9) lenyapnya tulIsan-tulIsan dalam Al Qur’an dan tidak ada seorang pun yang hafal bacaannya; dan (10) semua manusia menjadi kafir.
Pengen tahu ngga, seperti apa sih hari kiamat itu? Nah, kita bisa tuh kayak gimana kiamat itu lewat Al Qur’an dan hadits Rasulullah saw. Ternyata, banyak sekali ayat yang menerangkan tentang kiamat. Hari kiamat diawali dengan peniupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Nah, pada ayat kesatu dan kedua dari surat Al-Zalzalah diceritakan bahwa tiupan sangkakala itu diikuti dengan gempa yang sangat dahsyat dan gemuruh keras yang memekakkan telinga.
Pada surat-surat yang lain dijelaskan bahwa pada hari kiamat, gunung-gunung dihancurluluhkan menjadi debu yang beterbangan (Q.S. Al-Waqiah:5-6), manusia melihat lautan meluap (Q.S. Al-Infithaar:3), dan membara (Q.S. At-Takwiir:1), bulan dibelah (Q.S. Al Qamar:1), matahari dan bulan dIsatukan (Q.S. Al Qiyaamah:9), dan manusia seperti anai-anai yang beterbangan (Q.S. Al Qaari’ah:4). Ayat-ayat tentang bagaimana kondisi hari kiamat bisa adik-adik baca lebih rinci pada Al Qur’an juz 29 dan 30.
Pada ayat ketiga dari surat Al-Zalzalah diceritakan bahwa pada hari itu, seluruh manusia dicekam oleh rasa takut dan kebingungan yang sangat besar. Dalam Al Qur’an digambarkan bahwa pada hari itu, perempuan-perempuan hamil mengalami keguguran karena ketakutan yang mencekam pada hari itu. Anak-anak menjadi beruban (Al-Muzzammil:17). Saat itulah mereka baru menyadari betapa meruginya mereka karena tidak patuh pada Allah. Mereka sadar bahwa tak mungkin bagi mereka untuk menghindari kedahsyatan hari kiamat. Namun penyesalan mereka tidaklah berguna karena pada saat itu, pintu taubat sudah tertutup.
Pada ayat keempat dan kelima dari surat Al-Zalzalah dijelaskan bahwa pada hari itu, bumi menceritakan beritanya bahwa kiamat terjadi karena Allah telah memerintahkan kepadanya. Dalam Q.S. Al-Haaqqah:14, diterangkan bahwa : “dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali pukul.”
Setelah semua kejadian itu berlangsung pada hari kiamat, terdengar suara sangkakala untuk kedua kalinya. Bunyi sangkakala yang kedua menandai awal hari berbangkitnya kembali semua manusia. Pada ayat keenam dari surat Al-Zalzalah dijelaskan bahwa pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
Menurut kalian, kira-kira gimana kondisi orang beriman ama orang kafir? Sama ngga? Jelas-jelas beda, ya! Orang mu’min akan dibangkitkan dalam keadaan putih bercahaya mukanya, sedangkan orang yang banyak dosanya dibangkitkan dalam keadaan hitam mukanya. Pada hari kiamat ini, Orang-orang mu’min akan menerima catatan amalnya di sebelah kanan dan akan menerima pemeriksaan yang mudah. Sedangkan orang durhaka akan menerimanya catatan amalnya dari belakang dan akan dimasukkan ke dalam neraka.
Pada ayat ketujuh dan kedelapan dari surat Al-Zalzalah berbunyi, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” Nah, kira-kira apa yang bisa kita tarik dari kedua ayat ini? Ternyata, Allah pasti akan memberi ganjaran atas setiap perbuatan baik maupun buruk yang dikerjakan dengan seadil-adilnya.
Tidak ada pengadilan yang lebih adil selain pengadilannya Allah. Nah… jadi jelas, ya… Kita harus ekstra hati-hati dalam melakukan setiap perbuatan karena Allah selalu mengawasi kita. Jangan lupa! Ada dua malaikat yang selalu bersiap-siap mencatat setiap perbuatan baik dan buruk kita (ayoo… tahu ngga malaikat apa aja?) Jangan anggap remeh setiap perbuatan baik sekecil apapun karena Allah pasti akan membalasnya. Demikian juga dengan perbuatan yang buruk. Jangan anggap remeh terhadap setiap perbuatan buruk yang kita lakukan sekecil apapun (bahkan sebesar biji sawi sekalipun) karena Allah pasti akan meminta pertanggungjawabannya kepada kita pada hari kiamat nanti. Bayangkan, kalo kita sering melakukan perbuatan buruk walaupun kecil, tapi kalo terus-terusan dilakukan maka lama-lama dosanya akan menumpuk menjadi besar. Betapa ruginya kita….
Demikian kajian kita hari ini. Ada pertanyaan??

Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
By: Anonim Bogoriense (Materi Mentoring Islam SMP)


Referensi :

1. Buku Pintar Agama Islam Edisi Senior (oleh : Syamsul Rijal Hamid)
2. Membongkar Kesalahan Faham Materialisme : Mengenal Allah Lewat Akal (oleh : Harun Yahya)

3. Ensiklopedi Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: