Perdagangan Manusia

anti-perdagangan-manusiaPerdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.

Perdagangan orang adalah jual beli manusia dalam segala kapasitas oleh para kriminal untuk mendapatkan uang. Ini dapat berarti memaksa atau menipu orang untuk melakukan prostitusi, meminta-minta, atau kerja sebagai buruh kasar.

Korban tidak setuju untuk dijual – mereka ditipu – diiming-imingi janji-janji palsu – atau dipaksa.

Para pelaku perdagangan orang merampas hak asasi manusia para korban: kebebasan untuk bergerak, memilih, kendali atas tubuh dan pikiran, serta kendali akan masa depan mereka.

Jangan salah artikan perdagangan dengan penyelundupan. Seorang penyelundup memfasilitasi cara masuk ilegal ke suatu negara untuk mendapatkan bayaran, tetapi sesampainya di tempat tujuan, orang yang diselundupkan kembali bebas; sementara korban perdagangan tetap diperbudak.

Perdagangan orang merupakan bentuk perbudakan secara modern, terjadi baik dalam tingkat nasional dan internasional. Dengan berkembangnya teknologi informasi, komunikasi dan transformasi, maka modus kejahatan perdagangan manusia semakin canggih. Perdagangan orang bukan kejahatan biasa (extra ordinary), terorganisir (organized), dan lintas negara (transnational), sehingga dapat dikategorikan sebagai transnational organized crime.

Perdagangan orang adalah fenomena global yang didorong oleh banyaknya permintaan, dan dipicu oleh kemiskinan dan pengangguran. Jumlah korban perdagangan kian lama kian meninggi di berbagai negara di seluruh dunia. Korban seringkali mengalami kekerasan, penipuan, atau pemaksaan untuk kemudian dieksploitasi sebagai tenaga kerja paksa, eksploitasi seksual, atau sebagai pekerja rumah tangga.

Bentuk-Bentuk Perdagangan Orang

Bentuk-bentuk perdagangan orang yang terjadi di Indonesia antara lain:

a)Adopsi/pengangkatan anak dengan prosedur atau diperjual belikan kepada warga sendiri/warga negara asing.

b)Pemesanan kemanten/mempelai perempuan atau permintaan dari tempat-tempat tertentu untuk dijadikan isteri kontrakan.

c)Melibatkan anak-anak dalam perdagangan obat-obatan terlarang.

d)Anak-anak yang dipekerjakan di Jermal atau perkebunan.

e)Eksploitasi Pedophilia seksual.

f)Pornografi

g)Kerja paksa.

h)Mempekerjakan perempuan dan anak untuk pekerjaan pengemisan atau meminta-minta dijalanan.

i)Mempekerjakan perempuan dan anak dalam kerja seks atau kegiatan pelacuran.

j)Pengantin pesanan

 

Faktor-Faktor terjadinya Perdagangan Orang Di Indonesia

Faktor utama maraknya trafficking terhadap orang adalah kemiskinan, mereka berusaha untuk memperbaiki perekonomian dengan mencari kerja. Tetapi apa yang mereka impikan untuk mencari kerja tidak semudah yang mereka bayangkan, karena penderitaan pahit yang mereka dapatkan. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh Rachmad di Jawa Timur, bahwa fakor-faktor yang mempengaruhi perdagangan perempuan dan anak adalah:

1.Kesulitan ekonomi

2.Keluarga tidak harmonis

3.Menikah dan cerai pada usia dini

4.Korban pelecehan seksual pada usia dini

5.Korban perkosaan

6.Terbatas kesempatan kerja

 

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: