THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE


Kisah yang paling tepat dalam menggambarkan konsep “the right man in the right place” model Islami adalah seperti yang dialami Abdurrahman Ibn Sumurah maupun Abu Dzar Al-Ghifari dimana Rasulullah SAW yang saat itu menjadi pemimpin ummat tahu betul kelemahan dari kedua sahabatnya tersebut. Bahkan ketika Abu Dzar meminta jabatan kepada Nabi SAW saat teman-temannya telah menjadi gubernur, Rasulullah SAW berkata, “Innaha amanah wainnaka dhaif” yang artinya “Ini adalah amanah (yang berat) dan engkau adalah orang yang lemah”. Sehingga Rasul menyatakan bahwa tempat terbaik (the right place) untuk Abu Dzar adalah sebagai penulis hadits, bukan sebagai gubernur.

Saya yakin banyak diantara Anda yang kini menduduki jabatan strategis dalam perusahaan dan jabatan itu tentu saja tidak didapatkan dengan mudah. Manajemen mempercayakan jabatan itu kepada Anda setelah melalui “fit and proper test” dengan melihat keunggulan-keunggulan dan potensi Anda di masa depan. Namun barangkali hanya sedikit diantara Anda yang meminta sendiri kepada manajemen untuk melakukan “fit and proper test” kepada diri Anda. Artinya ada kesadaran dari diri Anda sendiri untuk mengukur sejauh mana jabatan itu layak Anda sandang.

Saya amat bersyukur dan mungkin menjadi satu-satunya karyawan di lingkungan perusahaan saya yang meminta secara terang-terangan kepada manajemen untuk melakukan assessmen di akhir periode caretaker yang saya jalani selama 6 (enam) bulan. Bahkan di awal penunjukan caretaker, saya sempat menyatakan “keberatan” dengan berbagai pertimbangan. Tujuannya bukan untuk mencari sensasi atau sok gagah-gagahan di depan manajemen, namun demi nilai objektivitas dari sebuah keputusan dan menghindari fitnah-fitnah yang tidak sedap di kalangan rekan sejawat. Pertanyaan awal adalah apakah pantas saya menduduki jabatan yang sedemikian penting. Berikutnya apakah saya telah memenuhi kaidah “the right man in the right place” tadi. Maka, ketika SK caretaker saya hampir habis, saya kembali me-remind manajemen agar melakukan re-assessment terhadap kepemimpinan saya selama masa jabatan caretaker tadi sehingga saya siap untuk dicopot dari jabatan dan mengembalikannya kepada manajemen.

Dan alhamdulillah, saya pun menjalani serangkaian assessmen berupa psikotest di sebuah lembaga jasa psikologi di Batam. Inilah sikap realistis yang harus saya jalani. Mengukur kemampuan diri adalah sesuatu yang sangat berharga. Saya yakin tidak semua orang bisa berhasil secara sempurna dalam semua bidang karena saya pun yakin bahwa setiap orang telah dikarunia Allah SWT kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin saya kuat dalam bidang analisa underwriting namun lemah dalam bidang pemasaran. Mungkin saya lebih tahu internet dan blog dibanding karyawan lain namun lemah dalam teknik negosiasi. Mungkin saya kuat dalam komunikasi tertulis (written) namun lemah dalam komunikasi lisan (oral). Begitulah dimensi kekuatan dan kelemahan manusia. No body perfect. Sehingga yang diperlukan oleh perusahaan sebenarnya adalah bagaimana melakukan pemetaan potensi sumber daya manusia yang dimiliki untuk kemudian diberdayakan pada posisi yang tepat. Orang yang tepat didudukkan pada posisi yang tepat akan menjadi sumber kekuatan yang sangat dahysat. Namun apabila terjadi sebaliknya, maka alamat menunggu kehancuran datang.

Mestinya kita berkaca pada diri Abu Dzar yang bisa bersikap legowo dalam menerima pernyataan Rasulullah tentang kelemahannya. Begitu pula dengan Abu Bakar Shiddiq yang tidak pernah menjadi panglima perang, karena ia sadar dengan kemampuan dirinya yang lebih cocok menjadi seorang negarawan. Maka konsep “the right man in the right place” sesungguhnya terlahir dari khazanah dunia kepemimpinan Islam.

Sumber: http://pojokasuransi.com/blog/manajemen-islami/the-right-man-in-the-right-place/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: