Umar Bin Khoththob


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adik-adik ….gimana khabarnya?? Masih semanget ikut mentoring ‘kan??? (masi dong ya..). Nah sekarang Insya Allah saya mau cerita tentang seseorang yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah. Adik-adik mau masuk surga ‘ngga??? Pasti pada mau ‘kan! saya juga mau….makanya kalau mau masuk surga kita harus mencontoh orang-orang yang sudah dijamin masuk surga oleh Allah diantaranya yang mau saya ceritain ini, dengerin yaa…..

Games
Adik-adik, sebelum cerita saya punya tebakan. Adik-adik jawab ya, orang yang mau saya ceritain ini jago gulat…(pokoknya kuat banget deh) terus kalau jalan sama temen-temennya kepalanya terlihat soalnya badannya tinggi besar. Ayo…siapa coba, belum tau juga. Yah udah saya kasih keterangan lain…kalau dia bicara, orang lain pasti harus ngedengerin, kalau berjalan langkahnya cepet seperti dikejar orang dan kalau berkelahi pukulannya adalah pukulan maut. Udah mau tau belum??? Inisial namanya dari huruf “U”, terus beliau ini……khalifah kedua setelah Abu Bakar. Iya pinter!!!! Umar bin Khoththob. Nah karena adik-adik sudah bisa ngejawab saya kasih hadiah, hadiahnya cerita tentang kehebatan Umar, pst..pst..pst..jangan pada ribut ya soalnya ceritanya seru banget, sebelum kita cerita kita baca Basmallah bareng-bareng yuuk….Bismillairrahmanirrahim.

Umar bin Khoththob, Sahabat Rasul yang dijamin masuk surga

Adik-adik …Umar itu punya banyak banget keutamaan, beberapa diantaranya bisa kita tahu lewat cerita-cerita ini:

1. Kekuatan fisik

Sebelum masuk Islam Umar sering bertarung melawan juara-juara gulat yang kuat perkasa di pasar ‘Ukadh, beliau adalah laki-laki yang bertubuh kekar, berotot kemerah-merahan. Kedua telapak tangan dan kakinya kasar dengan bahu yang bidang serta perawakan yang tinggi besar. Setelah masuk Islam, Umar memperkuat barisan kaum muslimin. Ia sangat sedih melihat sahabatnya yang lemah (seperti Bilal, Khabbab, Ammar dkk.) disiksa oleh kafir Quraisy. Untuk membangkitkan rasa kebanggaan mereka Umar bertekad untuk ikut merasakan siksaan seperti yang mereka dapatkan. Sebagai sasaran pertama, ia pergi ke tempat Abu Jahal, sesampainya disana diketuklah pintu rumah Abu Jaha,. Abu Jahal pun keluar …namun ketika dilihatnya Umar, ia pun kembali menguncikan pintu dari dalam. Ayo tebak..kenapa Abu Jahal masuk lagi. Soalnya Umar itu dikenal sebagai seseorang yang kuat fisiknya dan tekadnya sehingga tidak ada yang berani mengganggu beliau. Malah Rasulullah pernah mengumpamakan seandainya Umar dan syeitan bertemu pada satu jalan maka syeitan akan mengambil jalan lain untuk menghindari Umar.
Jadi Intinya kita harus memilki fisik yang kuat seperti Umar. Soalnya kalau kita mau shalat, mau puasa, mau naik haji kan harus kuat. Dalam hal ini kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat yang Allah berikan. Diantaranya dengan olah raga, dengan makan makanan yang halal dan baik, dll.

2. Cerdas dan Luas Ilmunya

Aisyah ra, pernah berkata tentang Umar ra, “Demi Allah, ia adalah seorang yang cerdik dan cekatan yang tiada bandingannya, dan memang bagi segala sesuatu telah dipersiapkan padanannya.”
Abdullah bin Mas’ud pun pernah berkata, “Umar termasuk orang yang paling tahu diantara kita tentang kitabullah, dan orang yang paling mengerti tentang agama Allah.”
Subhanallah….begitu luas perbendaharaan ilmu Umar. Misalnya pernah suatu hari Umar berkata kepada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah, bukankah ini tempat berdirinya nenek moyang kita Ibrahim?” “Benar”, ujar Rasulullah.
“Bagaimana sekiranya Anda jadikan tempat shalat…?”
Selang beberapa hari kemudian, turunlah wahyu “Dan jadikanlah sebahagian makam Ibrahim sebagai tempat shalat” (QS.2:165).
Rasulullah pun pernah bersabda tentang kecerdasan Umar, “Sekiranya di belakang saya ada pencipta hadits, maka Umar lah orangnya.”
Nah terbukti ‘kan betapa cerdasnya Umar, dan kita pun harus mencontohnya. Dengan giat mencari ilmu, di sekolah, ditempat les, di mesjid, bahkan di mentoring ini. Makanya adik-adik harus rajin mentoring yaa……

3. Sederhana

Sekarang saya mau tanya…adik-adik punya baju warna hijau engga? warna biru? warna putih? Nah kalau dihitung baju kita banyak sekali ya…kalau Umar punya berapa baju coba? Mau tau jawabannya, dengerin ceritanya OK…
Suatu hari Umar naik mimbar hendak menginformasikan hal-hal yang penting bagi kaum muslimin. Tetapi ada seseorang yang tidak mau mendengarnya.

“Kenapa wahai Salman?” tanya Umar dengan menyesal
“Yah…” ujar Salman Al Farisi, “Karena Anda mengistimewakan diri Anda dari kami, masing-masing kami hanya diberi sehelai baju, tetapi untuk diri Anda..Anda ambil dua helai.”
Umar pun melayangkan pandangannya kepada kerumunan orang-orang, lalu bertanya , “Dimana Abdullah bin Umar?”
“Ini-lah saya Amirul Mukminin,” kata Abdullah
“Kain siapakah yang saya pakai sehelai lagi?” tanya Umar kepada puteranya
“Kain bagian saya, wahai Amirul Mukminin” jawab Abdullah kepada orang-orang banyak.
Lalu Umar berkata, “Sebagaimana tuan-tuan ketahui saya ini bertubuh tinggi sedangkan kain bagian saya pendek, maka Abdullah pun memberikan kepada saya bagiannya, dan oleh saya digunakan untuk menyambung bagian baju saya.
Subhanallah….ternyata sekalipun Umar menjadi pemimpin negara ia hanya memiliki dua helai baju, yang satu helai baju itupun pemberian dari puteranya. Kita pun harus bisa seperti Umar yaitu berlaku sederhana (tapi bukan berarti meminta-minta lho..), siapa yang tahu gimana hidup sederhana??? Iya betul…dengan tidak terlalu banyak jajan, tidak membeli barang-barang yang tidak bermanfaat, menghabiskan makanan dll.


4. Lapang Dada dalam Menerima Nasehat

Biasanya para penguasa enggak pada mau dikritik, tapi Umar lain malah meminta agar rakyatnya selalu mengingatkan bila ia menyimpang dari kebenaran. Malah pernah Umar bertanya kepada rakyatnya, apa yang akan mereka lakukan seandainya Umar memiringkan kepala ke dunia seperti ini …? (maksudnya menyimpang dari kebenaran) Terus …tiba-tiba dari kumpulan kaum muslimin menyeruaklah seorang laki-laki sambil mengacungkan pedang terhunus dan berkata, “…Kalau begitu pedang kamilah yang bicara.”
Kalau adik-adik digituin …marah ngga? (marah dan takut kali yaa…) Kalau Umar sebaliknya, wajahnya langsung berseri-seri karena gembira malah mendoakan orang itu supaya diberi rahmat oleh Allah.
Di kehidupan sehari-hari kita pun harus seperti itu…mau mengingatkan teman kita kalau salah dan harus mau juga diingatkan. Di surat Al ‘Ashr ada ayat yang menyuruh kita saling nasehat-menasehati dalam kebenaran…Ayo siapa yang mau bacain, semuanya udah hapal? Ya udah kita barengan aja…(dibacakan artinya)


5. Adil

Kalau A dan B (A,B siswa di kelas) ngerjain PR, isinya sama semua (tapi engga contek-contekkan). Eh Pas dinilai ternyata si A dapet 8,5 dan si B dapet 8,0. Soalnya si A itu anak presiden jadi nilainya lebih besar. Adik-adik rela ngga’ ???…Rela..?????? Enggak dong ya…kenapa coba…karena kita ingin mendapatkan hak yang sama, kita ingin orang lain berlaku adil pada kita. Sebelum orang lain berlaku adil pada kita, pertama-tama kita harus berbuat adil sama orang lain. Misalnya seperti Umar, kalau ia membuat peraturan baru ia mengumpulkan keluarganya terlebih dahulu terus dikasih tahu bahwa akan ada peraturan baru. Terus Umar mengingatkan kepada keluarganya agar menjadi orang yang pertama kali mentaatinya dan kalau melanggar Umar akan memberikan hukuman 2 kali lipat daripada rakyat biasa. Adil kan. Itulah hebatnya Umar, kalau masalah harta keluarganya harus menjadi yang terakhir mendapatkan, tapi kalau masalah hukuman, kelaparan, dll. Keluarganya harus menjadi yang pertama kali mendapatkannya. Mau tahu kehebatan Umar selanjutnya? Dengerin terus cerita Umar selanjutnya.

6. Memperhatikan Rakyat Kecil

Adik-adik pernah ngelihat presiden kita memikul beras rakyatnya ngga’? Dulu jamannya Umar ada nenek-nenek yang mau mengangkat sekarung beras (Afwan, saya lupa beras atau gandum) yang beraaaat banget, tiba-tiba ada seorang laki-laki menawarkan bantuan. Nenek itu senang sekali terus berkata “Sesungguhnya kamu lebih pantas jadi khalifah daripada Umar.” Laki-laki itu tersenyum soalnya ia adalah ….UMAR!!!
Pernah juga Umar menemukan suami-istri yang sedang dalam perjalanan (malam hari), istrinya mau melahirkan….buru-buru Umar kembali dan menjemput istrinya (Ummu Kultsum, puteri Ali bin Abi Thalib) untuk membantu mereka. Setelah sampai istrinya langsung membantu persalinan wanita tadi, sedangkan Umar memasak di luar. Suami wanita tadi melihat perbuatan baik Umar menjadi heran…kok baik amat ya…hatinya berkata. Laki-laki ini lebih layak jadi khalifah daripada Umar bin Khoththob!!! Tiba-tiba ada suara bayi menangis, terdengar suara Ummi Kultsum, “Hai Amirul Mukminin! Sampaikan berita gembira pada sahabatmu itu (maksudnya suami wanita itu), ia telah dianugerahi anak laki-laki.” Mendengar Ummi Kultsum memanggil Amirul Mukminin, suami wanita tadi terperanjat dan mundur karena malu. Kemudian Umar berkata, “Jika hari telah pagi datanglah kepada saya di Kota Madinah, dan saya akan membekali Anda dengan uang dari Baitul Mal, sekedar bekal bagi Anda, dan akan saya keluarkan hak bayi ini ….!”

“Semoga Allah meridhoimu Umar..” kata suami wanita tersebut.

Nah dari cerita tadi dapat kita ambil pelajaran berharga sekali…apa coba?? Iya betul, kalau kita jadi pemimpin harus tetap memperhatikan rakyat kecil dan kita di sekolah/di rumah harus mau bergaul dengan siapa saja. Engga’ boleh pilihan ya….


7. Yakin Sepenuhnya dengan Kebenaran Rasulullah

Adik-adik………. Umar itu kritis sekali…. Kalau mau melakukan sesuatu ia akan bertanya apakah bermanfaat atau tidak. Tapi untuk hal-hal yang pernah dilakukan Rasulullah ia tidak bersikap begitu, ia percaya sepenuh hati dan melakukannya dengan sepenuh hati pula. Misalnya ketika ia mencium “Hajar Aswad” (adik-adik tau ngga hajar aswad???), ia seolah-olah berkata pada dirinya sendiri, “Kau hanyalah sebuah batu yang tidak memberi mudharat atau manfaat! Demi Allah seandainya saya tidak melihat Rasulullah saw menciummu, tidaklah saya menciummu!” Lalu juga ketika ia berlari-lari anjing dengan membuka kedua bahunya, seraya berkata, “Apa gunanya berlari-lari anjing dengan membuka kedua bahu ini, padahal Allah telah meneguhkan Islam dan menyingkirkan kekafiran…? Namun bagaimanapun kita tidak akan meninggalkan sesuatu yang pernah kita lakukan di masa Raulullah saw. Sekarang, ketika Rasulullah sudah tidak ada, kita harus mencontoh sikap Umar yang terus menjaga sunnah Rasul, misalnya apa.?.iya betul, bisa puasa senin –kamis, shalat dhuha, berdoa kalau bercermin…eh adik-adik tahu ngga, doa apa yang Rasulullah baca kalau bercermin? Belum tahu, ya udah saya kasih tahu deh….
Nah itu tadi kisah Umar, rame banget ya, ada yang ingin seperti Umar? semoga setelah tahu ceritanya kita bisa mencontoh keutamaanya. Sekarang coba saya tanya lagi tentang keutamaan Umar, yang pertama…., kedua…., ketiga…., ketujuh…, wah pinter ya pada hafal. Masih mau dengerin cerita lagi ngga’….kalau masih, tetap ikutan mentoring Insya Allah masih banyak cerita-cerita yang dijamin seru.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: