Training Motivasi Sosialisasi Pemilu


196330_10200249580432626_304517506_n

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari Sabtu tanggal 26 Januari 2013 saya dan teman saya mengikuti sebuah training motivasi dan sosialisasi pemilu di RSG Planologi ITB. Saya tahu acara ini lima hari sebelum acara, setelah saya mengkepo sebuah grup yang isinya anak muda semua =). Tanpa pikir panjang saya segera daftar menjadi peserta.

Dari judul acaranya cukup aneh juga, Training Motivasi, tapi ada Sosialisasi pemilu nya juga..jadi sebenarnya ini acara seperti apa ya? Rasa penasaran itulah yang membawa saya ke RSG Planologi ITB, yaaa walaupun sempat ‘tersesat’ dan muter-muter entah kemana, akhirnya saya bertemu dengan adik kelas di SMA yang juga mau ke RSG itu, alhamdulillah, oya sebelum bertemu dengan adik kelas, saya juga ditunjukkan arah ke RSG itu oleh salah seorang mahasiswi berkacamata entah siapa namanya, Terima kasih ya teteh….

Singkat cerita, saya segera menuju lantai 6, tetapi adik kelas menawarkan saya untuk naik lift…ya mungkin memang hal biasa buat kebanyakan orang, tetapi saya pernah ada kejadian ga enak saat naik lift, jadi agak takut juga hehe..dan benar saja…saat saya keluar saya sempat terjepit pintu lift >.<.

Oke ya, mulai ke isi materinya aja ya..

Yang pertama pengisi materinya dari Kang Arfiana Rafnialdi, tentang bagaimana peran pemuda dalam membangun bangsa, karena ini juga sosialisasi pemilu, maka materi ini lebih ditujukan kepada pemilih pemula yang akan memilih dalam pemilu Gubernur Jawa Barat. Yap, walaupun usia saya sudah lebih dari 17 tahun, tapi memang saya juga baru pertama kali ikut pemilu akbar kayak gini, sebelum-sebelumnya sih ikut pemilu Presiden BEM, HIMA dan itupun baru beberapa bulan yang lalu.

Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali menjadi peserta pemilu, pemilih pemula itu bisa menjadi lumbung suara, dari 1,7 juta yang terdaftar menjadi peserta pemilu, ada sekitar 200.000 orang pemilih pemula, dan dari semua itu biasanya hanya sekitar 1 juta saja yang memberikan hak suaranya. Pemilih pemula tentunya akan memilih, karena ini pengalaman pertama mereka, pemilih pemula lah yang berpotensi memenangkan salah satu calon Gubernur. Untuk itu, sebagai pemilih pemula, kita perlu memilih dengan cerdas.

Kang Arfi menjelaskan bahwa kita sebagai pemuda harus ikut berpartisipasi dalam pemilu kali ini, kita memiliki bangsa yang besar, bangsa yang kaya namun dari awal Indonesia sudah salah urus, kita sudah didoktrin dengan didikan bahwa kita negara terjajah. Ketika kita belajar sejarah, maka kita pasti pernah mendengar bahwa Indonesia pernah terjajah selama 350 tahun, tetapi bagaimana hitungannya?? Bukankah Indonesia itu dulu negara yang maju? Kaya raya? Buktinya banyak sekali kerajaan-kerajaan yang sukses, dan telah berdiri lebih dari 300 tahun, contohnya kerajaan Tarumanegara dari yang berdiri selama 311 tahun, belum lagi kerajaan-kerajaan lainnya. Kita sebagai pemuda dituntut pula untuk mencari sejarah yang sebenarnya.

Terlepas dari sejarah yang masih dipertanyakan..ada sebuah kejadian nyata

Sejarah istilah “Efek kupu-kupu”

Edward Norton Lorenz menemukan efek kupu-kupu atau apa yang menjadi landasan teori chaos pada tahun 1961 di tengah-tengah pekerjaan rutinnya sebagai peneliti meteorologi. Ia dilahirkan pada 23 Mei1917 di Amerika Serikat dan memiliki latar belakang pendidikan di bidang matematika dan meteorologi dari MIT. Dalam usahanya melakukan peramalan cuaca, dia menyelesaikan 12 persamaan diferensial non-linear dengan komputer. Pada awalnya dia mencetak hasil perhitungannya di atas sehelai kertas dengan format enam angka di belakang koma (…,506127). Kemudian, untuk menghemat waktu dan kertas, ia memasukkan hanya tiga angka di belakang koma (…,506) dan cetakan berikutnya diulangi pada kertas sama yang sudah berisi hasil cetakan tadi. Sejam kemudian, ia dikagetkan dengan hasil yang sangat berbeda dengan yang diharapkan. Pada awalnya kedua kurva tersebut memang berimpitan, tetapi sedikit demi sedikit bergeser sampai membentuk corak yang lain sama sekali.[1]

Pada tahun 1963 Lorenz menerbitkan studi teoritis efek ini dalam artikel terkenal yang berjudul Deterministic Nonperiodic Flow (“Aliran non-periodik yang menentukan”)[2]. Berdasarkan artikel itu, kemudian ia mengatakan: “Seorang meteorolog mendapati bahwa jika teori ini benar, maka satu kepakan sayap burung camar laut (seagull) dapat mengubah jalannya cuaca untuk selamanya.” Atas anjuran rekan-rekan sejawatnya, dalam kuliah-kuliah dan publikasi selanjutnya, Lorenz menggunakan contoh yang lebih puitis, yaitu memakai kupu-kupu. Menurut Lorenz, suatu kali ia tidak mempunyai judul untuk ceramahnya pada pertemuan ke-139 American Association for the Advancement of Science tahun 1972, Philip Merilees mengusulkan judul “Does the flap of a butterfly’s wings in Brazil set off a tornado in Texas?” (“Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brasil menyulut angin ribut di Texas?”). Meskipun kepakan sayap kupu-kupu tetap konstan dalam konsep ini, lokasi kupu-kupu, dampaknya dan lokasi dari dampak-dampak selanjutnya dapat bervariaasi luas.[3]

Kepakan sayap kupu-kupu secara teori menyebabkan perubahan-perubahan sangat kecil dalam atmosfir bumi yang akhirnya mengubah jalur angin ribut (tornado) atau menunda, mempercepat bahkan mencegah terjadinya tornado di tempat lain. Kepakan sayap ini merujuk kepada perubahan kecil dari kondisi awal suatu sistem, yang mengakibatkan rantaian peristiwa menuju kepada perubahan skala besar (bandingkan: “efek domino” atau domino effect). Jikalau kupu-kupu itu tidak mengepakkan sayapnya, trayektori sistem tersebut akan berbeda jauh.

Perhatikan bahwa kupu-kupu tidak menyebabkan angin ribut atau tornado. Kepakan sayapnya adalah bagian dari kondisi awal; satu himpunan kondisi menghasilkan tornado, sedangkan himpunan kondisi lain tidak. Mungkin saja himpunan kondisi yang tidak melibatkan kepakan sayap kupu-kupu menjadi penyebab angin ribut.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_kupu-kupu)

Kepakan kupu-kupu yang menurut kita tidak berpengaruh apa-apa ternyata jika sinergis dan bersama-sama dilakukan oleh banyak kupu-kupu maka akan menimbulkan kejadian luar biasa.

Dari kejadian itu kita bisa mengambil hikmahnya yaitu korelasikan dengan kita sebagai seorang pemilih pemula, walaupun hanya dengan menyumbangkan hak suara, tetapi itu akan memberikan pengaruh yang besar untuk kemajuan bangsa.

Pesan dari kang arfi yang menutup pemaparannya yaitu adalah, jadikan tanggal 24 Februari itu sebagai awal perubahan bagi Jawa Barat. Hendaknya kita berpartisipasi sehingga kita bisa menyalurkan siapa yang kita suka, dan itu menjadi tanggung jawab bagi kita demi kemajuan Jawa Barat.

Selanjutnya Sosialisasi dari Pak Henry Baskoro (Perwakilan KPU Jabar) mengenai Jadwal Pemilu yang dikemas dengan gaya Stand Up comedy, saking lucunya saya ga sempet nulis hal-hal penting yang beliau utarakan -___- hehe maaf ya pak, tapi yang saya ingat adalah bahwa ternyata mensosialisasikan pemilu bukan hal yang mudah terutama kepada mereka yang usia produktif, kebanyakan dari mereka tidak peduli dengan pemilu dan memilih golput, sehingga yang memilih kebanyakan pemilih pemula dan lansia yang memang sudah tidak memiliki pekerjaan.

Yang terakhir adalah dari Bang Emil atau Bang Ridwan Kamil, seorang Arsitek yang karyanya membahana =D. Beliau memaparkan bahwa didalam kata ‘pemimpin’ terdapat kata ‘mimpi’, maka untuk menjadi seorang pemimpin, kita harus bermimpi. Di Indonesia terdapat 60% penduduk yang berusia <39 tahun, kaum muda ternyata adalah mayoritas, maka kita jangan mau dipimpin oleh orang yang tua-tua dan sudah tidak produktif, kaum muda harus punya kendali, harus mau mengeluarkan hak politik, menyalurkan visi dan bergabung dalam komunitas-komunitas yang bermanfaat bagi bangsa. Intinya kita sebagai Pemuda Indonesia harus memiliki jiwa KREATIF,KOMPAK,PEDULI

Sumber: http://annakysa.wordpress.com/2013/01/28/training-motivasi-sosialisasi-pemilu/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: