Lingkar Ukhuwah Gabungan Ikhwan KARISMA ITB


Jumat(25/2)
Senja tenggelam. Malam pun datang. Adzan magrib di masjid Salman tercinta berkumandang indah memanggil insan-insan untuk menghadap kepada-Nya.
Selesai salat magrib, para pembina KARISMA ITB seperti biasanya langsung menuju sekre KARISMA. Beberapa ikhwan(panggilan untuk saudara laki-laki) terlihat tidak mengenakan sendal alias “nyeker” dari masjid menuju sekre. Biasanya beberapa orang pembina “nongkrong” dulu di depan sekre dan aktivitas di dalam sekre pun biasanya sepi karena pembina sedang mengisi perut mereka di warung pecel lele gelap nyawang.
Tapi ada yang berbeda di malam sabtu ini. Bukan karena akhwat yang sudah tidak ada lagi yang berada di sekre setelah salat magrib, tetapi para ikhwan-ikhwan KARISMA membuat suatu lingkaran besar yang memenuhi seluruh ruangan utama sekre KARISMA. Ya, atas inisiatif ketua tim Lingkar Ukhuwah divisi kaderisasi, Andrean Maulana, diadakanlah Lingkar Ukhuwah ikhwan gabungan pada malam itu. Lingkar ukhuwah atau yang biasa disebut LU, adalah suatu kelompok-kelompok kecil sebagai sarana transfer ilmu antar pembina karisma secara intensif. “LU kan biasanya cuma kelompok-kelompok kecil, jadi sekali-kali diadakan LU gabungan ikhwan biar LU semakin semarak” ujar Andre.
LU gabungan pertama malam ini dihadiri oleh cukup banyak pembina ikhwan terutama dari pembina mudanya. Acara diawali oleh tilawah dari k’ibam dan sari tilawah oleh k’aep. Sayangnya rencana awal acara tidak terlaksana karena pemateri LU gabungan kali ini ternyata berhalangan hadir. Akhirnya, acara diisi dengan perkenalan disertai dengan quote atau tausyah singkat dari masing-masing ikhwan.
Banyak pembina yang merespons positif acara ini. “Saya senang sekali ada acara LU gabungan ini, karena saya sendiri jarang hadir di pertemuan kelompok LU saya, jadi setidaknya saya bisa LU tiap minggunya di LU gabungan ini”, kata Aji Imam Muflih, salah seorang pembina ikhwan dari GF Khalifah. Rusviandi dan Aep pun tidak kalah semangatnya. Bahkan mereka mengusulkan, untuk kedepannya acaranya sekali-kali jangan di sekre tapi jalan-jalan, camping, masak-masak. “Mumpung ikhwan ini, ga terlalu repot kalau mau bikin acara karena ga ada adik dan akhwat..haha”, ujar Rusviandi yang membuat suasana ceria pada malam itu.
Akhirnya adzan Isya pun berkumandang dan ditutup pula LU gabungan pada malam itu. Diharapkan, LU gabungan ikhwan ini dapat diadakan rutin kedepannya.

Sumber: http://karismaitb.com/main/?p=152

Ditulis dalam Wawasan. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: