Syukur


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sering pada nonton sinetron nggak??? Misalnya Terpikat, Tersanjung, Tersayang dan Ter..-ter-…lainnya? Katanya ceritanya seru abis! Penuh intrik, dendam, kompetisi dan cinta yang membara (api kali ye..) Di sinetron-sinetron itu, yang namanya harta dan kekuasaan bertaburan di mana-mana. Orangnya cantik-cantik dan cakep-cakep. Rumahnya bagus-bagus. Mobilnya keren-keren dan bajunya pada paten abis!!! Punya uang yang banyak buanget (mungkin nggak bakalan abis sampe tujuh turunan..) dan dengan mudah dipergunakan untuk beli ini itu. Baik memang bila itu menjadikan kita mau bekerja keras dan berusaha. ‘Gak cuma mengandalkan dompet orang tua kita. Tapi kita harus hati-hati karena hal tersebut dapat membuat kita lupa untuk bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki.
Misal, uang jajan kita kira-kira 10 ribu seminggu (atau lebih baik tanya dulu pada siswa berapa kira-kira uang jajan mereka -anak SMP- dalam seminggu). Trus temen kita ada yang uang jajannya 50 ribu seminggu. Dahsyat banget kan?? Dan kita jangan malah iri, sebel dan cemburu sama dia. Yang paling parah, jangan pernah merasa marah pada keadaan kita atau ke orang tua kita yang nggak bisa memberi lebih banyak lagi. Kalo kita udah berbuat begitu, tandanya kita nggak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah sama kita.
Padahal syukur alhamdulillah kita masih dikasih uang jajan. Coba dech…liat sekeliling kita. Saudara-saudara kita banyak yang harus kerja. Dan mereka kerja untuk bisa bayar uang SPP lho!!! Boro-boro mikirin jajan, makan bakso, beli majalah/komik, mikirin buat bayar sekolah aja mereka harus jungkir balik.
Tragis nggak sih…di saat kita yang kebutuhan sekolahnya, seperti SPP, buku, pulpen, deel-el plus uang jajan masih aja ngerasa “gerah” dan “panas” ama temen yang dompetnya lebih tebel. Padahal di sekitar kita banyak anak-anak bahkan ada lho yang masih SD tapi dia harus kepanasan, kedinginan dan kerja keras buat bisa bayar SPP.
Buat yang suka ama film Samurai X atau acara WWF, HATI-HATI!!!!!!!!!!!!! Jangan suka seenaknya aja niru gerakan-gerakannya yang berbahaya (terutama gerakan yang dapat membahayakan orang lain). Bisa-bisa kita nyakitin orang lain atau bahkan nyakitin diri kita sendiri. Iiiih..Jangan sampai dech. Allah saja sayang banget sama manusia ampe ngasih tubuh yang sempurna, masa kita mau ngerusaknya??? Kalo kita ngerusak badan kita berarti kita nggak bersyukur donk sama apa yang telah Allah kasih ke kita.
Ada sebuah cerita yang emang asli terjadi. Ada kakak kelas, bapaknya diopname selama sebulan. Dan bapaknya itu harus pake tabung oksigen. Dan tau nggak??? Tabung oksigen itu satu harinya harus bayar empat juta!!!!! Belum lagi ditambah biaya obat dll.
Tuch kebayang nggak? Buat napas doang selama satu hari kudu bayar empat juta. Coba itung-itung dech. Kalo Allah narik bayaran untuk udara yang kita hirup selama kita hidup, bisa-bisa kerja keras sampai ubanan juga nggak bakal bisa ngebayar nikmat Allah yang satu ini. Kita tuch udah digratisin tapi kok bisa yach kita nggak bersyukur?????
Seperti dalam QS. Al Mulk: 23, “Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. Tetapi amat sedikit kamu bersyukur.”
Tapi Allah baiiiik buanget!! Kita-kan boleh dibilang jarang bersyukur terutama seperti perihal napas tadi. Bukannya bersyukur, ehh…kita malah kadang tanpa sadar justru melecehkan pemberian Allah tersebut.
Misalnya, untuk napas kan dipake paru-paru, biar kita bisa menghirup udara bersih. Eh…ini malah ngerokok. Paru-paru yang dibikin sebagus mungkin malah dipake buat menghirup asap rokok yang justru ngerusak paru-paru. Dan akhirnya kita sendiri yang kesulitan bernapas. Kok bisa ya kita jahat sama Allah dengan tidak bersyukur begini???
Kebayang nggak sich? Misalnya kita ngebeliin mercedes/BMW dengan model yang paling mutakhir buat adik/temen kita. Uang buat beli mobil itu dari hasil kerja keras kita. Tapi tuch orang bukannya bilang makasih malah langsung ngabur begitu aja. Kesannya dia sendiri yang beli itu mobil. Trus parahnya lagi, itu mobil malah dipake buat racing (balapan). Abis gitu, saking isengnya ditubruk-tubrukin seperti bom-bom car. “Panas” nggak sich? Udah dibeliin cape-cape. Eehh…tau-taunya ngelunjak begitu.
So, kita dari sekarang coba dech dikit-dikit bersyukur atas semua nikmat Allah. Kita sering-sering bilang Alhamdulillah dan berusaha merawat nikmat Allah itu.
Seperti yang tertulis di QS 2: 152, “Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.
Allah sangat baik kepada kita, oleh karena itu bagaimana cara kita mensyukuri nikmat Allah tersebut? Nah caranya adalah:

1. Bersyukur dengan hati, yaitu dengan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat itu berasal dari Allah.
2. Bersyukur dengan lidah, yaitu mengucapkan secara jelas ungkapan rasa syukur dengan Hamdalah.
3. Bersyukur dengan amal perbuatan, yaitu menggunakan anggota tubuh dengan perbuatan yang baik dan melaksanakan ibadah-ibadah yang diperintah oleh Allah seperti shalat wajib, puasa, baca Qur’an, dll.

Disamping itu bentuk syukur kita kepada Allah bisa dengan cara sujud syukur setelah seseorang mendapat nikmat dalam bentuk apapun…Ok!!


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: